My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Pergi nya Zoi


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Boss muda memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam rumah langkah kaki nya melangkah menuju kamar Zoi, sampai didepan pintu kamar Zoi Boss muda hanya terdiam menatap pintu.


Kemudian perlahan mengangkat tangan nya untuk mengetuk pintu kamar tapi dia ragu kemudian menurunkan kembali tangan nya sembari berkata dalam hati,


(ini sudah malam mungkin Zoi juga sudah tidur, sebaiknya saya bicarakan saja soal Claudia besok).


Pagi-pagi sekali Zoi membersihkan rumah Boss muda, selesai menyiapkan sarapan Zoi kembali masuk ke kamar mengambil barang-barang nya yang semalam sudah dia kemas ke dalam koper untuk dibawa keluar dari rumah Boss muda.


Ditulis nya catatan diatas meja makan bertuliskan,


(Boss muda saya pamit untuk tidak tinggal lagi dirumah Boss muda terimakasih banyak sudah memberikan saya tumpangan selama ini, tapi jangan khawatir setiap pagi saya akan tetap membersihkan rumah Boss muda).


Pukul 07.00 Boss muda bangun kemudian mandi memakai stelan jas dan dasi yang sudah tertata rapih disediakan oleh Zoi, kemudian Boss muda menuju meja makan namun Boss muda tak melihat Zoi pagi ini dia keheranan kenapa Zoi tidak ada dimeja makan, tak lama Boss muda melihat memo dimeja makan lalu mebacanya.


"What? apa-apan ini kamu Zoi bahkan saya saja belum bicara sama kamu, kamu pergi kemana si astaga, saya harus cari Zoi tapi, shittt, pagi ini ada meeting dengan klien dan ga bisa ditunda" ucap nya kesal bercampur panik.


Sementara itu direstoran Zoi bekerja seperti biasanya pelanggan pun selalu ramai, Zoi berusaha tersenyum didepan teman-temanya.


Disela-sela waktu senggang restoran Farah mendekati Zoi.


"Zoi areu you okay?"


"Sama sekali tidak baik Far, hari ini aku sudah tidak tinggal lagi dirumah Boss muda" ucap Zoi murung.


"Apa? memangnya Boss muda sama Claudia itu beneran bersatu kembali Zoi? terus kamu tinggal dimana sekarang?" tanya Farah khawatir.


"Aku engga tau Far lagian aku ga ada hak untuk tanya sama Boss muda, aku kan bukan siapa-siapanya, hmm sekarang aku balik ke kosan lama ku" jawab Zoi.

__ADS_1


"Tapi kan perlakuan Boss muda ke kamu tuh beda banget Zoi aku yakin Boss muda juga ada perasaan yang sama sama kamu, terus kenapa harus kosan lama kamu itukan bahaya gimana kalo kejadian lagi kaya waktu itu Zoi?" tanya Farah.


"Ya bahkan kami pernah berciuman Far, aku ga ada pilihan cuma kosan itu yang murah sekitar sini" sedih Zoi.


"Hah? itu si kamu berhak banget nuntut status sama Boss muda Zoi ga bisalah dia seenak nya aja balikan lagi sama Claudia setelah dia kasih harapan sama kamu, kamu pokok nya harus hati-hati ya Zoi!" ucap Farah.


"Aku juga pengen nya gitu Far, tapi kamu lihat betapa sempurnanya Claudia ga mungkin Boss muda memilih aku daripada Claudia, ya pasti Far aku lebih hati-hati lagi makasih perhatian nya Far.


"Padahal kamu jauh lebih cantik dari si Claudia itu Zoi tenang aja aku selalu dukung kamu, semangat ya Zoi" ucap Farah.


"Ok thank you Far" Zoi tersenyum sambil berlalu kembali bekerja.


Siang hari pukul 13.00 Boss muda selsai dengan meeting dan pekerjaan nya yang urgent sekarang dia punya sedikit waktu luang, Boss muda segera memasuki mobil untuk mencari Zoi dijalan dia menyetir sembari berusaha menelpon Zoi namun nihil Zoi sama sekali tak menjawab telepon Boss muda.


Boss muda hendak melakukan panggilan telepon lagi, tapi ada panggilan telepon masuk dari Claudia, Boss muda pun memencet tombol loudspeaker.


"Ya hallo Clau" jawab Boss muda.


"Ya maaf Clau aku baru selesai meeting, hmm tapi nanti sore aku akan kesana menemui kamu" jawab Boss muda.


"Kamu sedang dijalan Han? sepertinya kamu sibuk hari ini?" Claudia penasaran.


"Ya eum kamu ingat Zoi wanita disamping saya waktu dipesta?sekarang dia kabur pergi entah kemana" jawab Boss muda.


"Pergi? kabur ? maksudnya dia tinggal dirumah kamu selama ini Han, are you serious?" sedikit kesal Claudia.


"Amm itu nanti sore saya jelaskan ya Clau, saya sudah sampai direstoran nanti saya hubungi kamu lagi" jawab Boss muda.

__ADS_1


"Han, halo halo, keterlaluan kamu Han" panggilan telepon terputus Claudia sangat kesal.


Boss muda berjalan sangat cepat masuk kedalam restoran, saat itu Zoi sedang didepan meja kasir menyerahkan catatan pesanan menu dengan posisi membelakangi pintu masuk tiba-tiba Boss muda yang baru datang menghampiri nya langsung menarik tangan Zoi, membuat Zoi kaget.


"Mm Boss muda sedang apa disini?" tanya Zoi.


"Ikut saya, kita perlu bicara" kesal Boss muda.


"Saya tidak bisa Boss muda restoran sedang ramai sekali, lain kali saja" ucap Zoi gugup.


"Disini saya Boss nya, sekarang ikut saya atau kamu saya pecat" Boss muda berteriak.


Semua pelanggan yang sedang makan dan para karyawan sontak kaget dan melihat Boss muda meneriaki Zoi, sadar dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang Zoi pun menurut pergi keluar dari restoran untuk bicara.


"Kamu tuh apa-apan si kabur dari rumah, kamu pikir itu baik? kamu tuh kalo apa-apa bisa engga si dipikir dulu?" Boss muda kesal.


"Terus saya harus tetap tinggal dirumah Boss muda begitu menyaksikan Boss muda dan Claudia bersama dan menikah serta tinggal dirumah itu?" Zoi menangis.


"Sa sa saya" Boss muda tak mampu berkata.


"Kenapa Boss muda seperti ini kenapa selalu membuat saya berharap kemudian membuat saya terjatuh, saya rasa sekarang sudah cukup kita bicara saya harus kembali bekerja?" Zoi berlalu pergi sambil menghapus airmata nya.


Tiba-tiba Boss muda memeluknya dari belakang dengan erat dan penuh penyesalan, Zoi hanya terdiam mematung dan masih menangis, sambi memeluk Zoi dari belakang Boss muda mulai berbicara.


"Saya minta maaf karena sikap saya yang seperti ini sama kamu, saya tau ini tidak adil untuk kamu tapi bisakah untuk tetap berada disisi saya Zoi? saya belum siap kehilangan kamu?" ucap Boss muda.


"Saya tidak bisa lagi Boss muda tolong menjauhlah dari saya, karena mencintai Boss muda hanya bisa membuat hati saya sakit, saya tidak akan pernah lagi mencintai Boss muda semua sudah cukup" jawab Zoi.

__ADS_1


Zoi melepaskan pelukan Boss muda dan berlalu meninggalkan Boss muda yang masih terdiam bimbang tidak ingin Zoi pergi dari hidupnya tapi tidak bisa juga jika harus meninggalkan Claudia.


Zoi menghapus air mata nya kemudian masuk kembali kedalam restoran, Zoi berusaha terlihat baik-baik saja tak ingin karyawan lain khawatir atas apa yang terjadi barusan.


__ADS_2