More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 21


__ADS_3

Vindra melajukan motornya denga kecepatan maximal, menyusuri jalanan yang biasa dilewati oleh Cinta. Perasaan Vindra seakan tercampur aduk tidak karuan. Dia begitu cemas terhadap Cinta, takut gadis itu melakukan hal yang buruk.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Vindra pun menepikan motornya dipinggir jalan. Kemudian mengangkat panggilan tersebut.


" APA? Baiklah Om, Vindra segera kesana " ucap Vindra sebelum mengakhiri panggilan tersebut.


Panggilan yang ternyata dari Angga, dia memberitahu Vindra jika Cinta kini berada didepan rumah nya. Vindra pun langsung menyalakan kembali motor dan melaju menuju komplek rumah nya....


" Cinta...sebenarnya apa yang kamu lakukan disana?.... " gumam Vindra.


Motor Vindra melaju menuju komplek perumahan mereka. Saat baru melewati pos satpam, Vindra tak sengaja berpapasan dengan mobil Angga. Dia sempat melihat wajah Dewi yang terlihat kesal dan emosi. Perasaan Vindra semakin kalut, apakah Dewi telah memarahi Cinta lagi?


Vindra semakin mempercepat laju motornya. Dari kejauhan Vindra dapat melihat sosok Cinta yang terduduk ditanah. Sedangkan orang-orang disekitarnya hanya diam tak membantu.


" Cinta.... " ucap Vindra.


Dia pun bergegas turun dari motor, dan menghampiri Cinta.


" Vindra.... " Lirih Cinta, saat mendapati sosok Vindra saat itu.


Cinta langsung mengusap air matanya, dan berusaha untuk berdiri sendiri. Namun dengan sigap Vindra memapah Cinta untuk berdiri. Kemudian dia menepuk-nepuk rok belakang dan meniup telapak tangan Cinta, yang kotor karna pasir.


" Awwh.... " Cinta meringis pelan, karna merasa perih saat telapak tangan nya ditiup.


Vindra memegang pergelangan tangan Cinta dan menatap matanya lekat. Gadis yang malang, pasti saat ini hatinya bertanya-tanya mengenai Andra.


" Sakit yah? " ucap Vindra pelan.


Cinta mengangguk lalu menunduk kan pandangan nya. Vindra pun sadar jika saat ini banyak sekali orang yang memandangi mereka. Vindra menoleh sekeliling....


" Apa yang kalian lihat, BUBAR.....urus-urusan kalian sendiri, gak usah ngurusin urusan orang lain.... "


Dengan suara lantang Vindra mengusir orang-orang, yang menyaksikan mereka. Vindra pun memakai kan helm dikepala Cinta. Gadis itu hanya diam tak bereaksi sama sekali. Dia juga tak bicara satu kata pun.


Vindra mengusap bekas air mata dipipi Cinta. Mata keduanya bertemu saling menatap dengan lekatnya. Vindra mengangguk, begitu pun Cinta membalasnya.


" Aku akan membawamu kesuatu tempat...tapi berjanjilah kamu tidak boleh memberitahu orang lain " ucap Vindra sembari menaiki motor nya.


Cinta mengangguk kemudian naik keatas motor Vindra.


Brum...brum...brum


Motor Vindra meninggalkan depan rumah Andra. Dia membawa Cinta pergi kesuatu tempat, yang akan menjawab semua pertanyaan Cinta.


Beberapa menit kemudian....


Sampailah mereka disebuah pemakaman elite. Disana mereka disambut oleh satpam yang berjaga didepan nya.


Awalnya Pak satpam itu tidak mengizinkan Vindra dan Cinta untuk masuk. Tetapi setelah berbicara lama dengan Vindra, akhirnya pak satpam itu memperbolehkan mereka masuk.

__ADS_1


Kini Vindra dan Cinta berdiri tepat didepan satu makam. Seketika itu juga air mata Cinta menetes dengan begitu derasnya. Kaki nya melemas hingga membuatnya terduduk. Dipeluknya batu nisan yang bertuliskan nama sang kekasih hati.


Tak pernah sama sekali dia membayangkan Andra akan pergi secepat ini. Ada perasaan bersalah yang dirasakan Cinta kini. Karna dia sempat berpikiran buruk pada Andra. Sekarang dia baru sadar kenapa Andra memilih untuk putus darinya.


Pasti karna Andra tidak mau membuat Cinta lebih menderita ditinggal pergi seperti ini. Kebanding diputuskan sepihak karna alasan orang tua.


Cinta terus menangis tersedu-sedu, tapi dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Melainkan hanya suara isakan saja yang keluar dari mulutnya.


Vindra yang melihat pemandangan haru itu, ikut merasa sedih. Hatinya juga sama perihnya seperti Cinta. Bukan hanya karna melihat Cinta menangis, tetapi juga karna hati Vindra masih dalam keadaan berduka. Kepergian Andra yang begitu tiba-tiba membuat semua orang merasa sangat kehilangan.


" Maafkan aku Ndra...aku sudah memberitahu nya tentang kebenaran ini!! Bagiku dia harus mengetahui yang sebenarnya, dari pada dia akan terluka lebih sakit lagi nantinya..... " Gumam Vindra.


Vindra mendekati Cinta yang tidak lepas memeluk batu nisan bertulis nama Andra itu. Dia ikut berjongkok disebelah Cinta. Kemudian Vindra memegang pundak Cinta. Membuat Cinta langsung menoleh padanya.


" Andra sudah tenang disana, kamu gak boleh seperti ini....Andra akan sedih melihat nya " ucap Vindra.


Cinta diam dan menatap Vindra dengan sendu, kemudian kembali menatap batu nisan Andra. Ucapan Vindra ada benarnya. Dia tidak boleh seperti ini, Andra pasti sangat sedih jika melihatnya begitu.


Cinta mengusap air matanya lalu mengecup batu nisan itu. Kemudian mengelusnya perlahan, seolah-olah itu adalah Andra.


" Kamu yang tenang disana yah, semoga Allah menempatkan mu bersama dengan orang-orang yang disayanginya.... " ucap Cinta sembari tersenyum.


Cinta dan Vindra berdiri bersamaan, kemudian berlalu meninggalkan makam Andra. Dengan langkah berat nya Cinta pergi.


Diperjalanan Cinta hanya diam, begitu pun Vindra. Tidak ada diantara mereka yang ingin memulai percakapan. Vindra melirik kearah sepion kanan, yang memperlihatkan jelas wajah cantik Cinta.


Mata yang sembab, hidung merah, dan tatapan sendu, Cinta malah terlihat semakin cantik dimata Vindra. Sedang asyik melirik-lirik Cinta sesekali, Vindra terkejut dan jadi salah tingkah. Saat Cinta tak sengaja melihat kesepion itu juga.


" Kamu sudah makan? " tanya Vindra tiba-tiba.


" Hmm...belum " jawab Cinta pelan.


" Kalau begitu kita singgah dicafe dulu makan " ucap Vindra yang dibalas anggukan oleh Cinta.


Vindra kembali melirik sepion kemudian tersenyum. Mendapat jawaban iya dari Cinta. Vindra pun melajukan motornya menuju cafe.


.


.


.


Vindra dan Cinta duduk berhadapan menunggu pelayan membawakan pesanan mereka. Vindra sadar jika sedari tadi semua pandangan mata tertuju pada mereka berdua.


Cinta merasa risih ditatapi orang-orang seperti itu. Karna seragam sekolahnya yang kotor. Dengan sigap Vindra berdiri menghampiri Cinta. Kemudian membukan jaketnya lalu memakaikan nya pada Cinta.


Cinta terkejut mendapat perlakuan manis Vindra. Dia pun menatap Vindra lekat-lekat. Lelaki itu malah melempar senyuman lebar padanya. Membuat Cinta menjadi tersipu malu, dengan wajah yang merah padam.


Tidak lama kemudian pelayan membawakan pesanan mereka. Tak menunggu lama mereka langsung melahap makanan masing-masing. Tak ada obrolan, hanya suara lentikan sendok dan garpu dipiring yang terdengar.

__ADS_1


Setelah selesai makan Vindra langsung mengantar Cinta pulang ke kost-kostan nya. Sesampainya didepan gerbang kos....


" Besok ada acara? " tanya Vindra.


" Ada apa? " Cinta malah bertanya balik.


" Jawab aja... " ucap Vindra.


" Gak ada " sahut Cinta singkat.


" Kalau gitu ayo jalan " Ajak Vindra, dengan wajah sok ganteng nya.


" Enggak bisa.... " Cinta menolak mentah-mentah ajakan dari Vindra.


Raut wajah Vindra seketika berubah, dia sedikit kesal. Kembali lagi sikap sombong Cinta, fikirnya. Vindra mengatur nafas nya agar tidak emosi.


" Senin ada try out, memangnya kamu gak belajar? Malah ngajak jalan..... " cetus Cinta.


Vindra menghela nafas nya sembari memutar bola mata nya malas. Berusaha mencari alasan lain untuk mengajak Cinta keluar. Cinta harus mendapat hiburan, jika dia berdiam diri saja pasti kesedihan akan merasukinya kembali.


Maka dari itu Vindra berniat untuk mengajak nya hangout dihari minggu. Sekalian juga saling menghibur diri masing-masing. Mengingat mereka berdua sama-sama terpukul atas kepergian Andra.


" Kalau begitu besok aku jemput jam 10 pagi, siap-siap yah " ucap Vindra bersemangat.


Cinta mengerinyitkan dahinya. Merasa heran dengan lelaki dihadapan nya itu.


" Kamu itu memang gak dengar atau pura-pura gak dengar? Kan aku tadi sudah bilang, aku itu mau belajar buat try out senin..... " ucap Cinta dengan nada ketus.


"  Iya memang belajar, yang mau ngajak jalan siapa? " elak Vindra dengan wajah songong nya.


" Kamu... " Cinta semakin tidak mengerti maksud Vindra.


" Belajar bersama dirumahku.....hahaha " ucap Vindra tanpa berdosa, kemudian tertawa.


" APA? Gila yah....gak mau akhh " Cinta terkejut, dan tentu saja langsung menolak.


" Pokoknya besok jam 10 sudah siap-siap......aku pergi dulu.....Daahhh sampai besok " ucap Vindra dengan entengnya.


Sebelum Cinta menjawab, Vindra langsung cepat-cepat menancap gas pergi.


Cinta menatap kesal sosok Vindra yang menghilang semakin jauh. Dia benar-benar tak mengerti jalan fikiran anak itu. Seenak nya saja memerintah dirinya.


" Apa sih maunya tuh orang, ngeselin dan nyebelin banget jadi cowok " gumam Cinta menggerutu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2