My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Ajakan Belajar


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Zoi bangun pagi-pagi sekali menyiapkan sarapan untuk Boss muda tercium wangi aroma nasi goreng telur sosis bikinan Zoi memang paling bisa membangunkan tidur nyenyak Boss muda.


Hoammm.....


"Wangi banget si ini masakan Zoi bikin perut keroncongan aja" ucap Boss muda yang langsung bangun tidur dan pergi menghampiri Zoi didapur.


Zoi yang baru selesai memasak hendak menyajikan nasi goreng nya kepiring tapi dari arah belakang Boss muda memeluk pinggang Zoi dan membalikan nya tubuh Zoi hingga berhadapan dengannya.


"Boss muda ini sebentar lagi saya siapkan sarapannya diatas meja" ucap Zoi yang gerogi bertatapan sedekat ini dengan Boss muda.


Tak disangka Boss muda justru menyukai tatapan polos Zoi yang begitu membuat gemas dipagi hari Boss muda pun mengangkat tubuh mungil Zoi keatas meja kitchen set.


"Aku butuh sarapan yang lain selain masakan kamu itu" ucap Boss muda.


"Hah Boss muda butuh apa? apa mau saya buatkan jus?" tanya Zoi.


Boss muda menggelengkan kepalanya.


"Emm apa mau teh hangat?" tanya Zoi lagi.


Kembali Boss muda menggelengkan kepalanya.


"Oh atau mau susu ?" tanya Zoi.


Boss muda pun mengangguk kan kepalanya.


"Baiklah akan saya buatkan sekarang" ucap Zoi yang hendak turun dari meja kitchen set itu.


"Ettt kamu tidak perlu repot-repot untuk membuat nya biar saya sendiri yang akan ambil" jawab Boss muda dengan tatapan sendunya.


"Yasudah apa saya hanya perlu menunggu disini?" tanya Zoi dengan polosnya.


"Hmm kamu cukup diam saja disini" jawab Boss muda dengan tatapan mencurigakan nya.

__ADS_1


Tak lama Boss muda mendekap erat pinggang Zoi dan langsung melum* mat bibir ranum berwarna merah muda itu Zoi hanya pasrah menerima keinginan Boss muda itu Luma* Tan demi luma* Tan terus dilakukan Boss muda.


Hingga sampai mendarat dileher Zoi Boss muda menge* cup jengkal demi jengkal dileher Zoi membuat Zoi seketika mengeluarkan lenguhannya.


"Emmmm ahh"


Hingga sampailah kecu* pan-kecu* pan nakal dipagi hari itu dikedua gunung Zoi yang hanya tertutupi kaos putih yang dilengkapi beberapa kancing.


Perlahan tapi pasti Boss muda membuka satu persatu kancing kaos yang dikenakan Zoi hingga terpampang kedua gunung Zoi yang sangat jelas didepan mata Boss muda.


Boss muda langsung membenamkan dirinya kedalam gunung Zoi membuat tanda kemerahan disekitar gunung Zoi semakin lama semakin rakus Boss muda melakukan nya diremasnya bahkan sesekali digigitnya ujung gunung itu membuat Zoi menggigit bibir bawahnya untuk menahan agar dia tidak terlalu berisik.


Tapi semakin Zoi berusaha menahan nya Boss muda semakin liar memberikan kecu* pan-kecu* pan itu dikedua gunung Zoi yang akhirnya membuat Zoi tak tahan lagi dan.


"Ahhh...emmmmahhh Boss muda"


Setelah hampir setengah jam bermain digunung itu Boss muda pun mengakhiri nya.


Boss muda tersenyum menatap wajah cantik isteri nya itu yang pagi-pagi sekali sudah diberikan belaian-belaian manja oleh Boss muda seketika Zoi terlihat malu-malu dan mulai mengancingkan kembali bajunya.


"Ya sudah saya sudah mendapatkan sarapan lain selain nasi goreng itu" jawab Boss muda dengan tersenyum malu.


Dalam benak Boss muda duh Zoi kenapa bertanya sudah kan si membuat saya ingin menjawab belum saja karena ini kan belum tuntas masih mengganjal tapi masih terlalu pagi masa aku terkam Zoi sepagi ini.


"Boss muda ihh lagi mikirin apa si kok melamun gitu?" tanya Zoi.


"Ahh engga kok, oh ya hari ini kamu harus belajar Zoi mumpung weekend ini kita tidak ada acara saya akan awasi kamu untuk belajar dengan giat" jawab Boss muda.


"Emm anu itu saya tadi melihat ada debu dimeja ruang tamu seperti nya saya harus bersihkan itu dulu Boss muda" jawab Zoi berusaha menghindari belajar.


"Tapi kan kemarin sudah ada petugas kebersihan masa ada debu? tanya Boss muda keheranan.


"Sebaiknya Boss muda sarapan dulu tidak usah dipikirkan nanti akan saya bersihkan debu dimeja itu" ucap Zoi.

__ADS_1


Mereka berdua pun sarapan bersama, setelah selesai sarapan Zoi buru-buru mengelap meja ruang tamu yang katanya masih terdapat debu padahal meja udah kinclong banget.


Setelah selesai mengelap meja Boss muda segera menghampiri Zoi.


"Ayo Zoi kita mulai belajar" ajak Boss muda lagi.


"Tapi saya harus mandi dulu Boss muda, kan biar fresh" jawab Zoi berusaha menghindari Boss muda.


"Baiklah kalau begitu mandi dulu setelah itu belajar" jawab Boss muda.


Setelah mandi Boss muda menunggu Zoi didepan pintu kamar mandi mengajak Zoi untuk belajar tetapi Zoi kembali mencari alasan dengan meja televisi kotor akhirnya Zoi pun mengelap kembali meja televisi yang sebenarnya sudah sangat kinclong itu.


Setelah selesai mengelap meja televisi Boss muda dengan sigap mendatangi Zoi kembali untuk mengajak nya belajar tetapi Zoi kembali mencari-cari alasan bilang mau menyapu halaman rumah.


Sadar bahwa isterinya itu berusaha menghindar agar tidak dipaksa belajar Boss muda pun menarik baju belakang Zoi yang hendak pergi ke halaman depan rumah.


"Ehhh ehhhh" Zoi tak bisa melangkah lagi karena bajunya dipegangi oleh Boss muda.


"Mau kemana lagi kamu Zoi, ikut saya" ucap Boss muda sambil membawa Zoi menuju meja yang sudah disiapkan Boss muda berikut buku-buku Zoi.


"Ayo duduk" perintah Boss muda.


"Aduhh Boss muda kepala saya pusing nih liat buku-buku itu didepan saya" jawab Zoi.


"Alasan kamu tuh Zoi kamu kan sebentar lagi ujian semester dan kamu lihat kemarin kamu dapat nilai miris banget" ucap Boss muda.


"Apa maksud Boss muda dengan kata nilai miris banget? memang nilai 2 itu buruk? asal Boss muda tau ya saya bangga bisa menjawab 2 soal, itu merupakan suatu prestasi yang lumayan" jawab Zoi.


"Astaga apa kamu bilang prestasi? dan lumayan kamu bilang bahkan kertas ujian kamu dengan nilai 2 itu cocoknya untuk menjadi pembungkus nasi kuning dipinggir jalan" ucap Boss muda.


"Apa untuk pembungkus nasi? Boss muda keterlaluan" teriak Zoi.


"Emm bukan begitu Zoi saya hanya ingin kamu mendapatkan nilai lebih baik lagi, maafkan saya ya" bujuk Boss muda.

__ADS_1


"Baiklah baik saya akan belajar" ucap Zoi.


__ADS_2