
"Vin pelan-pelan....." ucap Cinta setengah berbisik.
Vindra menghentikan langkah nya. Membuat Cinta sedikit tersentak menabrak tubuhnya. "Gak usah ke perpustakaan, langsung kembali ke kelas aja" ucap nya seperti sedang memerintah.
Cinta mengerinyit. "Tapi kan kerjaan disana belum selesai Vin.....kamu nih main seenak nya aja" sahut Cinta dengan raut wajah kesal nya.
Vindra pun mencubit hidung Cinta sedikit keras hingga meninggal kan bekas merah. "Awwhh....sakit tau....apaan sih" ringis Cinta memegangi hidung nya.
"Itu hukuman jika kamu ngelawan dan gak mau dengar ucapan ku...." ucap Vindra santai sembari tersenyum miring.
Cinta memeicingkan matanya menatap sengit Vindra. "Dasar cowok aneh.....minggir aku mau ke perpus, kasian yang lain pasti sudah nungguin dari tadi..."
Cinta menyenggol tubuh Vindra saat hendak berlalu pergi. Tetapi tangan nya masih belum mau di lepaskan oleh Vindra.
Cinta pun kembali menatap Vindra dengan wajah yang sangat kesal. Yang ditatap malah menyeringai dan menggeleng.
"Lepasin....." tegas Cinta menatap ke arah tangan nya yang masih di genggam oleh Vindra. "Atau aku gigit...." ancam nya.
"Baiklah, tapi ada syarat nya...." Vindra tersenyum miring penuh arti.
"Apa?" cetus Cinta.
__ADS_1
"Nanti pulang sekolah aku antar......"
Cinta diam sejenak memikirkan sesuatu. "ok..." akhirnya dia menyetujui syarat tersebut.
Saat itu juga Vindra tersenyum penuh kemenangan. Dia melepaskan genggaman tangan gadis itu. Membiarkan nya berlalu pergi dengan wajah kesal.
"Cuman mau ngajak pulang bareng aja kaya gitu dasar gak aneh...." gerutu Cinta pergi meninggalkan Vindra.
***
Bel berbunyi waktu nya pulang sekolah....
"Ingat yah besok kita udah janjian main futsal bareng.....jangan lupa Vin...." ucap seorang teman menepuk pundak Vindra.
"Iyah tau gw.....sangka loe gw pelupa....." sahit Vindra menyikut perut teman nya itu.
"Eh Vin....sapa tuh? Cewek loe? Bukan nya loe ama Tasya......gila bener....." celetuk salah satu teman nya lagi.
Vindra pun terkejut mendengar ucapan teman nya itu. Langkah nya terhenti di ambang pintu lorong itu yang mengahadap ke parkiran.
Senyuman nya semakin mengembang dengan lebar. Mendapati sosok Cinta yang tengah berdiri di sebelah motornya yang terparkir. Gadis itu sedang menunggu dirinya.
__ADS_1
Vindra pun mengedarkan pandangan nya ke arah teman-teman nya tadi, yang terus menatapi Cinta tanpa henti. "Yaaa......liat apaan sudah sana, enak aja tuh mata pengen di colok yah" cetus Vindra pada teman nya itu sambil mengacungkan dua jari ke depan mata mereka bergantian.
"Hahaha......ayo, ayo yang punya cewek marah.....jangan lupa besok yah...."
Teman-teman Vindra pun berlalu pergi berbelok ke arah pintu gerbang sekolah. Vindra mengangguk sembari berlari ke arah parkiran dimana Cinta berada.
Cinta seperti tidak menyadari kehadiran Vindra. Dia terdiam menatap ke arah lain. "Sudah lama nunggu? Tanya Vindra seraya tersenyum.
Tapi yang di tanya tidak menjawab, malah bengong menatap ke arah lain. Vindra pun mengedarkan pandangan nya mengikuti arah sorot mata Cinta.
Vindra mendengus kesal. Hati nya terasa terbakar, mendapati sosok Elang. Lelaki itu tersenyum lebar menatap ke arah Cinta begitu pun Cinta. Tapi dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Apa kamu mau tetap disini? Atau mau ikut aku pulang?" gerutu Vindra yang kini sudah duduk di atas motor, sembari memakai helm nya.
Cinta terkejut dan sadar dengan kehadiran Vindra. "Vin....sejak kapan kamu disini?" tanya gadis itu tanpa berpikiran lain. Dia tidak tahu jika Vindra kesal melihatnya bersitatap dengan Elang.
"Pake nih...." Vindra melembar helm pada Cinta dengan sedikit keras. Hingga menabrak dada gadis itu.
"Awwh....pelan-pelan dong, kasar banget" gerutu Cinta menahan sakit di dada nya. Dia pun naik ke motor Vindra sambil berpegangan di kedua pundak lelaki itu.
Tanpa berkata apa-apa Vindra langsung menancap gas keluar dari gerbang sekolah.
__ADS_1