
Saat itu hujan deras mengguyur seluruh kota, Zoi berjalan keluar dari apartemen Claudia dengan menangis, tak habis pikir dengan Boss muda yang sampai hati dia tega membentaknya hanya demi bisa bersama Claudia.
Zoi hari ini tidak masuk kantor, bahkan dia bolos kuliah karena hati dan pikirannya benar-benar hancur saat ini, Zoi berjalan menyusuri jalanan tak tentu arah menangis dideras nya hujan meratapi akan kesedihan nya saat ini.
Pak Nio yang mencari-cari Zoi dikampus namun Zoi tak masuk kelas nya hari ini, berencana untuk pulang kerumahnya meski hujan deras Pak Nio tetap mengendarai mobilnya pelan-pelan, tak lama saat menengok ke sisi jalan Pak Nio melihat Zoi berjalan sendirian dideras nya hujan.
Pak Nio yang khawatir dengan keadaan Zoi segera memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, dan berlari kearah Zoi.
"Wah saya kira, hanya saya yang suka berjalan bersamaan dengan derasnya hujan" ucap Pak Nio yang berusaha menghibur Zoi.
"Pak Nio? sedang apa Pak Nio disini?" tanya Zoi dengan suara seraknya akibat sedari tadi menangis dijalanan.
"Saya kan memang suka berjalan dideras nya hujan, karena dengan begitu tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa saya sedang menangis" jawab Pak Nio dengan senyuman.
Zoi yang tahu maksud Pak Nio adalah untuk menghibur dirinya, akhirnya tersenyum pada Pak Nio.
"Kamu suka sop ayam hangat Zoi?" tanya Pak Nio.
"Ya makanan apapun saya suka Pak" jawab Zoi.
"Yasudah kamu ikut saya, sudah cukup kan menangis dideras nya air hujan ini?" ledek Pak Nio.
"Hmm" Zoi mengangguk.
Zoi diajak Pak Nio kerumahnya, disana Pak Nio memberikan handuk dan pakaian kering untuk Zoi, bisa-bisa kalau Zoi tidak mengganti pakaian nya dia akan masuk angin hari ini juga. Kemudian Pak Nio memasak didapurnya sepertinya Pak Nio memang jago memasak dari cara dia mengiris bawang dan memotong sayuran sangat ahli sekali.
"Wah saya engga nyangka Pak Nio jago memasak" ucap Zoi.
"Saya senang memasak si tapi mudah-mudahan ini enak ya" jawab Pak Nio.
Sop ayam panas pun disajikan dimeja makan, bau nya yang harum membuat bunyi keroncongan perut Zoi, mereka pun menyantap sop ayam dengan lahapnya.
Sementara diapartemen Boss muda merasa bersalah sudah membentak Zoi dan khawatir dengan keadaannya saat ini, Claudia sedang melakukan terapi dengan seorang terapis profesional.
Setelah selesai melakukan terapi Boss muda sudah tidak sanggup lagi menahan rasa ingin bertemu dengan Zoi dan memutuskan untuk bicara pada Claudia.
__ADS_1
"Clau saya sudah selesai menemani kamu melakukan terapi, sekarang saya harus pulang!" ucap Boss muda.
"Han nanti dulu lah, kan diluar masih hujan" jawab Claudia.
Boss muda hanya terdiam seakan dia tak sanggup meninggalkan Claudia saat ini.
"Han" Claudia menarik tangan Boss muda dan merobohkan tubuhnya diatas kasur.
Claudia membuka kancing satu persatu kemeja Boss muda, namun Boss muda menepis tangan Claudia dan bangkit dari atas kasur.
"Saya harus pergi Clau" Boss muda segera pergi meninggalkan Claudia.
"Kamu lihat saja Han, aku akan buat kamu kembali kepelukan aku apapun itu caranya" ucap Claudia yang saat ini kesal ditolak oleh Boss muda.
Boss muda mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera bisa sampai dirumahnya, tak lama Boss muda sampai dirumahnya lalu buru-buru masuk kedalam rumah mencari Zoi.
"Zoi, Zoi, Zoi kamu dimana" ucap Boss muda.
Boss muda mencari diseluruh ruangan namun dia tak mendapati Zoi, Boss muda yang panik menelpon Zoi namun tidak ada jawaban, akhirnya Boss muda kembali ke halaman rumahnya untuk pergi mencari Zoi, saat hendak masuk kedalam mobil terdengar suara mobil terparkir digerbang rumah Boss muda.
"Zoi masuk, saya mau bicara dengan orang ini" ucap Boss muda.
Zoi pun mengucapkan terimakasih kepada Pak Nio, dan segera masuk kedalam rumah.
"Saya harap anda tidak lagi mendekati isteri saya!" ucap Boss muda.
"Suami mana yang tega membiarkan isterinya sendiri berjalan kaki menangis dideras nya air hujan?" jawab Pak Nio.
"Anda tidak perlu ikut campur urusan rumah tangga saya" ucap Boss muda.
"Saya tidak bisa melihat Zoi bersedih seperti tadi" jawab Pak Nio.
"Kenapa? memang apa urusan kamu dengan isteri saya?" tanya Boss muda.
"Karena saya menyukai Zoi, apalagi ketika saya tau kalau anda bukan lah suami yang baik untuk Zoi, saya semakin ingin melindunginya dan memiliki nya" jawab Pak Nio.
__ADS_1
Mendengar perkataan Pak Nio yang ingin memiliki Zoi membuat amarah Boss muda tak terbendung lagi dan terjadilah.
Bughtttttttt...
Boss muda meninju pipi Pak Nio, tak mau kalah Pak Nio pun membalas pukulan Boss muda dan memukul bagian pipi dekat dengan bibir Boss muda.
Bughtttttt
Tinju Pak Nio membuat lebam disekitaran area pipi dan bibir Boss muda, setalah sudah sama-sama mendapatkan luka lebam diwajah Boss muda dan Pak Nio berhenti berkelahi.
"Kalau kamu menyia-nyiakan Zoi lagi, percayalah saya orang pertama yang akan mengambil nya dari sisi kamu" ucap Pak Nio dengan serius nya.
Boss muda kini merasa sangat kesal sekaligus cemburu dan takut Zoi akan memilih Pak Nio dibandingkan dirinya, Pak Nio pun masuk kemobilnya dan segera meninggalkan Boss muda yang masih terdiam.
Boss muda masuk kedalam rumah, lalu menuju kamarnya melihat Zoi tengah duduk diranjang. Zoi yang melihat wajah Boss muda lebam begitu segera bangkit dari kasur dan menghampiri Boss muda.
"Astaga Boss muda ini kenapa? apa Boss muda bertengkar dengan Pak Nio?" tanya Zoi sambil memegang pipi lebam Boss muda.
"Ya saya habis hajar itu si Nio" jawab Boss muda dengan cemberut.
"Dasar laki-laki, gak bisa apa bicara baik-baik gitu, sini saya obati!" jawab Zoi.
Zoi pun bergegas mengambil kompres es batu untuk mengompres luka lebam Boss muda.
"Aduh duh duh, sakit sakit Zoi" ucap Boss muda.
"Tahan dong Boss muda, biar cepet kempes lebam nya" jawab Zoi yang sangat khawatir Boss muda terluka begini.
"Aaaaa pelan aja Zoi" ucap Boss muda.
"Iya, iya" Zoi telaten mengobati lebam Boss muda.
Itulah Zoi meskipun dia sudah terluka dan hatinya sakit, tetap saja rasa cintanya terhadap Boss muda tidak pernah berkurang sedikitpun, bahkan Zoi sangat khawatir ketika Boss muda terluka begini.
Tak peduli seberapa banyak Boss muda menyakiti nya dan seberapa banyak usaha Claudia untuk memisahkan nya dari Boss muda, Zoi akan tetap mempertahankan pernikahan nya dengan Boss muda.
__ADS_1