More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 49


__ADS_3

Cklek....


Pintu kamar Vindra terbuka ketika Vindra tengah duduk bersandar memainkan ponsel di atas tempat tidur.


Cinta masuk dengan membawa sebuah nampan berisi bubur dan segelas air putih. Berjalan perlahan menghampiri Vindra lalu menarun nampan tersebut di atas nakas.


"Tau aja kalau lagi laper....." Ucap Vindra tersenyum lebar pada Cinta. Yang di senyumin malah memasang wajah datar.


"Makanlah, habis itu minum obatmu....." Ucap Cinta ketus sambil menyerahkan mangkok berisi bubur kepada Vindra.


"Apa? Kenapa menatapku seperti itu?" Cinta menatap Vindra heran.


"Badanku sangat lemas, tangan ku sangat susah untuk bergerak.....?" Ucap Vindra dengan nada suara yang di buat-buat lemas.


Cinta menghela nafas panjang sembari memutar bola matanya malas. "Baiklah, aku akan menyuapi mu" ucap nya sambil memegang sendok lalu menyuapkan suapan pertama ke dalam mulut Vindra.


"Buburnya masih keras, nyangkut di tenggorokan tau....." Protes Vindra.


"Bawel banget, makan aja gak usah ngomel.....syukur-syukur di buatkan juga...." Sahut Cinta menyuapkan kembali satu sendok bubur ke dalam mulut Vindra, lalu memberikan segelas air putih pada Vindra.


"Sudah....." Ucap Vindra meneguk segelas air tersebut.

__ADS_1


"....lidah ku terasa pahit" lanjut Vindra setelah selesai minum.


Tanpa menjawab Cinta langsung memberikan Vindra obat yang harus ia minum. Vindra pun meminum obat tersebut. Tiba-tiba saja dia merasa ingin buang air kecil.


Vindra pun tersenyum miring. Waktu yang tepat untuk mengerjai gadis keras kepala itu. Pikir Vindra.


"Aku mau buang air kecil....bisa kah kamu membantuku?" Ucap Vindra.


Sontak Cinta terkejut, ia melotot pada Vindra. Wajah nya juga memerah seperti udang. "Apa kamu bilang? Gak salah? Gak usah meminta hal yang macam-macam....."


Cinta beranjak hendak membawa nampan berisi piring kotor itu keluar. Tapi tangan nya di tahan oleh Vindra. Cinta menoleh menatap wajah Vindra yang pucat memelas itu.


"Iya.....iya.....baiklah aku akan membantumu, PUAS" decak Cinta cemberut. Vindra menyeringai licik.


"Ayo masuk aku sudah tidak tahan lagi...." Ucap Vindra tersenyum miring di belakang Cinta.


"Yah kamu masuk sendiri lah!!!" Cinta menoleh tajam.


"Misalkan aku terjatuh karna pusing gimana? Kamu mau tanggung jawab, kalau wajahku yang ganteng ini jadi lecet karena kamu tidak mau membantu?" Ucap Vindra percaya diri.


"Cihh.....yang bilang kamu ganteng siapa?" Cetus Cinta masih diam di posisi nya.

__ADS_1


"Semua orang...." Lagi-lagi Vindra begitu percaya diri membuat Cinta semakin geram.


"Aku enggak....." Ucap Cinta singkat dengan raut wajah yang entah kenapa malah tersipu malu.


"Bohong...." Ucap Vindra tersenyum miring kembali.


Cinta pun membawa masuk Vindra ke dalam kamar mandi. Langkah nya ragu mendekati closet duduk yang terletak di sebelah wastafel.


"Apa lagi? Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Apa mau aku juga yang membantumu membuka celana?" Gerutu Cinta melotot pada Vindra. Ia pun segera berbalik badan.


"Memang nya kamu mau melakukan nya?" Goda Vindra dengan senyum yang mengembang. Sembari ia melakukan hal yang sedari tadi ia hendak lakukan.


Cinta semakin gelisah ia pun sengaja menyalakan keran air wastafel untuk meredam suara dari buang air Vindra.


Ini adalah hal yang paling memalukan yang pernah aku lakukan....


Vindra benar-benar sudah berhasil mengerjai ku....


Lihat saja jika dia sudah sembuh dari sakit nya, aku pasti akan membalas perbuatan nya ini....


TBC.

__ADS_1


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹


__ADS_2