
Sesampainya Vindra di rumah. Ia langsung disambut oleh kedua orang tuanya yang sedang sarapan di meja makan.
"Vin....dari mana saja kamu?" Teriak Audy sang mamah.
Langkah Vindra terhenti ketika dirinya hendak menaiki tangga. Ia langsung berbalik arah menghampiri Audy. Vindra merasa sangat bodoh. Bagaimana jika sang mamah tahu jika dirinya menginap di kost nya Cinta? Apa yang akan dipikirkan mamah nya terhadap gadis itu?
"Vindra dari rumah Cinta mah, tadi malam Vindra ketiduran...." Jujur lebih baik dari pada berbohong pikir Vindra.
"AAPA? Kamu menginap di sana? Pah...lihat anak mu dia sudah mulai dewasa, bagaimana bisa dia menginap seenak nya di rumah seorang gadis? Mamah benar-benar tidak habis pikir pah...." Audy tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Mamah tenang dulu, Vindra tidak melakukan apa-apa kok.....jangan berpikiran yang tidak-tidak mah" protes Vindra yang di tatap menyelidiki oleh sang mamah.
"Biarkan lah mah, Vinrra sudah besar....dia pasti tau yang mana baik dan buruk" sahut Barrey sang papah seraya terus fokus dengan santapan nya.
"Yasudah lah.....sana pergi ke kamar mu ganti baju, setelah itu sarapan baru berangkat ke sekolah!!" Audy men-titah Vindra agar segera mengganti pakaian dan berangkat ke sekolah nya.
__ADS_1
Vindra mengangguk dan langsung berjalan menuju tangga. Tetapi entah kenapa dia merasa kepala nya sangat pusing. Pandangan nya juga berputar-putar. Ketika kaki kanan nya baru saja menapaki satu anak tangga. Vindra terjatuh kehilangan kesadaran nya.
"VINDRA?" teriak Audy ketika melihat sang anak jatuh pingsan. Barrey langsung berlari mendekati Vindra di susul dengan Audy di belakang nya.
"Vin.....Vin.....bangun Vin? Astaghfirullah, mah badan Vindra sangat panas....sepertinya dia demam" Barrey memegangi tubuh Vindra yang terkulai lemas. Dia merasakan panas sekali tubuh anak nya itu.
"Iya pah....ayo bawa dia ke kamar pah, sepertinya Vindra kedinginan semalaman....mama yakin itu penyebab dia demam pah...." Sahut Audy yang berjalan di belakang sang suami.
Vindra pun dibawa ke dalam kamar nya sendiri. Sang mamah dengan telaten mengurus Vindra yang demam. Jauh di dalam hatinya Audy, ia sama sekali tidak menyalahkan siapa pun mengenai keadaan Vindra sekarang.
Sore harinya sehabis pulang sekolah....
Seharian ini aku tidak ada melihatmu Vin? Kamu dimana? Apa jangan-jangan kamu tidak masuk sekolah karna sakit?
Aku telpon kamu juga gak angkat-angkat, apa yang harus aku lakukan? Aku harus melihat keadaan Vindra....
__ADS_1
Cinta berdiri di depan gerbang sekolah nya. Menengok kiri kanan. Mengabsen satu persatu wajah siswa yang keluar dari sekolah. Tetapi sosok yang dia cari-cari tidak ada. Cinta frustasi sendiri, dia benar-benar jadi tidak tenang.
Akhirnya dia memutuskan untuk memberanikan diri mendatangi rumah Vindra. Tetapi sebelum nya Cinta sempat mengalami kendala. Karena tidak sengaja berpapasan kembali dengan Mey.
"Tidak tahu malu....sudah tahu dari awal jika memang dirinya sendiri tidak pantas, tapi masih saja berusaha mendekati Vindra!!!!! Kalau aku sih malu yah, apalagi sudah ketahuan orang banyak kerjaan nya seperti itu....."
Sindiran pedas dari mulut Mey yang berdiri tepat di sebelah Cinta. Dengan ponsel yang menempel di telinga nya. Mey seolah sedang berbicara dengan seseorang di ponsel nya. Tetapi Cinta yakin jika wanita sok cantik itu sedang menyindirnya.
Cinta menghela nafas nya dengan kasar. Mendekati Mey dan mencengkram lengan wanita rubah itu. "Awwhh.....sakit.....lepaskan aku" Mey meringis kesakitan.
"Kamu kira aku akan tinggal diam? Jika kau selalu saja mengganggu ku.....sebenarnya apa sih masalah mu dengan ku, aku merasa tidak punya salah padamu...." Cinta melepaskan cengkraman nya dengan mendorong sedikit tubuh Mey hingga tersentak mundur sedikit.
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏
__ADS_1
Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹