More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 79


__ADS_3

Tujuh tahun kemudian.


Pukul 10 pagi di salah satu kota yang berada di kalimantan tengah. Suasana di salah satu taman yang terkenal di kota itu sangat lah ramai. Dipenuhi anak-anak kecil yang sedang bermain bersama orang tua mereka.


Seorang pria yang mengenakan kemeja hitam, celana kain hitam, sepatu flat hitam, dan dengan tataan rambut yang rapi. Nampak begitu gagah dan berwibawa baru saja turun dari mobil sport biru miliknya.


"Vindra, tunggu sebentar sayang. Dompet ku tertinggal di mobil..." ucap seorang wanita yang menggandeng tangan nya dengan mesra.


"Raisa, kamu itu selalu saja pelupa...yasudah ambil sana aku mau terima telpon dulu, " ucap nya seraya mengeluarkan ponsel dari saku celana.


Ya, dia adalah Vindra dan wanita yang baru saja memanggil nya sayang itu bernama Raisa kekasih nya.


Vindra pun kembali melanjutkan langkah nya sambil menerima panggilan telpon dari asisten pribadinya, yang sedang membicarakan masalah pekerjaan.


BRUK...


Vindra terkejut saat ada seorang anak kecil yang berlari dan menabrak bagian kakinya. Anak kecil yang lebih tepatnya seorang gadis kecil, itu pun terjatuh ke tanah.


Vindra menghentikan panggilan telpon nya. Dia pun berjongkok di depan gadis kecil itu. Gadis kecil yang imut dia tertunduk menatap tangan nya yang kotor.

__ADS_1


"Jadi kotor...mmmhh."


Suara mungil gadis yang baru berusia lima tahun itu, tertunduk sedih. Membuat Vindra tersenyum melihatnya.


"Hey, cantik. Jangan sedih..."


Dia meraih kedua tangan mungil tersebut kemudian mengelapnya dengan sapu tangan miliknya. Gadis kecil tadi berlarian sambil membawa es krim ditangan nya, dan dia malah tidak sengaja menabrak Vindra.


"... yang terpenting kamu tidak apa-apa kan, " lanjut Vindra sambil meraih dagu gadis kecil itu.


Deg... deg... deg.


"Mata itu..." batin Vindra.


Dadanya tidak bisa berhenti berdebar tak karuan. Vindra mengusap wajah nya yang mulai gusar. Pikiran nya jadi melayang ke mana-mana.


"Sudah jangan sedih cantik," ucap Vindra seraya mengusap lembut pucuk kepala gadis itu. "Baju om masih bisa dicuci kok... nama kamu siapa?"


Vindra berusaha menangkan diri dan membujuk gadis kecil itu agar tidak menangis. Walaupun sebenarnya dirinya sendiri tidak lagi berada dalam keadaan tenang.

__ADS_1


"Cinta, nama aku Cinta, om."


Deg.


Lagi-lagi perasaan nya dibuat semakin kalut. Saat gadis kecil itu mengatakan bahwa nama nya adalah Cinta. Mata indah nya pun sangat mirip dengan Cinta, wanita yang pernah mengisi hari-harinya tujuh tahun yang lalu. Kebetulan kah atau ini memang takdir, pikir Vindra.


"Bagaimana bisa kalian sangat mirip di mataku. Sepertinya aku mulai tidak waras," lirihnya sambil tersenyum dan geleng-geleng.


"Om bilang apa?".


Vindra menggeleng dan mengusap lembut wajah gadis kecil itu. "Om bilang, Cinta kamu sangat cantik, " ucap nya menatap sendu kedua bola mata Cinta kecil.


"Cinta, kamu ternyata disini...Bunda mutar-mutar mencari mu," ucap seorang wanita yang berjalan dari arah belakang Vindra.


Wanita itu lalu menghampiri Cinta kecil yang berdiri di hadapan Vindra, kemudian menggendong nya. "Ayo, pulang."


"mmhhh, baju om itu, " rengek Cinta yang menunjuk ke arah Vindra.


"Ohhh, maafkan anak saya, biarkan saya membayar jasa laundry pakaian anda," ucap wanita itu sambil menundukkan sedikit kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2