
Dewi, Angga, dan Vindra menunggu didepan ruangan dimana Andra sedang ditangani dokter.....
Dewi sang ibunda terus menangis tiada henti dipelukan suaminya. Bagaimana kondisi anak kesayangan nya? Tak sanggup dia menghadapi kebenaran tentang penyakit Andra beberapa bulan lalu.....
Vindra berjongkok ditepi pintu ruangan tersebut. Terlihat sangat jelas jika dia sangat cemas dan khawatir.....
Sesekali ia mengacak rambut nya, dan mengusap wajah nya frustasi. Air matanya sudah mengalir sedari tadi.
Kembali ia teringat tentang kenangan mereka bersama. Bahkan kata-kata terakhir yang Andra katakan selalu tergiang dikepalanya.
Tidak lama kemudian, datanglah Audy mamah Vindra. Dia langsung menghampiri Vindra, dan memberikan anaknya itu pelukan hangat. Untuk menenangkan nya....
Lalu menghampiri Dewi dan Angga.....
" Dewi kamu yang sabar yah dengan Angga.....yakin Andra akan baik-baik saja "
Audy memeluk dan menepuk-nepuk bahu Dewi.
" Makasih Kak....sudah mau datang kemari "
Ucap Dewi, dengan suara yang bergetar karna isakan.
" Aku sudah menganggap Andra seperti anak ku sendiri Dew.... " ucap Audy.
Tidak lama kemudian....
Dokter dan satu orang perawat keluar. Mereka memberitahukan keadaan terkini Andra....
Vindra beserta yang lain langsung mendekat, mendengarkan dengan seksama. Vindra terduduk lemas, kakinya seperti sudah tak bisa berdiri lagi.
Hati nya hancur dalam sekejap, menerima kenyataan pahit.....
Sedangkan Dewi jatuh pingsan didekapan suaminya. Dia begitu terkejut mendengar penjelasan dokter.....
Anak kesayangan nya, anak semata wayang nya. Kini terbaring koma, dan memerlukan perawatan yang lebih intensif lagi.
Andra harus dipindahkan kerumah sakit yang memiliki peralatan lengkap. Untuk mengobati penyakit Andra.
Penyakit Andra sudah memasuki stadium tiga, yang satu tingkat lagi sudah stadium akhir. Karna sudah terlalu lama, dan tidak pernah memeriksa kan kedokter gejalanya. Akhirnya parah seperti ini....
Ternyata Andra sudah sering merasakan gejala-gejala nya, namun dia tetap membiarkan nya saja.
Dia berpikir jika itu hanya sakit-sakit biasa. Karna kecapean atau kebanyakan aktivitas. Itulah salah nya Andra....
Sampai seketika empat bulan yang lalu, dia jatuh pingsan tergeletak didalam kamar mandinya. Lalu dibawa kerumah sakit oleh orang tuanya. Dan disitulah dia dinyatakan, mengidap penyakit Leukimia.
Sejak itu juga dia mulai merasakan sakit dikepalanya yang sangat nyeri. Bahkan dia selalu merasa sesak dan pusing dimalam hari.
Dia sengaja meminta pada orang tuanya. Untuk tidak memberitahukan kepada orang lain tentang penyakinya itu. Cukup mereka saja yang tahu....
Terlebih kepada Vindra sahabatnya, sekaligus Cinta pacarnya. Dia tidak mau orang-orang merasa khawatir dan cemas akan dirinya....
Vindra terus menangis, meratapi keadaan sahabatnya itu. Saat perawat-perawat dan dokter. Membawa Vindra keluar dari ruangan itu dan memindahkan nya keruangan khusus.
Vindra tak kuasa, melihat sahabatnya itu terkujur lemas, wajahnya pucat, dan alat bantu pernafasan yang terpasang melingkar dikepalanya.
Perih sekali rasanya, hatinya seperti teriris. Kenangan-kenangan indah persahabatan mereka, teringat kembali dibenak Andra.
Dia hanya bisa menatapi kepergian Andra yang dibawa oleh perawat diatas ranjang rumah sakit. Tak sanggup melangkah lagi kakinya, karna itu dia memilih untuk diam dan menunggu disana.
Malam itu juga, Andra langsung diterbangkan ke Singapore. Untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi. Karna peralatan rumah sakit disana, sangat lengkap untuk mengobati penyakit Andra......
****
Tiga hari sudah berlalu, setelah kejadian Andra pingsan itu. Lalu mengalami koma, dan diterbangkan kesingapore.....
Selama itu juga Vindra tidak masuk sekolah. Bahkan keluar kamar untuk makan saja dia enggan. Rasanya sangat hampa, entah kenapa.....
Padahal mereka sudah pernah terpisah jauh, tapi perasaan nya beda. Saat ini yang dirasanya adalah ketakutan jika sahabatnya itu akan pergi sangat jauh tidak akan kembali......
Membuat Vindra sangat terpukul dan tidak ada hasrat untuk menjalani hari-hari nya. Audy begitu sedih melihat sang anak, yang berlarut-larut dalam kesedihan itu terus menerus.....
__ADS_1
****
Tiga hari, Empat hari, Lima hari, Bahkan sudah seminggu......
Tepat pada hari senin ini, Vindra akhirnya memutuskan untuk masuk sekolah lagi. Hati nya sedikit tenang saat diberi kabar, jika Andra sudah melewati fase kritisnya. Tinggal menunggu dia sadar saja.....
Seperti biasa Vindra melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju sekolah. Melewati jalanan yang biasa dia lewati.....
Tiba-tiba terlintas dibenaknya sosok Cinta. Saat melewati perempatan, dimana mereka pertama kali bertemu.....
Vindra hampir melupakan nya, karna terlalu memikirkan keadaan Andra. Dia sudah lupa akan janji nya.....
Janji seorang pria harus ditepati, jika ingin menjadi pria sejati. Karna pria sejati tidak akan mengingkari janji mereka, apalagi mendustakan nya.....
Sepanjang jalan dia terus memikirkan, dimana Cinta? Dan bagaimana keadaan nya dalam seminggu ini?
Mengingat bagaimana dia juga merasa terpukul, karna Andra memutuskan nya secara sepihak. Walaupun dia tidak tahu pasti alasan dibalik itu semua....
Jika dia tahu kebenaran nya, pasti dia akan sangat-sangat terpukul. Melebihi perasaan terpukulnya saat ini......
Ingin sekali Vindra memberi tahunya, tapi dia sudah berjanji pada Andra. Dia harus menepati janjinya itu.....
Sesampainya disekolah, seperti biasa Vindra disambut oleh teman-teman nya. Meskipun masih ada teman-teman yang mengisi hari-harinya. Tetap saja rasanya masih kurang jika tidak ada Andra.....
*****
Tidak terasa hari sudah sore, sudah waktunya pulang sekolah....
Kini Vindra sedang bersandar pada motor, diparkiran. Matanya tak henti menyapu setiap siswa yang lewat keluar dari gerbang.
Mencari-cari sosok Cinta, yang sedari pagi dia tidak melihatnya. Kemana sebenarnya wanita itu? Kenapa seharian ini dia tidak melihat batang hidungnya disekolah?
" Jangan-jangan dia gak sekolah ....apa aku ke kostsan nya aja? Baiklah "
Gumam Vindra, sembari memakai helm nya. Saat hendak pergi, Vindra ditahan oleh Tasya.
" Vin....gimana kabar Andra? Gw dengar dari ayah kalau Andr....... "
" mmhhhmm.....lepas....apaan sih Vin, lipstik ku belepotan nih...huh "
Tasya mencoba melepaskan tangan Vindra dimulutnya. Lalu menggerutu kesal.
" Kalau punya mulut itu direm-rem kalau ngomong, ada yang dengar gimana? "
Bentak Vindra dengan kasar nya.
" Aku kan gak tau, gak usah marah juga...ngeselin "
Sahut Tasya yang tak kalah ketus.
" Andra sudah baik-baik aja, lagian bukan urusan mu " jawab Vindra pelan namun ketus.
" Yasudah.... "
Lama kelamaan Tasya semakin muak dengan sikap Vindra. Dia langsung pergi aja, tak mau jika berlama-lama melihat wajah songong Vindra. Bisa bikin mood nya rusak aja.....
Vindra pun tak tahu menahu, dia tidak perduli sekarang tentang Tasya. Yang dia fikirkan sekarang adalah "Dimana keberadaan Cinta?" itu saja....
Vindra pun kembali pada niat awalnya, dia menancap gas keluar dari sekolah. Tanpa mengganti seragam sekolahnya. Vindra langsung menuju kostsan Cinta.
Sesampainya disana......
Dia bertanya kepada pemilik kostsan tersebut dimana kamar Cinta. Setelah diberitahu, Vindra langsung menghampiri kamar tersebut.
Lama dia mengetuk, mungkin ada lima belas menitan. Tetapi tidak ada juga sahutan atau tanda-tanda keberadaan Cinta.
Tiba-tiba keluarlah pemilik kamar yang tepat disebelah kamar Cinta. Dia memberitahukan kepada Vindra, jika Cinta tidak ada didalam. Melainkan sudah pergi bekerja....
Vindra pun kembali ke motornya....
Sempat kecewa karna tidak bertemu dengan Cinta. Namun langsung saja terbesit dibenaknya, kejadian dicafe waktu itu.
__ADS_1
Dia mengingat jelas jika Cinta bekerja sebagai SPG rokok. Dia menawar-nawarkan rokok dicafe-cafe.....
Vindra pun menyalakan motornya, dan berlalu dari sana. Berniat untuk mencari Cinta, yang pasfi nya dicafe-cafe terdekat yang banyak pengunjung pria nya.
" Untuk apa sih dia bekerja seperti itu, apa fidak takut diganggu om-om brengsek seperti kemarin....huh "
Gumam Vindra, sembari menghela nafasnya kasar.
Setengah jam sudah dia berputar-putar, mendatangi beberapa cafe. Namun tidak juga menemukan Cinta.
Sampai akhirnya dicafe yang terakhir, tempat dia bersama dengan Tasya biasanya. Ragu tapi tetap dia harus mengecek disana juga....
Brum..brum..brum
Vindra memakirkan motornya diparkiran. Tepat disebelah mobil dengan gambar brand rokok yang dijual Cinta.
Benar firasatnya untung saja dia pergi kesana.....
Vindra masuk kedalam cafe tersebut. Tanpa memandang kelain. Mata Vindra langsung tertuju pada wanita yang tengah berdiri disana.
Wanita cantik dan jangkung itu, memakai setelan seperti perawat-perawat wanita yang imut.
Sudah biasa untuk Cinta memakai, pakaian-pakaian aneh tersebut saat promosi seperti itu.
Vindra mengerinyitkan dahinya, melihat Cinta sedang berbicara dengan seorang pria. Terlihat sedang marah, kemudian....
Plak....
Cinta menampar wajah pria itu, sepertinya karna kata-kata yang diucapkan pria tersebut. Pria itu pun semakin emosi....
Dia hendak memukul Cinta, namun ditahan olej seorang wanita yang diduga pacarnya. Wanita itu langsung menampar Cinta dan mendorongnya hingga terjatuh.
Vindra pun langsung berlari hendak menolong Cinta. Dia sangat marah dan geram melihat orang-orang itu menyiksa Cinta.
Seperti waktu diruangan kepala sekolah, saat Dewi dan Angga orang tua Andra. Melabrak, mencaci, menghina, bahkan menyakiti Cinta.
" kamu gkpp kan....sini kubantu "
Vindra menggapai kedua lengan Cinta. Dan memegang kedua pipi Cinta. Melihat memar diwajah nya.
" Vindra? " lirih Cinta, seketika matanya membulat.
Tak percaya melihat sosok Vindra. Seminggu sudah dia tidak melihatnya. Padahal banyak yang ingin ditanyakan nya pada Vindra. Juga ingin mengembalikan baju yang waktu itu dipinjamkan oleh Vindra.
Vindra pun menoleh menatap tajam kearah wanita yang menampar Cinta tadi. Kesal, marah, dan geram yang dirasakan Vindra saat ini.....
Dia pun menampar balik wanita itu menggunakan tangan Cinta. Sontak semua orang disana langsung menoleh kearah mereka.
Wanita itu langsung ngamuk-ngamuk kepada Vindra. Dia mencakar, memukul-mukul bahu Vindra yang menjadi tameng melindungi Cinta. Dari serangan itu.
" Vindra....kamu... " ucaP Cinta.
Saat melihat Vindra memeluknya, dan rela menerima amukan wanita gila itu. Demi dirinya.
" Diam lah, jangan bergerak nanti kamu bisa kena pukul " ucap Vindra.
Dia tersenyum, lalu dalam satu hentakan. Meskipun tidak sekuat tenaga, Wanita gila itu tersungkur jatuh kelantai.
Kemudian sang pacar, yang tidak terima pacarnya diperlakukan seperti itu. Langsung menarik kerah baju Vindra, hendak memukul nya.
Bugh....bugh....
Dua pukulan berhasil mendarat diwajah Vindra. Tidak sakit, Vindra malah tertawa. Membuat pria itu semakin geram....
" Dasar bocah ingusan, masih SMA berani melawanku " bentak pria itu.
" Kenapa memangnya, Cihhh "
Tepat didepan wajah pria itu, Vindra meludah. Pria itu semakin emosi, dia hendak meninju kembali wajah songong Vindra.
Namun ditahan oleh satpam yang terlambat datangnya itu. Mereka pun dileray kan. Setelah itu Vindra langsung membawa Cinta keluar dari cafe itu. Begitu pun juga pria dan wanita tadi yang diusir oleh pemilik cafe nya.....
__ADS_1
Happy Readings🙏🙏