More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 42


__ADS_3

Malam itu Vindra memutuskan untuk menyusul Cinta. Pasti saat ini gadis itu berada dikost nya. Tidak ada tempat ternyaman untuknya menangis selain dikamar kost nya yang sempit itu.


"Vin...." suara berat Barrey papah nya, menghentikan langkah Vindra yang sedikit lagi mencapai pintu keluar.


Vindra menoleh kearah sumber suara. Barrey bisa melihat kekalutan dan kecemasan di mata sang anak. Baru kali ini ia melihat Vindra seperti itu. Sebelumnya, Vindra bukan type orang yang suka mencampuri hidup orang lain. Terlebih jika itu wanita.


Tapi sekarang?


Vindra benar-benar berubah. Dia sangat perhatian dan begitu antusias jika menyangkut soal Cinta. Barrey bisa melihat gadis itu sepertinya sudah merubah sebagian besar sifat anak nya itu.


"Kamu mau kemana Vin?" tanya Audy yang berdiri tepat di sebelahnya. Entah dari kapan Audy muncul, Vindra sama sekali tidak menyadari nya.


"Vindra mau kekost nya Cinta...." jawab Vindra gusar. Pikiran nya masih belum bisa tenang.


Apa mamah dan papah akan marah mengenai hal tadi? Aku ingin menjelaskan, tapi tidak sekarang....


Pikiran ku masih tidak tenang jika belum mengetahui bagaimana keadaan Cinta....


"Pliss, mamah sama papah jangan larang Vindra....Vindra bakal jelasin soal tadi, tapi tidak sekarang....karna Vindra harus bertemu dengan Cinta dulu...." Vindra melangkah lebar keluar dari rumah.

__ADS_1


Menuruni anak tangga di depan rumah nya. Menuju tempat motornya terparkir.


Brum...brum...brum.


Motornya melaju kencang. Membelah jalanan sepi di waktu yang hampir tengah malam itu. Satu tempat tujuan nya yaitu kostnya Cinta.


Sedangkan masih di dalam rumah. Sepeninggal Vindra yang tergesa-gesa pergi itu. Barrey dan Audy hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Melihat tingkah sang anak.


"Vindra seperti nya sudah berubah mah...." Barrey merangkul sang istri. Berjalan menuju kamar mereka.


"Iya pah...mamah juga merasakan yang sama..." sahut Audy berjalan berdampingan dengn sang suami. Di tangan kanan nya terdapat totebag kecil hadiah dari sang suami.


"Cinta pah..."


"Iya....Cinta....papah yakin dia gadis yang baik mah, bagaimana menurut mamah?" tanya Barrey melirik sang istri.


"Mamah juga yakin seperti itu pah....lihat saja bahkan sekarang dia lebih memikih untuk bertemu Cinta dulu baru mau menjelaskan kepada kita....Vindra sweet banget gak sih pah, kaya kamu dulu...." Audy tersenyum cerah pada suami nya. Terlintas kembali saat-saat dirinya dan Barrey masih tahap pendekatan. Sama persis seperti Vindra. Dingin, cuek, tapi terkadang perhatian.


"Masa sih mah...." tanya balik Barrey yang jadi salah tingkah karna di puji oleh sang istri. Audy membalas dengan anggukan.

__ADS_1


"Tapi pah, kok bisa yah tadi itu gambar-gambar nya terganti? Apa ada yang sengaja? Mamah benar-benar merasa tidak enak pada Cinta pah...kasihan dia pasti sedih banget..." raut wajah Audy berubah cemas.


"Iya mah....papah juga bingung, sepertinya ada yang sengaja ingin mempermalukan Cinta, besok papah akan periksa rekaman CCTV dirumah ini...."


"Iya pah...."


Kini mereka sudah berada di dalam kamar. Audy duduk dipinghiran tempat tidur dengan pandangan kosong kedepan. Seperti sedang memikirkan sesuatu. Barrey mengerinyit heran.


"Apa mamah tidak merasa terkejut dengan hal tadi? Mengenai penampilan dan pekerjaan gadis itu? Papah lihat mamah sama sekali biasa aja?" tanya Barrey yang duduk tepat dis sebelah Audy.


"Untuk apa mamah terkejut pah?" Audy menoleh ke arah suaminya. "Dari awal mamah ketemu sama Cinta, besok nya mamah langsung cari tahu semua tentang anak itu....dan mengenai pekerjaan nya? Mamah juga sudah tahu pah, malah mamah salut padanya pah...dia disini tinggal sendiri dan dia juga bekerja karna harus terus menyambung hidup, mamah sih gak masalah yah....yang penting kerjaan nya halal, masalah penampilan biasa aja sih pah....mamah malah suka ngeliat nya, Cinta punya tubuh yang bagus seperti model....anak itu ternyata juga sangat pintar pah, disekolah nya dia adalah siswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa....jadi menurut mamah, gak ada alasan untuk mamah tidak suka terhadap Cinta....Vindra suka, mamah juga pasti akan suka pah....dia tidak mungkin salah dalam memilih wanita untuk dia sayangi papah" panjang lebar Audy berkata.


Dengan sesekali tersenyum. Audy berbicara sambil mengingat-ingat bagaimana sosok Cinta pikiran nya. Barrey yang melihat nya seperti itu hanya bisa tersenyum dan mendengarkan perkataan sang istri. Yang isi nya semua hanya pujian untuk Cinta.


"Papah jadi gak sabar pengen kenal juga sama gadis itu....bahkan sekarang mamah lebih tahu segala hal tentang nya....sampai-sampai panjang banget pidato nya barusan....hehehe" Barrey tersenyum menggenggam tangan Audy. Membuat Audy tersadar.


"Hehehe......gak gitu juga pah, mamah hanya senang aja dengan Cinta..." Audy membalas senyuman sang suami.


TBC.

__ADS_1


Note : Jangan lupa like, koment, & vote nya, biar aku makin semangat untuk up.🌹🌹 Happy Readings🌹🌹


__ADS_2