My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Peringatan sebelum Unboxing


__ADS_3

Pagi ini dikantor semua staff karyawan tengah sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing, begitu juga dengan Boss muda yang pagi-pagi sekali sekertaris nya membawakan setumpuk dokumen dimeja kerja nya, membuat Boss muda tidak berkutik sama sekali selain berdiam diri dimeja kerjanya.


"Hei apa kau bercanda sepagi ini kenapa pekerjaan ku sebanyak ini" tanya Boss muda pada sekertaris nya.


"Iya Boss muda, memang akhir-akhir ini perusahaan kita semakin banyak diminati oleh klien-klien yang ingin bekerjasama dengan perusahaan kita" jawab sekertaris.


"Lalu, aku bisa lembur sampai malam hari memeriksa semua dokumen ini?" tanya Boss muda.


"Iya Boss muda harus selesai hari ini, karena takutnya ada banyak yang harus kita revisi" jawab sekertaris.


"Yasudah, pergi tinggalin saya sendiri" ucap Boss muda.


"Baik, saya permisi" jawab sekertaris.


Boss muda mengacak-ngacak rambutnya.


"Sial, kalau aku lembur dan pekerjaan aku sebanyak ini itu artinya aku tidak bisa mondar-mandir melihat Zoi diruanganya, dan nanti malam pasti aku pulang Zoi sudah tidur. Astaga aku bukan cuma bujang tua tapi bisa-bisa aku jadi perjaka tua dari semenjak menikah boro-boro bisa melepas masa perjaka aku, yang ada malah tua dikantor" ucap Boss muda marah-marah sendiri diruanganya.


Tak lama bunyi telepon dimeja kerja Zoi berbunyi.


Kringggg..


Kringggg..


"Hallo" jawab Zoi.


"Keruangan saya sekarang" ucap Boss muda langsung menutup teleponnya.


"Ish ngeselin banget si" ucap Zoi.


"Siapa Zoi?" tanya Tara.


"Ini Boss muda" jawab Zoi dengan wajah kesal.


"Eh Zoi dia suka kali sama kamu, seumur-umur aku kerja disini gak pernah tuh dia panggil karyawan didivisi kita untuk menghadap dia langsung" ucap Celine.


"Suka?? eng engga mungkin lah masa Boss muda suka sama karyawan biasa kaya aku" jawab Zoi dengan gugup.


"Ye jabatan boleh biasa tapi wajah kamu luar biasa Zoi" ucap Tara.

__ADS_1


"Ah kamu Tar bisa aja, udah ya aku keruangan Boss muda dulu" ucap Zoi sambil buru-buru keruangan Boss muda.


Sampai diruangan Boss muda, Zoi mengetuk pintu dan langsung masuk kedalam.


"Boss muda bisa tidak jangan telepon-telepon saya terus nanti lama-lama kabel telepon dimeja saya, saya gunting!" Zoi marah-marah.


"Kenapa kamu jadi galak banget begini sama saya?" tanya Boss muda.


"Ya Boss muda bisa bikin semua orang curiga kalau terus-terusan panggil saya kesini, memang ada apa Boss muda panggil saya kesini?" ucap Zoi.


"Tidak ada alasan, hanya ingin panggil kamu saja agar kamu kesini" jawab Boss muda dengan enteng.


"Huhhh" Zoi meniupkan nafasnya.


"Ayo duduk sana dikursi" pinta Boss muda.


"Engga saya ga mau, saya mau kembali keruangan saya!" jawab Zoi.


"Saya engga izinkan" ucap Boss muda.


"Yasudah saya gak peduli saya tetap akan kembali keruangan saya" jawab Zoi sembari langsung bergegas keluar dari ruangan Boss muda.


"Ish Boss muda lepasin saya" Zoi berusaha terlepas dari pelukan Boss muda.


"Tidak akan, biarkan saya tetap memeluk kamu seperti ini Zoi sebentar saja" ucap Boss muda dengan nada manjanya.


Seketika hati Zoi pun luluh dan berhenti untuk melepaskan dirinya dari pelukan Boss muda, Zoi pun tersenyum dipelukan Boss muda saat ini Zoi sudah tidak peduli lagi apakah karyawan lain akan curiga atau tidak yang jelas Zoi sangat nyaman dipelukan Boss muda.


"Boss muda ada apa kenapa tiba-tiba memeluk saya" tanya Zoi.


"Hari ini saya sangat lelah sekali bekerja, dan sebenarnya saya ingin sekali mengajak kamu pulang kerumah sekarang untuk melakukan tugas saya sebagai seorang suami" jawab Boss muda dengan masih tetap memeluk erat Zoi.


"Apa? maksud Boss muda apa?" Zoi pun berusaha menengok kearah bawah tempat dimana posisi kepunyaan Boss muda berada yang tertutupi celananya, berharap melihat sesuatu yang aneh.


Boss muda yang sadar Zoi melarak-lirik kearah miliknya, seketika langsung menghentikan pelukannya.


"Ngapain kamu melirik kepunyaan saya?" tanya Boss muda sambil menutupinya.


"Tidak, apa Boss muda pikir saya semesum itu?" jawab Zoi dengan masih penasaran.

__ADS_1


"Bukan berarti punya saya sedang berdiri ya meskipun saya bilang ingin melakukan hubungan itu dengan kamu sekarang" ucap Boss muda merasa gerogi.


"Tapi tadi saat Boss muda memeluk saya memang berbeda" ucap Zoi.


"Maksud kamu berbeda bagaimana?" tanya Boss muda.


"Ya begitu, sedikit lebih terasa ada yang mengganjal" jawab Zoi.


"Kenapa kamu tidak bilang daritadi, tau gitu saya akan melepaskan pelukan saya dari kamu sejak tadi" ucap Boss muda merasa malu karena memang sebenarnya kepunyaan nya sudah sangat menginginkan Zoi.


"Ish ga mengakui, sekarang coba jangan ditutupi kalau memang tidak benar apa yang saya katakan" tantang Zoi.


"Gak saya akan tetap menutupi nya" jawab Boss muda dengan wajah bete nya.


Tak lama Zoi menarik kedua tangan Boss muda dan memeluk Boss muda dengan melingkarkan kedua tangan Zoi ke pinggang Boss muda, membuat kepunyaan Boss muda benar-benar menempel ketubuh mungil Zoi.


"Zoi lepasin saya" ucap Boss muda.


Namun Zoi tetap memeluk Boss muda merasakan sesuatu yang mengganjal itu yang semakin lama semakin dirasakan Zoi bisa-bisa menembus celana Boss muda.


Zoi pun tersenyum meledek kepanikan Boss muda. Setelah sekuat tenaga Boss muda melepaskan lilitan tangan Zoi akhirnya kedua tangan Zoi terlepas dari pinggang Boss muda.


Zoi pun tertawa ringan.


"Kamu tertawa Zoi? setelah kamu barusan melecehkan saya kamu masih bisa tertawa?" tanya Boss muda sambil menggelengkan kepalanya.


"Ish Boss muda dijaga tuh baik-baik takutnya terlepas lagi" ledek Zoi


"Kamu benar-benar gadis kerdil yang mesum ya" ucap Boss muda.


"Biarin, weeee daripada udah tua tapi masih perjaka ting ting, kaya lagu aja saya masih ting-ting dijamin masih ting-ting" Zoi meledek Boss muda sambil tertawa.


Boss muda yang kesal diledek Zoi, mendorong tubuh mungil Zoi kepintu kemudian Boss muda membisikan sesuatu ketelinga Zoi.


"Nanti malam saya bukan perjaka lagi, liat saja nanti" bisik Boss muda.


Mendengar hal itu Zoi langsung melotot, dan mendorong tubuh Boss muda lalu kabur dari ruangan Boss muda dengan terbirit-birit ketakutan.


Melihat Zoi seperti itu Boss muda tersenyum senang, tingkah lucu Zoi selalu saja membuat Boss muda bisa tersenyum setiap harinya.

__ADS_1


Sementara Zoi dimeja kerjanya sedang melamun memikirkan bagaimana nasibnya nanti malam, keberadaan nya sekarang dirumah Boss muda kian terancam, Zoi harus berwaspada untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan buas Boss muda.


__ADS_2