More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 54


__ADS_3

Jam istirahat. Semua siswa dan siswi berlomba-lomba pergi ke kantin untuk makan siang. Agar tidak kehabisan makanan yang mereka ingin makan.


Sedangkan tidak dengan Cinta. Dia lebih memilih berdiam diri di kelas. Tidak memiliki teman dekat, itu adalah salah satu alasan Cinta tidak pergi ke kantin.


"Ini...." Sepasang tangan meletakan sebuah roti lapis dan sekotak susu di atas meja Cinta.


"Paling tidak makan lah sesuatu, apa kamu mah sakit" ucap laki-laki yang memiliki sepasang tangan tersebut.


Cinta terkejut dan langsung mendongak ke arah sumber suara itu. "Vindra...." Lirih nya sambil menoleh ke sekeliling.


Memperhatikan raut wajah teman sekelas nya yang melihat Vindra mendekatinya. Cinta merasa tidak enak, karna sebagian besar teman perempuan di kelas nya itu terdengar sedang membicarakan nya. Yang pasti perkataan mereka tidak ada yang enak terdengar di telinga Cinta. Mereka terlalu iri dan sinis terhadap Cinta yang mendapat perlakuan manis dari Vindra. Cowok terkeren dan terganteng yang sangat hits di sekolah mereka dekat dengan wanita se-hina Cinta. Seperti itulah pandangan mereka semua.


"Vin kamu ngapain kesini? Gak enak tau di lihat sama yang lain...." Bisik Cinta dengan raut wajah cemas nya.


Vindra mengerutkan dahi nya. Ia pun mengedarkan pandangan nya ke seluruh siswa dan siswi yang ada di dalam kelas tersebut.


"Kenapa? Apa ada yang tidak terima jika aku datang kesini untuk bertemu Cinta? Jika ada yang merasa tidak senang, sini langsung bicara padaku di depan jangan di belakang" ucap Vindra.


Dengan sifat nya yang tempramental dan emosional, tau sendiri Vindra seperti apa orang nya. Apalagi jika menyangkut tentang Cinta. Vindra tidak akan membiarkan orang-orang yang menghina dan mencaci Cinta jadi tenang. Dia pasti akan melawan dan langsung bertanya blak-blakan apa mau itu orang?

__ADS_1


Semua orang yang ada di dalam kelas tersebut yang tadi nya sedang menatap Vindra dan Cinta. Jadi membuang muka semua. Mereka tidak mau terlibat masalah atau berurusan dengan Vindra. Karena mereka tahu jika Vindra marah seperti apa jadinya.


"Weissshh....tenang bro, loe datang-datang langsung marah-marah....cepat tua woi" seorang lelaki merangkul bahu Vindra dengan akrab nya.


Ia adalah Vinoy mantan teman futsal nya. Vindra merasa risih dengan rangkulan Vinoy, ia pun melepaskan rangkulan Vinoy dengan kasar.


"Bukan urusan mu, ayo kita pergi..." Vindra berbalik badan membelakangi Vinoy. Lalu meraih tangan Cinta, mengajak gadis itu keluar dari dalam kelas nya.


"Vin...lepasin tangan ku, sakit tau" ucap Cinta kesakitan.


"Maaf...." Vindra melepaskan genggaman tangan nya di pergelangan tangan Cinta.


"Yah, itu salah mereka kenapa menatap dirimu seperti itu....aku gak suka" Vindra berbalik badan membelakangi Cinta. Kesal karna disalah kan oleh Cinta.


"Yah tapi gak kaya gitu juga Vin, aku gak mau mereka mikir kita ada hubungan apa-apa...." Ucap Cinta.


Seketika Vindra berbalik memegang kedua pundak Cinta. Memposisikan tubuhnya sedikit membungkuk untuk menyamakan wajah nya dengan wajah Cinta. Di tatap nya lekat manik mata Cinta. Cinta membuang muka.


"Kenapa? Biarkan saja mereka tahu, jika aku menyukai mu Cinta....aku sangat menyukai mu, rasanya aku ingin menjadi satu-satu nya orang yang bisa melindungi mu....aku gak mau jadi orang pengecut seperti hal nya Andra, yang tidak berani mengakui keberadaan mu kepada semua orang...." Tanpa sadar karna terbawa emosi Vindra sampai berucap hal yang begitu egois.

__ADS_1


Cinta menatap tajam Vindra. Mata nya berkaca-kaca, tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut Vindra. Apa salah Andra? Sampai harus membawa lelaki malang tersebut?


Cinta melepaskan tangan Vindra yang memegang kedua pundak nya. "Cinta...." Lirih Vindra dengan raut wajah cemas.


"Kamu boleh egois Vin, tapi apa salah Andra hingga kamu membawa-bawa dirinya? Dia sudah tenang di sana Vin, tapi jika kamu seperti ini dia pasti sedih....aku kecewa Vin, kamu bisa berkata seperti itu" ucap Cinta pedas berhasil masuk ke dalam hati Vindra.


Vindra terdiam, dia sadar jika sudah sangat kelewatan. Tapi apa dayanya, kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut nya.


Cinta berlalu pergi meninggalkan Vindra yang terdiam. "Cinta kamu mau kemana?" Vindra meraih tangan Cinta.


Cinta menoleh dengan air mata yang sudah beruraian. "Jangan mengikuti ku, aku butuh waktu sendiri...."


Mendengar ucapan Cinta yang seakan tidak mau di ganggu oleh nya. Vindra langsung melepaskan genggaman tangan nya saat itu juga. Membiarkan Cinta pergi memenangkan diri.


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2