More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 53


__ADS_3

Keesokan pagi nya.


Vindra dan Cinta memutuskan untuk berangkat sekolah bersama. Tentunya setelah sebelum nya sarapan bersama


Di perjalanan mereka mengobrol dengan santai, sesekali kedua nya juga tertawa. Membicarakan hal yang menurut mereka lucu.


Vindra memberhentikan motornya ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Tetap mematuhi peraturan lalu lintas adalah salah satu sikap baik yang di miliki Vindra. Meskipun sikap buruk nya lebih banyak.


"Pagi Vin....kebetulan sekali kita bertemu disini" sapa seorang wanita cantik yang duduk di dalam mobil mewah di sebelah motor Vindra.


"Pagi juga Mey...." Sahut Vindra menoleh dan tersenyum ramah. Kemudian kembali menatap lurus ke depan.


"Turun barengan?" Tanya Mey melirik Cinta dengan sinis.


"Hmm...." Vindra mengangguk masih fokus menatap ke depan.

__ADS_1


"Oh iya lupa, pasti kamu gak ada kendaraan kan makanya nebeng bareng Vindra.....gak malu apa? Setiap hari minta di anterin mulu sama orang? Gak mandiri banget" ucap Mey pedas dengan raut wajah nya yang begitu menyebalkan buat Cinta.


Cinta memutar bola mata nya malas, awal nya dia tidak mau menjawab. Lama Cinta berdiam diri. Vindra yang melihat Cinta di kata-katai seperti itu ikut tersulut emosi. Tapi ketika dia hendak membuka mulut menyahuti perkataan Mey, Cinta terlebih dulu menyelip omongan nya.


"Ibu Mey yang terhormat, pertama-tama saya ingin meminta maaf untuk kebiasaan saya yang selalu nebeng Vindra untuk pergi sekolah....tapi asal tau saja, Vindra nya lah yang selalu maksa saya untuk pergi bareng dia!!!" Cetus Cinta tersenyum miring dengan sinis.


Mey mendengus kesal. "Benarkah itu? Percaya diri sekali dirimu...." Ucap Mey terkekeh seperti merendahkan Cinta.


"Benar kok, yah kan Vin...." Cinta menepuk pundak Vindra. Vindra hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.


"....tahu gak, apalagi kalau aku gak mau ikut dia pasti ngancam mau cium aku!! Jadi begitu alasan saya Bu Mey yang terhormat" lanjut Cinta menambah-nambah kan cerita.


Dengan wajah masam. Mey menutup kaca mobil nya lalu menancap gas melaju meninggalkan Vindra dan Cinta.


"Boleh juga...." Ucap Vindra sembari menancap gas kembali ketika melihat lampu lalu lintas berubah hijau.

__ADS_1


"Apanya?" Tanya Cinta bingung.


"Ucapan mu barusan...." Vindra melirik Cinta dari kaca sepion.


"Yang mana?" Cinta semakin bingung tidak mengerti maksud Vindra.


"Setiap hari aku akan menjemput mu untuk berangkat bersama, jika kamu tidak mau....aku akan mencium mu" ucap Vindra dengan ringan nya tanpa merasa berdosa.


Cinta menelan saliva nya sendiri. Dia sudah salah bicara. Saking kesal nya terhadap Mey, sampai-sampai dia berbicara sembarangan seperti itu. Alhasil cowok songong dan tengil di hadapan nya itu jadi kepedean.


"Awas aja kalau kamu berani mencium ku lagi...." Cinta menatap tajam Vindra dari sepion.


Vindra tergelak tertawa sambil geleng-geleng kepala. "Pede sekali cewek satu ini, aku hanya bercanda....lagian siapa juga yang mau mencium mu."


"Cihh....kamu memang cowok yang paling menyebalkan Vin, aku sangat membencimu" gerutu Cinta pelan dengan tatapan mata yang masih sinis.

__ADS_1


Vindra semakin tergelak. Raut wajah marah Cinta memang selalu bisa membuat mood nya senang. Pagi-pagi sudah di buat gemas oleh Cinta. Ingin sekali rasanya Vindra mengecup lembut bibir manis Cinta yang mengerucut. Karena menggerutu.


TBC.


__ADS_2