
Andra....
Maafkan aku yang sudah merindukan mu hari ini....
Aku tahu mungkin ini menyakitkan untukmu disana, tapi aku benar-benar sangat merindukan mu....
Maafkan aku juga karna seperti nya aku tidak bisa menjaga hatiku dengan baik....
Bersamanya aku merasa begitu tenang, seperti aku saat aku bersamamu....
Apakah aku jahat kepadamu? Jika aku merasa sepertu itu?
Aku selalu berdoa untukmu Ndra, mendoakan agar kamu ditempatkan disisi-Nya bersama dengan orang-orang baik lain nya....
Cinta kembali meneteskan air matanya. Tak sanggup ia menahan nya lagi. Sosok Andra sangat berarti untuk nya. Tetapi yang membuatnya sedih. Dengan berjalan nya waktu, dia takut jika sosok itu akan sirna. Takut jika dirinya akan melupakan semua tentang lelaki itu.
Bahkan sekarang dia hampir lupa dengan wajah nya, senyumnya, tingkah nya, raut wajah nya ketika marah, serta sentuhan hangat tangan nya. Cinta merasa dirinya sudah sangat jahat tidak bisa menjaga hati dan perasaan nya untuk Andra.
Hatinya sepertinya telah goyah. Kehadiran Vindra seperti suatu kebetulan untuk nya. Tidak pernah dia menyangka jika Andra harus pergi meninggalkan nya selamanya, dan digantikan oleh sosok Vindra yang begitu baik padanya. Entah kenapa Cinta merasa lebih nyaman berada di dekat Vindra? Semakin itu juga ia merasa menjadi orang yang begitu jahat.
__ADS_1
"Cengeng...."
Suara berat dengan seiring suara langkah kaki seseorang mendekat ke arah Cinta. Gadis itu terkejut dan langsung menyeka air matanya.
"Siapa yang cengeng? Sembarangan kalau ngomong....." Cinta menoleh kebelakang dengan raut wajah cemberut.
"Terus ngapain disini? Hidungmu juga merah seperti tomat, tandanya kamu habis nangis..." Vindra berjalan mendekati Cinta. Kemudian duduk di sebelah gadis itu.
"Sok tau...." decak Cinta menatap luris arah depan saat Vindra duduk di sebelah nya.
"Ini minumlah, kulihat dari tadi kamu belum ada makan atau minum....gak enak yah hidangan nya?" Vindra menyodorkan segelas minuman kepada Cinta.
Cinta meraih gelas tersebut dengan menatap Vindra. "Enggak kok....belum sempat aja soalnya banyak banget orang...." jawabnya kikuk, karna gugup.
"Gak usah mikir yang enggak-enggak...." Cinta pun meneguk habis minuman yang diberikan oleh Vindra.
"Siapa juga yang mikir enggak-enggak...." sahut Vindra, kini matanya tertutup.
Andra....
__ADS_1
Sepertinya aku sudah mulai menyukai kekasihmu ini....Apa kamu akan marah jika aku menyukainya? Dan merasa ingin memilikinya?
"Muka mu sudah jelek, jika menangis akan tambah semakin jelek tau...." Vindra beranjak dari bangku.
Lalu berjalan dengan kedua tangan masuk kedalam saku celana. Cinta yang melihatnya langsung ikut beranjak dan berjalan beriringan dengan Vindra.
"Siapa yang kamu bilang jelek?" Cinta mendengus sambil menyikut perut Vindra.
"Awwh...." ringis Vindra memegangi perutnya. "Ini cewek penyiksaan memang....sana jauh-jauh..." Vindra mendorong-dorong tubuh Cinta menjauh dari nya.
"Ihh apaan sih, jangan dorong-dorong entar aku jatuh.....Aaaa" Cinta menepis-nepis tangan Vindra yang sedang mendorong-dorong pundaknya.
Alhasil keseimbangan nya goyah. Kakinya menginjak sebuah batu dan terpeleset hendak jatuh. Tapi sebelum terjatuh Vindra dengan sigap meraih tangan Cinta. Lalu menarik nya kedalam dekapan nya.
Keduanya terdiam dalam posisi berpelukan beberapa detik. Dengan manik mata yang sama-sama saling menatap. Wajah keduanya begitu dekat hingga nafas mereka beradu.
Vindra bisa merasakan deruan nafas Cinta yang beraroma mint itu. Begitu pun dengan Cinta yang bisa menghirup aroma tubuh Vindra.
Sedetik kemudian keduanya pun tersadar dan langsung melepaskan diri bersamaan. Memalingkan wajah masing-masing. Nampak wajah Vindra dan Cinta memerah. Kecanggungan pun mulai terasa.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, & vote nya, biar aku makin semangat untuk up.🌹🌹 Happy Readings🌹🌹