
"Sini aku obati....."
Cinta menarik lengan Vindra yang sedang berdiri di depan cermin memeriksa apa pundak nya baik-baik saja. Cinta menduduk kan Vindra di tepian ranjang.
"Kamu buldog yah....gigitan nya sakit banget...." cetus Vindra dengan raut kesal.
"Kan gara-gara kamu juga sih duluan....ngapain gendong aku...." sahut Cinta tidak mau disalahkan.
Gadis itu membuka kancing kemeja sekolahbyang di kenakan Vindra hingga terlepas semua. Kemudian menyibakan nya untuk melihat bagian pundak Vindra yang dia gigit tadi.
"Tapi kalau aku gak kaya gitu, pasti kamu mencak mau pulang...."
"....jahat" lanjut Vindra memalingkan wajahnya.
Cinta tersentak mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Vindra. Dia merasa bersalah karna sudah mengigit Vindra. Lama dia menatap wajah Vindra, ketika Vindra juga menatap nya, Cinta langsung memalingkan wajah nya kembali.
"Maaf....aku gak ada maksud jahat....." lirih Cinta dengan suara pelan. Pandangan menunduk dan tangan nya masih mengusap-usap pundak Vindra untuk meredakan rasa nyeri.
Sudut bibir Vindra tertarik sedikit. Dia tersenyum memperhatikan wajah Cinta yang menampakan rasa bersalah. Terjadilah aksi saling pandang antara keduanya.
Vindra memajukan wajah nya perlahan. Nafas keduanya bertemu saling beradu. Cinta menutup matanya, seperti tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Vindra tersenyum tipis sebelum akhirnya menempelkan bibir nya dengan bibir Cinta.
__ADS_1
Cinta membuka mulutnya sedikit membiarkan lidah Vindra menjelajahi seluruh sudut rongga mulutnya. Lama mereka berciuman sesekali terhenti sejenak untuk menarik nafas masing-masing kemudian berlanjut.
Tangan Vindra bergerak mengusap leher Cinta hingga ketengkuk belakang nya. Gadis itu tidak menolak. Perlahan tangan Cinta melingkari leher Vindra. Dalam hitungan detik dengan bibir yang masih menyatu, Vindra mendorong tubuh Cinta hingga terbaring. Posisinya Vindra seperti merangkak diatas Cinta. Entah apa yang mereka rasakan saat itu.
Tiba-tiba pintu pun diketuk dari luar. Membuat kegiatan mereka terhenti. Vindra melepaskan bibir nya dari bibir Cinta. Masih dengan posisi yang sama. Vindra menatap lekat mata Cinta. Nafas keduanya terengah-engah saling beradu.
Vindra tersenyum. Begitu pun dengan Cinta. "Aku buka pintu dulu...." ucap Vindra yang langsung beranjak. Berjalan menuju pintu.
Sedangkan Cinta merapikan bajunya dan duduk kembali dipinggiran ranjang. Wajah nya merah merona, gugup kini yang dirasakan gadis itu. Apa yang sudah dia lakukan dengan Vindra tadi? Apakah mereka berciuman? Cinta benar-benar tak menyangka?
Bi wulan masuk membawakan dua gelas jus dan menaruh nya di atas meja kecil yang ada di balkon kamar Vindra. Setelah itu dia pamit untuk kembali ke dapur.
Cinta mengangguk, nampak sekali wajah nya yang bersemu merah. Kejadian barusan itu benar-benar menciptakan kecanggungan di antara mereka berdua.
Ctekk.....
Vindra bersandar di pagar balkon sambil menyulut rokok nya dengan korek. Cinta terkejut melihat nya, dia tidak tahu jika Vindra perokok.
"Kamu merokok? Kok aku baru tau...." tanya Cinta sembari berjalan mendekat dan ikut bersandar di pagar balkon. "Tante gak marah?" lanjutnya bertanya.
"Mamah gak marah dan gak ngelarang juga, aku kan anak laki-laki nakal itu wajar.....tapi kalau anak perempuan yang nakal itu baru gak wajar..." Vindra menempel kan jari telunjuk di dahi Cinta, lalu menonjol nya hingga kepala Cinta termundur sedikit kebelakang. Bersamaan dengan kalimat akhir perkataan nya.
__ADS_1
Cinta menatap Vindra dengan raut wajah kesal. Wajah nya sedikit di tekuk, cemberut. "Aku gak nakal...." cetus nya singkat, gadis itu kemudian berbalik badan membelakangi Vindra.
Vindra tergelak pelan. Segera dia merangkul pundak Cinta. Sambil menyesap rokok dan menghembuskan asapnya ke arah samping, agar tidak mengenai Cinta.
"Gitu aja marah.....memang nya aku ada bilang kamu nakal?"
"Hmm....enggak" Cinta geleng-geleng.
"....tapi orang-orang beranggapan aku adalah cewek nakal karna pekerjaan yang aku geluti" lanjutnya dengan wajah yang tertunduk sedih.
Vindra melepaskan rangkulan nya, lalu meraih pundak Cinta, memutar tubuh gadis itu menghadap dirinya. Tangan Vindra memegang dagu Cinta menengadahkan kepala nya. Kini mereka berdua kembali saling bertatapan.
"Aku tidak menganggapmu nakal, cukup nakal nya sama aku aja, gimana? Mau gak"
Vindra menempelkan kening nya dengan kening Cinta. Dia tersenyum miring penuh arti. "Whuuhhf.....minggir, dasar mesum"
Lagi-lagi Vindra di buat terkejut dengan apa yang dilakukan Cinta. Gadis itu meniup kan angin lagi di depan wajah Vindra. Membuat Vindra tercengang diam tak dapat berkata-kata.
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹
__ADS_1