
Pagi ini alarm berbunyi pukul 06.00 pagi kringggggggg, kringggggg, kriiingggggg
membuat Zoi yang sedang tidur pulas terbangun.
Hoammmm Emmm udah pagi ternyata Ohhh astaga kok udah pagi aja seinget aku semalem aku pulang dari wahana terus dimobil aku ngantuk banget kayanya aku ketiduran deh, terus sekarang kenapa bisa ada dikasur? Zoi sejenak berpikir lalu mulai tersadar.
"Jangan-jangan Boss muda yang gendong aku sampai ke kamar? ya ampun bodoh bodoh banget si Zoi malu-maluin aja aduh gimana nihhhh.
"Oh ok tenang sekarang mending aku nemuin Boss muda dan basa-basi nanya terus abis itu bilang makasih yap bener gitu aja" ucap Zoi.
Perlahan langkah kaki Zoi berjalan ke arah ruang tamu disitu Boss muda sedang meminum kopi hangat dengan tablet ditangan nya yaa mungkin sedang memeriksa pekerjaan nya.
Zoi memberanikan sendiri menghampiri Boss muda.
"Eheumm pagi Boss muda" sambil tersenyum Zoi menyapa.
"Ya pagi" jawab Boss muda singkat.
"Emmmmm anu Boss muda sa saya.
Belum selsai Zoi bicara Boss muda memotong perkataan Zoi.
"Sepertinya berat badan kamu naik ya tinggal dirumah saya, sampai-sampai semalam ingin saya taruh saja ke troli rasanya" ucap Boss muda.
"Aaapa? sahut Zoi jadi Boss muda ngatain saya gendut gitu? dan troli? hahh emangnya saya karung beras dibawa pakai troli" Zoi kesal.
"Wahh apa nih kamu tuh bukanya terimakasih sama saya malah kamu marah-marah begini, aneh" celetuk Boss muda dengan santai nya.
"Buat apa saya terimakasih sama cowok yang udah ngatain saya gendut dan lagi pula saya gak minta digendong tuh saya masih punya kaki bisa jalan sendiri, dengan kesal nya Zoi pergi.
Boss muda tersenyum tipis melihat wajah Zoi yang sedang kesal dan berlalu pergi.
Selesai membereskan rumah dan sarapan Boss muda dan Zoi bersiap berangkat kerja seperti biasa Boss muda dan Zoi berangkat bersama, dalam mobil mereka tidak saling mengobrol lama perjalanan akhirnya sampai direstoran.
Zoi pun turun dan hanya mengucapkan terimakasih dengan singkatnya, mobil Boss muda sudah berlalu.
__ADS_1
Zoi masuk kedalam restoran dengan cemberut gara-gara tak terima dianggap gendut, disana sudah ada karyawan lainnya.
Farah ; pagi Zoi.
Zoi ; pagi Far.
Farah; wahhh kenapa nih muka cantik cemberut begitu, berantem lagi ya sama Boss muda? candanya.
Zoi ; ya gitu lah Far masa dia nyamain aku sama karung beras dan bilang aku gendut, kesal Zoi.
Farah ; ishh Boss muda becanda kali darimana nya gendut kamu kan mungil gini Zoi, udah ga usah dipikirin ngomong-ngomong aku mau ngasih kamu piyama nih (sambil menyodorkan paperbag berisi piyama pink).
Zoi ; hmm tapi kan aku kalo tidur engga pernah pake piyama Far palingan pakai kaos sama celana biasa doang.
Farah ; abis piyama ini dibeliin kakak aku tapi kekecilan banget di aku Zoi secara body aku kan 2 kali lipatnya kamu kalo di kamu pasti cukup.
Zoi ; emmm gimana ya Far.
Farah ; udah cobain aja pake ntr dirumah pasti bagus dan nyaman adem gitu deh dipakai tidur.
Farah ; hihihi sama-sama Zoi.
Tak lama Umi, Ranti, Meli ikut mengobrol.
"Wah apa tuh?" tanya umi.
"Piyama gw tuh yang dibeliin kakak gw tapi kekecilan" sahut Farah.
"Coba-coba liat ucap Meli, wahh unyu banget si warna pink pula mending buat gw aja Far!"
"Yey badan lu kan sama Farah sama aja sahut Ranti pasti gak bakalan cukup lah".
"Iya bener tuh badan paling kecil mungil disini cuma badan Zoi doank palingan cuma cukup di Zoi".
"Hmm iya si" sahut Meli.
__ADS_1
"Zoi kamu harus pakai pasti kamu cantik banget deh apalagi klo pakainya didepan pacar auto aughhhhhhhtttttt.
Hahahhaaa semua pada tertawa terbahak-bahak termasuk Zoi yang memikirkan hal-hal nakal dipikiran nya.
Malam tiba dan Zoi pulang kerumah Boss muda tapi rumah sepi dalam hati Zoi Boss muda pasti sudah tidur nih, Zoi pun masuk kamar setelah beberapa saat Zoi mandi dan mencoba piyama yang diberikan Farah lalu bercermin.
"Emm iya ya pas banget ditubuh aku lucu banget tapi ini fulgar banget si, tapi gapapa lah buat tidur doank ini pasti adem deh".
Tak berapa lama hujan deras pun turun Zoi yang hendak tidur merasa kedinginanan dan berniat membuat secangkir kopi hangat untuk menghangatkan tubuhnya.
Lalu langkah kaki Zoi sampai kedapur yang sudah dimatikan lampu nya Zoi pun menyalakan lampu dan mulai memasak air panas, menuangkan serbuk kopi kedalam cangkir.
Beberapa saat Zoi tersadar astaga aku kan hanya memakai piyama saja aduh gimana nih ucap nya.
"Tapi kan ini sudah malam Boss muda juga sudah tidur sedari tadi mau siapa yang lihat kan?" ucap Zoi.
Hmm hmm hmm Zoi bersenandung sambil menunggu air panas nya mendidih, beberapa saat kemudian air pun mendidih setelah mematikan kompor Zoi menuangkan air panas itu ke kopi dan mengaduk-aduk nya, lalu diangkat nya cangkir kopi dan dihirup.
"Hummn wangi" ucap Zoi.
Baru satu tegukan Zoi menyeruput kopinya tak lama ada langkah kaki menuju dapur ternyata itu Boss muda.
"Ehh Boss muda" kata Zoi menyapa.
Boss muda hanya berdiri dari kejauhan menatap Zoi yang dihadapan nya hanya memakai piyama berwarna pink sangat sexy, dengan belahan dada yang terbuka membuat dada Zoi yang meskipun tubuh nya cukup mungil tapi mempunyai bentuk dada yang berukuran lumayan, terlihat jelas dari piyama itu hanya menutup sebagian dada Zoi saja.
Ditambah kulit Zoi yang putih mulus sangat cocok dengan warna pink, Boss muda masih terdiam menatap ke arah Zoi dan melihat kaki Zoi sangat imut mulus sampai mata Boss muda tertuju dengan paha mulus Zoi, ya memang piyama itu berada diatas lutut Zoi yang membuat sebagian paha Zoi terlihat sangat jelas.
Tarikan nafas Boss muda semakin tidak stabil dan suasana dingin akibat hujan deras membuat jantung keduanya berdetak tak karuan, dalam pikiran Boss muda sudah tidak terkendali lagi ntah apa yang akan ia lakukan saat ini sekuat tenaga Boss muda coba alihkan pikiran namun gadis muda yang cantik dan sexy dihadapannya saat ini benar-benar membuat kacau pikirannya.
Zoi yang sedari tadi menatap Boss muda pun memikirkan hal yang sama pikiran nakal Zoi datang, karena Zoi pun sudah tidak bisa membendung lagi ketertarikan nya terhadap Boss muda, setelah menelan ludah Boss muda perlahan berjalan mendekati ke arah Zoi.
Zoi tersenyum dan berkata.
"Boss muda mau kopi?" dengan mengangkat cangkir kopi itu.
__ADS_1