More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 27


__ADS_3

Tidak lama kemudian selesai lah Cinta mengobati luka dipunggung dan leher belakang Vindra. "Sudah selesai" ucap Cinta tersenyum, merasa satu tugas sudah selesai.


"Sudah yah....kalau begitu aku pake baju lagi" Vindra hendak memakai baju nya kembali, tapi ditahan oleh Cinta. "Apa lagi? Katanya udah selesai" Vindra mengerinyit.


"Memang sudah selesai, tapi luka lebam dan memar nya belum....tunggu disini" ucap Cinta sembari berlalu keluar dari kamar Vindra.


Vindra hanya diam dan menghela nafasnya lelah. Sembari menatap kepergian Cinta yang menghilang dari balik pintu.


Beberapa saat kemudian, Cinta kembali kedalam kamar Vindra. Dengan membawa kompres es batu ditangan nya. Lalu menghampiri Vindra ditempat tidur.


"Buat apa itu?" tanya Vindra heran.


"Yah buat itu....supaya sakitnya mereda" jawab Cinta.


"Gak mau dingin akh" Vindra bergidik ngeri, membayangkan dingin nya kompresan itu mengenai tubuhnya. Karna Vindra memang benci yang namanya dingin.


"Sudah deh kaya anak kecil aja, orang cuman dingin sedikit aja" Cinta memaksa Vindra untuk berbalik. Mau tidak mau Vindra menuruti nya. Dari pada nanti dia dibilang penakut dengan dingin. Pastinya malu, fikir Vindra.


Saat Cinta menempelkan kompres tersebut dibagiam memar punggung Vindra. Vindra tersentak kaget, dan menggeliat kedinginan. "Hiihh....dingin" Vindra menggetar-getar kan tubuhnya.


Sontak membuat Cinta tak bisa menahan tawanya. "Hahaha....apasih lucu banget, ketahuan takut dingin nih orang" Cinta tersenyum dengan manis nya.


Membuat hati Vindra kembali berdebar-debar, sekaligus menahan rasa malu. Mereka pun tertawa bersama, dengan perilaku aneh Vindra itu.


Tok...tok...tok


Pintu kamar Vindra diketuk oleh seseorang, lantas kedua nya langsung menoleh secara bersamaan.


"Mamah...." ucap Vindra saat mendapati sosok Audy berdiri didepan pintu kamarnya.


Audy tersenyum lebar pada Cinta dan juga Vindra, dia pun langsung menghampiri keduanya. "Mamah dengar dari Bi Wulan katanya Vindra terluka...." ucap Audy cemas.


"Tante...apa kabar" Cinta menyalimi tangan Audy dengan sopan.


"Baik sayang, kamu gimana? Kok baru kelihatan" Audy tersenyum dan mengelus lembut kepala Cinta.


"Cinta baik kok tante" sahut Cinta tersenyum getir.


Sedangkan Vindra hanya diam, melihat kedua wanita yang sedang saling menyapa itu. Ada perasaan tenang di dalam hatinya melihat Cinta dan sang mamah akur seperti itu. Kembali ia teringat bagaimana Dewi mamah nya Andra memperlakukan Cinta dengan buruknya. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi pada Cinta dan Audy. Vindra yakin sang mamah tidak sejahat Dewi.


"Astaga Vindra...ini kenapa? Kok bisa sampai begitu?" Audy terkejut bukan main saat melihat punggung dan leher belakang sang anak parah.

__ADS_1


"Hmm...sebenarnya in...." lirih Cinta. Dia berniat ingin memberitahu Audy jika yang terjadi pada Vindra, karna ingin melindungi dirinya. Tapi perkataan Cinta terhenti saat Vindra menggapai dan menggenggam erat tangan nya.


Vindra mengedipkan matanya, agar Cinta diam. "Apaan sih mah, Vindra udah besar masa kaya gini aja pake histeris" ucao Vindra tersenyum getir, mencoba menenangkan Audy.


Cinta menatap sendu wajah Vindra, lalu beralih menatap genggaman tangan Vindra pada tangan nya yang erat. "Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kamu selalu seperti ini padaku?" batin Cinta.


"Hmm....tapi kan Mamah khawatir sayang" ucap Audy lagi cemas, dia menyentuh pelan punggung belakang Vindra. "Awwh....." ringis Vindra.


"Maaf sayang...." kaget Audy.


"Sebaiknya Mamah pergi mandi sana, bau keringat tau...." Vindra berucap sambil menutup hidung nya. Berharap sang mamah pergi, karna terlihat Cinta begitu canggung.


"Ooh iya....hehehe maaf yah!? Kalau begitu mamah mandi dulu, Cinta nanti turun yah kebawah ada sesuatu yang ingin tante kasih ke kamu" Audy tersenyum dan berlalu pergi keluar dari dalam kamar Vindra. Cinta mengangguk dan membalas senyuman Audy.


Setelah kepergian Audy.....


Cinta menatap kembali genggaman tangan Vindra yang masih belum terlepas. Sedetik kemudian Vindra pun tersadar, dia langsung melepaskan tangan Cinta. "Maaf...." lirihnya.


"Gak papa kok...." Cinta tersenyum lebar, membuat Vindra tertegun.


"Tolong ambilkan baju ku itu...." Vindra menunjuk bajunya yang terletak disebelah Cinta. Meminta tolong untuk mengambilkan nya. Cinta pun mengambilkan baju Vindra.


"Ini..." Cinta memberikan baju tersebut pada Vindra. Vindra langsung memakai nya.


"Hmm..." Cinta mengangguk.


Mereka berdua pun turun kelantai bawah, menunggu Audy diruang santai. Vindra duduk disofa dengan disusul Cinta yang duduk tepat disebelah nya.


Entah kenapa Vindra merasa ada yang aneh, kenapa sedari tadi Cinta hanya diam. Bahkan dia memilih duduk tepat disebelah Vindra.


"Duduk nya agak jauhan deh" Vindra menunjuk bagian sofa yang masih kosong.


"Kamu aja pindah, aku sudah enak disini" sahut Cinta dengan cuek nya, bahkan tanpa melihat Vindra.


Vindra menggigit bibir bawah nya gemas dengan tingkah Cinta. "Dasar keras kepala....." Vindra mengacak-acak rambut Cinta.


"Ihhhh, apaan sih rambut ku berantakan tau" Cinta menggerutu sembari merapikan rambutnya kembali.


"Biarin dasar cewek keras kepala....kepala batu pula" Vindra semakin mengejek Cinta, lalu dia beranjak kesofa yang ditunjuk nya tadi.


"Apa kamu bilang, nih rasain..." Cinta mengacak balik rambut Vindra, begitu pun Vindra sebaliknya.

__ADS_1


Sesaat kemudian datanglah Bi Wulan membawakan minuman dan cemilan untuk Vindra dan Cinta. Melihat tingkah Vindra dan Cinta yang berkelahi, sangatlah lucu. Membuat Bi Wulan tersenyum lucu sambil menutup mulutnya.


Menyadari kehadiran Bi Wulan, Vindra dan Cinta terhenti. Lalu kembali ketempat duduk masing-masing. Bersamaan dengan Audy yang telah selesai mandi dan bersih-bersih. Audy pun ikut duduk bergabung dengan Cinta dan Vindra.


"Sudah mau pulang yah sayang......" tanya Audy pada Cinta.


"Hah? Heheh iya tante, udah sore juga Cinta ada kerjaan" ucap Cinta tersenyum sopan. Seketika Vindra menoleh kearah Cinta, dengan raut wajah heran.


"Kalau begitu, ini untuk kamu....kemaren itu waktu tante di Balikpapan, gak sengaja lihat ini!? Tante fikir kayanya cocok deh buat kamu, karna kulit kamu yang putih bersih pasti cantik jika kamu memakainya" Audy menyodorkan totebag kecil yang berisi kotak perhiasan.


"Tante kok repot-repot sih....Cinta gak yakin akan cocok jika Cinta yang pake" ucap Cinta gugup.


"Pasti cocok tante yakin, kamu terima yah!? Kalau kamu gak terima, tante ngambek aja" ucap Audy manyun.


"Hmm baiklah tante....makasih" Cinta menggapai totebag tersebut, tapi ditahan oleh Audy.


"Tante pakein yah..." Audy merogoh kedalam totebag itu, dan mengeluarkan isi didalam kotak nya.


Vindra dan Cinta tertegun saat melihat gelang giok berwarna hijau lekat, yang begitu indah mengkilap. Audy pun meraih tangan kiri Cinta dan melingkarkan gelang giok itu dipergelangan tangan Cinta.


"Baguskan, cantik banget ditangan kamu sayang...gimana Vin, Cinta cantik kan" Audy mengelus-elus tangan Cinta dengan lembut dan meminta pendapat Vindra.


Vindra terkejut spontan dia menjawab, "Iya beneran sangat cantik...."


Seketika pipi Cinta memanas dan merah merona, mendapat pujian dari Vindra. Begitu pun Vindra yang jadi salah tingkah sendiri.


Tapi entah kenapa Cinta malah meneteskan air matanya, air mata bahagia tentunya. Dia kembali teringat oleh Dewi yang tidak pernah memperlakukan nya dengan baik.


"Loh kok malah nangis sayang? Jangan nangis dong" Audy mengusap air mata Cinta yang membasahi wajah cantik nya.


"Kenapa kamu malah nangis?" Vindra ikut khawatir, ada apa dengan gadis itu. Kenapa dia malah menangis? Fikir Vindra.


"Aku gak papa kok.....sekali lagi makasih yah tante" ucap Cinta.


Audy mengangguk dengan tersenyum, lalu memeluk erat gadis cantik yang dikira nya sebagai pacar sang anak. Cinta membalas pelukan Audy dengan erat juga. Melihat pemandangan itu, Vindra tersenyum.


"Aku merasa sisi lain dari diriku yang hanya keluar disaat aku bersama Andra, kini juga keluar disaat aku bersama mu!? Aku masih tak mengerti apa sebenarnya yang aku rasakan ini...." batin Vindra.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2