
Claudia pun sudah merasa tenang sekarang dia tak lagi mengucek-ngucek tangannya dengan sabun, Boss muda pun duduk berdua bersama Claudia diruang televisi sambil meminum segelas wine, namun hanya Claudia saja yang minum Boss muda tidak mau meminumnya karena akan membuatnya perang dunia ke III kalau Zoi sampai tau.
"Han kamu sudah banyak berubah sekarang, tidak seperti Han Pradigta yang dulu aku kenal" ucap Claudia.
"Kenapa kamu bicara seperti itu Clau?" tanya Boss muda.
"Kamu sangat menurut dengan isteri kamu Han, bahkan untuk sekedar meminum satu gelas wine pun kamu sudah tidak mau melakukannya" jawab Claudia.
"Aku hanya.." jawab Boss muda.
"Apa kamu mencintai nya?" tanya Claudia.
"Aku juga bingung kenapa semuanya jadi seperti ini sekarang" jawab Boss muda.
"Han kamu tidak adil padaku" jawab Claudia.
"Iya aku tau Clau, aku sudah berjanji untuk menikahi kamu dan menunggu kamu bahkan sejak kita masih SMP aku sudah berjanji untuk kelak menikahi mu" jawab Boss muda.
"Kalau begitu biarkan aku dan Zoi bersaing secara adil, barulah kamu tentukan apa aku atau Zoi yang layak untuk menjadi isteri mu" ucap Claudia.
"Tapi itu tidak adil untuk Zoi, aku sudah menikahi nya dan apa pantas dia harus bersaing dulu dengan wanita lain baru pantas memiliki aku?" jawab Boss muda.
"Lantas kamu ingin agar aku move on dari kamu dan menikahi pria lain begitu?" tanya Claudia.
Boss muda pun terdiam, dia berpikir sejenak apa dia rela jika melihat Claudia dipersunting oleh laki-laki lain.
"Kalau dihati kamu masih ada keraguan maka biarkan aku dan Zoi bersaing Han" ucap Claudia.
"Baik lah kalau itu memang yang terbaik" jawab Boss muda.
Dalam hati Claudia, sekarang kamu akan lihat Han siapa yang jauh lebih pantas untuk kamu tinggal dirumah ini dan menjadi Nyonya Han Pradigta.
Sementara didalam kamar Zoi belum juga bisa memejamkan matanya, dalam benak Zoi dia tidak boleh kalah oleh Claudia kali ini dia harus lebih terlihat elegant, dewasa, dan ganas kalau perlu.
Zoi pun mengganti baju tidur motif Doraemon yang saat ini dipakainya dengan piyama sexy berwarna hitam yang belum lama ini dibelinya, setelah selesai mengganti pakaian tidurnya dengan piyama Zoi pun pergi keruangan televisi dan menghampiri Boss muda dengan gaya bak model majalah dewasa so so sexy gitu deh.
Zoi mulai melancarkan aksinya dan duduk dipangkuan Boss muda lalu meraba-raba wajah tampan Boss muda, melihat tingkah aneh Zoi, Boss muda dan Claudia berekspresi keheranan.
"Zoi kamu ngapain kaya gini" tanya Boss muda.
"Ah sayang inikan sudah malam, kamu tahu kan kalau isteri kamu ini sudah berpakaian sexy begini itu artinya apa" jawab Zoi sambil mengedip-ngedipkan mata sebelah kirinya dan memelet-meletkan lidahnya.
"Zoi kamu membuat saya takut" jawab Boss muda.
"Zoi apa kamu tidak punya malu" ucap Claudia.
"Sutttttt sebaiknya tamu dilarang ikut campur urusan ranjang kami" jawab Zoi melirik Claudia dengan lirikan centilnya.
__ADS_1
"Kamu membuat ku takut Zoi, Han urus tuh isteri kamu" ucap Claudia.
Boss muda pun segera bangun dari duduknya dan menarik Zoi menjauh dari Claudia.
"Zoi kamu apa-apaan kenapa sikap kamu jadi seperti ini, setan apa yang sudah merasuki kamu Zoi" tanya Boss muda.
Tanpa basa-basi Zoi langsung menarik Boss muda masuk kedalam kamar, dan memaksa Boss muda melepaskan bajunya.
"Boss muda diam sajaz sepertinya Boss muda sedang masuk angin malam ini terlihat dari wajah Boss muda" ucap Zoi.
"Tapi memang iya si saya merasa sedang masuk angin badan saya agak berat" jawab Boss muda.
"Nah kebetulan sekali, biar saya kerokin ini obat paling manjur" jawab Zoi yang langsung membuat Boss muda tidur tengkurap.
"Hei Zoi saya belum pernah dikerokin" jawab Boss muda.
"Udah Boss muda terima beres aja itu urusan saya, saya jago nya" jawab Zoi.
Zoi langsung mengambil minyak angin dan juga koin seribu perakan, tanpa basa-basi Zoi langsung naik ke pinggang Boss muda yang saat ini sudah bertelanjang dada.
"Tahan ya Boss muda" ucap Zoi.
Boss muda pun hanya pasrah mengikuti kemauan isterinya itu, tak lama.
Aaaaaaaa........sakittttt
Boss muda berteriak histeris sampai terdengar oleh Claudia yang saat ini tengah berada sendirian diruangan televisi.
Aaaaaaa..... aduhhh tolonggggggg
Boss muda berteriak-teriak, mendengar teriakan Boss muda membuat Claudia panik dan segera menghampiri kamar Zoi dan Boss muda, diketuknya pintu kamar Zoi dan Boss muda oleh Claudia.
Tokkkkk tokkk...tokkk.
"Han, are you okay" tanya Claudia.
"Tahan Baby ini belum seberapa nanti kamu akan rasakan lebih lagi kelihaian isteri kamu ini" jawab Zoi mengencangkan suaranya agar Claudia dapat mendengar nya.
Aaaaaaaaaaa ampunnnnn....
Boss muda kembali berteriak.
"Han kamu sedang apa si?" tanya Claudia yang masih berdiri didepan pintu kamar Zoi dan Boss muda.
"Saya engga apa-apa Clau" jawab Boss muda.
Aaaaaaaaaaa.....
__ADS_1
Zoi semakin mengancangkan kerokannya dipunggung Boss muda.
"Zoi biarkan saya masuk" teriak Claudia.
"Bagaimana baby kamu suka ini, atau kamu lebih suka lagi aku bermain lebih kencang lagi" teriak Zoi.
"Tidak ampun Zoi,, saya nyerah Aaaaaaaaa" jawab Boss muda.
Claudia yang kesal dan beranggapan bahwa Boss muda tengah begituan dengan Zoi, memukul pintu kamar mereka dengan kencang.
Bughttttttt...
"Menyebalkan kalian" teriak Claudia.
Claudia pun peri ke lantai atas rumah itu untuk menuju kamar khusus tamu, karena sudah kekesalan mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar Boss muda dan Zoi itu.
Setelah Zoi yakin Claudia sudah pergi kekamar nya Zoi pun mengakhiri kerokannya dipunggung Boss muda.
"Boss muda gimana?" tanya Zoi.
"Gimana apanya? kamu hampir membunuh suami kamu ini, apa kamu mau jadi janda muda?" teriak Boss muda.
Zoi pun tertawa terbahak-bahak...
"Boss muda jangan marah begitu ah, nanti kerutan nya makin banyak tau emangnya mau kalau jalan sama saya orang nyangkanya saya jalan sama kakek saya?" ledek Zoi.
"Gak lucu, pokoknya saya gak akan pernah mau lagi dikerokin sama kamu dasar gadi kerdil yang tidak berprikemanusiaan" celetuk Boss muda.
Setelah beberapa saat ngedumel dan cemberut pada Zoi tiba-tiba Boss muda merasa badanya terasa lebih enakan, kaya lebih enteng dan perutnya sudah tidak kembung lagi seperti tadi sore.
"Wah,,, Wahh badan saya enakan Zoi" ucap Boss muda.
"Oh ya?" tanya Zoi yang ikut senang.
"Iya badan saya lebih ringan banget saat ini" jawab Boss muda.
"Syukurlah berarti Boss muda suka?" tanya Zoi dengan tersenyum.
Boss muda pun menatap Zoi dengan tatapan seolah-olah menyimpan dendam kesumat.
"Suka sekali, terimakasih ya isteri ku sayang" ledek Boss muda.
"Ish Boss muda ngomong nya sambil melotot gitu" jawab Zoi.
"Ya kamu lagian tanya saya suka apa tidak, jelas tidak kamu engga tau kamu tadi kerokin punggung saya udah kaya kamu kerokin buah kelapa" ucap Boss muda.
"Sengaja biar Boss muda kapok" jawab Zoi.
__ADS_1
"Oh jadi kamu dendam makanya bikin saya kesakitan kaya tadi bukan karena tulus?" tanya Boss muda.
"Tau ah" jawab Zoi yang langsung menutupi wajahnya dengan selimut.