
Di dalam kamar VIP no.3598.
Vindra membawa Cinta kedalam kamar mandi. Kemudian meninggalkan gadis itu untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Setelah Cinta selesai baru lah Vindra yang waktunya membersihkan diri dan mengganti pakaian.
"Vin, aku angkat telpon dulu yah...." Cinta melangkah pergi menjauh dari sofa tempat dia dan Vindra sedang duduk bersantai menonton tv.
Vindra mengerutkan dahi memandang Cinta yang menerima telpon sampai harus menjauh darinya. "Siapa yang menelpon nya? Hingga dia harus menjauh seperti itu?" Vindra merasa heran dan penasaran tentunya.
Setelah selesai menerima telpon Cinta kembali menghampiri Vindra, duduk tepat disebelah kekasih nya itu. Kamar VIP itu sangat besar. Cat dinding yang berwarna putih les hitam, memberikan kesan elegan. Di kamar itu juga terdapat sofa yang berada di depan tv LED yang besar. Dan juga ranjang berukuran king size yang dilengkapi penghangat.
"Siapa yang menelpon?" Tanya Vindra menatap sinis Cinta.
"Hmm, dari nenek aku...." Jawab Cinta santai sambil meraih keripik singkong yang terletak di atas meja kaca, lalu memakan nya.
"Oh...." Vindra membulatkan mulut nya tepat di depan wajah Cinta. Seolah sedang mengejek gadis itu. Tapi tak disangka-sangka respon Cinta membuat Vindra tercengang. Gadis itu mengecup lembut bibir Vindra.
Vindra tersenyum, keduanya saling menatap lama. Tatapan Vindra kepada Cinta nampak sangat jelas. Jika Vindra sangat lah mencintai gadis yabg berada tepat di hadapan nya. Begitu pun sebaliknya.
Vindra pun perlahan mendekatkan wajah nya kembali ke wajah Cinta. "Aku mencintaimu sayang...." Ucap nya pelan dengan suara serak berbisik. Dalam hitungan detik saja, Vindra telah melahap bibir ranum Cinta.
Vindra tidak pernah menyangka jika semenjak dekat dengan Cinta. Vindra yang dikenal cuek, sombong, tidak pernah menganggap sebuah hubungan itu serius. Bisa menjadi seorang lelaki yang setia dan semanis ini terhadap seorang perempuan.
"Aku juga mencintaimu Vin, aku berharap ini semua tidak pernah berakhir....." Ucap Cinta pelan sembari tersenyum, ketika Vindra melepaskan ciuman lembut tadi.
Vindra menatap lekat mata Cinta yang berbinar, memancarkan sinar indah. Di sana dia bisa melihat ketulusan hati dari seorang Cinta. "Aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu Cinta...." Ucap nya tersenyum.
"Bagaimana jika kita tidur sekarang? Besok masih banyak yang harus di kerjakan....." Vindra mengangguk sembari meraih tangan Cinta. Mengajak gadis itu ke arah tempat tidur.
__ADS_1
Cinta melongo menatapi tempat tidur yang sangat besar itu. Hanya ada guling yang membatasi posisi nya dan juga posisi Vindra. "Tidurlah sayang, aku tidak akan berbuat yang tidak-tidak terhadapmu...." Vindra berbaring menepuk sisi sebelah kirinya tempat yang akan ditiduri oleh Cinta.
Cinta pun berbaring tepat di sebelah Vindra. Jantung nya berdetak tak menentu. Bagaimana tidak sekarang dia sedang dalam keadaan normal. Berada di atas ranjang yang sama dengan seorang lelaki. Sontak tak bisa di pungkiri jika Cinta merasa sangat gugup. Tetapi seketika kegugupan nya itu menghilang. Mengingat isi pembicaraan telepon yang tadi barusan. Cinta menjadi sedih.
Cinta memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Vindra yang sedang tidur terlentang. "Vin....." Panggil Cinta pelan sembari menyentuh dada Vindra.
"Hmm...." Sahut Vindra dengan berdehem, masih menutup matanya.
"Aku ingat, jika waktu itu kamu pernah bilang jika kamu pernah berbuat itu dengan si wanita rubah itu...." Ucap Cinta.
Vindra mengerinyit, dia pun membuka mata lalu memiringkan tubuh nya juga menghadap Cinta. Kini posisi nya mereka saling menatap. "Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Vindra menatap skeptis sang kekasih.
"Apa kamu benar-benar mencintaiku Vin?" Ucap Cinta lirih. Matanya kearah lain menghindari tatapan mata Vindra.
Vindra semakin heran dan curiga, kenapa gadis itu menjadi seperti itu? Dan apa tujuan nya membicarakan masalah tentang itu?
"Kalau begitu mau kah kamu melakukan nya denganku?" Ucap Cinta pelan dengan wajah yang merah. Dia menatap sendu mata Vindra.
"Apa maksudmu Cinta?" Vindra menatap lekat jauh ke dalam netra indah milik kekasih nya itu. "Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kamu maksud?"
"Apa kurang jelas? Aku bertanya apa kamu mau melakukan nya denganku? Kita pacaran dan juga kita sudah lulus SMA Vin..." Lirih Cinta lagi.
"Tapi a--aku..." Belum selesai Vindra berucap.
"Kamu tidak mau melakukan nya denganku? Tidak apa-apa aku mengerti...." Potong Cinta. Kini dia menggeser tubuh nya menatap sendu langit-langit kamar dengan mata yang berkaca-kaca.
Vindra merasa tidak enak hati. Melihat Cinta yang merasa kecewa dengan jawaban nya yang gugup tadi. Ia pun meraih pundak Cinta, mengarahkan nya kembali menghadap dirinya.
__ADS_1
"Bukan aku tidak mau sayang, ta--..…...mmhhh"
Cinta langsung mengecup bibir Vindra tanpa aba-aba. Membuat Vindra terkejut. Terlebih ciuman Cinta berubah menjadi panas. Tangan nya menggerayang masuk ke dalam baju kaos Vindra. Tentu saja Vindra yang mendapat sentuhan tangan lembut Cinta menjadi sedikit berhasrat. Jiwa lelaki nya tidak bisa bohong jika saat ini dia ingin sekali melakukan hal itu bersama Cinta.
Namun Vindra membuang jauh-jauh pikiran tersebut. Dia pun menghentikan ciuman nya. Menatap lekat netra mata Cinta yang sendu. "Jangan sayang, aku tidak mau merusak mu seperti ini sebelum kita menikah....."
Vindra mengusap peluh di wajah Cinta, kemudian merapikan rambut gadis itu yang berantakan.
"Tapi aku mencintaimu Vin, aku tidak mau kita berpisah....." Ucap Cinta yang tanpa sadar air matanya menetes.
"Sayang dengarkan aku baik-baik, aku juga sangat mencintaimu....tapi ini bukan satu-satu nya cara untuk membuat kita selalu bersama....meskipun kita tidak melakukan hal itu, aku pasti akan selalu berada disisi mu...aku tidak akan pernah meninggalkan mu....percaya padaku Cinta...." Ucap Vindra.
"Hiks....hiks....aku gak mau kita pisah Vin...." Cinta semakin terisak. Vindra kebingungan dan merasa heran. Ada apa sebenar nya? Kenapa Cinta jadi emosional seperti itu?
"Iya sayang aku janji kita gak akan pisah, kamu jangan nangis kaya gini...." Vindra mendekap erat Cinta yabg menangis.
Di elus-elusnya kepala Cinta dengan lembut. "Aku tidak akan pernah merusak mu Cinta, sebelum kita di persatu kan atas nama sebuah pernikahan" ucap nya sungguh-sungguh.
Akhirnya Cinta pun terlelap setelah lama menangis. Rasa kantuk yang besar menyerang dirinya. Cinta tertidur di dalam dekapan hangat Vindra malam itu. Begitu pun Vindra yang terlelap dengan nyaman sambil memeluk Cinta.
Vindra juga berharap jika dirinya dan Cinta akan selalu bersama. Sampai maut yang memisahkan mereka berdua. Tetapi yang sangat membingung kan Vindra. Kenapa tiba-tiba saja Cinta menjadi seperti itu. Setelah tadi menerima telpon yang dia bilang dari nenek nya. Apa ada sesuatu yang terjadi? Sehingga seorang gadis polos seperti Cinta yang belum pernah melakukan hal itu. Jadi menginginkan Vindra seorang lelaki untuk melakukan hal itu bersamanya? Pasti ada sesuatu, tapi entah itu apa Vindra akan mencari tahu.
TBC.
Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️
Besok lagi yah💪🏻☺️
__ADS_1