My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
H-1 Pernikahan


__ADS_3

Boss muda mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai dikosan Zoi.


Setelah hampir setengah jam Boss muda akhirnya sampai didepan kosan Zoi, disana Zoi tengah duduk dibangku depan kosan sambil memegangi koper miliknya, melamun memikirkan ada apakah kenapa semalam Boss besar menyuruhnya untuk mengemasi barang-barangnya dan tinggal dirumah Boss besar mulai hari ini, padahal pernikahannya dengan Boss muda kan masih tiga mingguan lagi.


Tiba-tiba bunyi klakson mobil Boss muda membangunkan Zoi dari lamunannya.


Tiittttt....


Zoi kaget dan langsung berdiri, Boss muda keluar dari mobil dan langsung menghampiri Zoi yang masih bengong dengan wajah cantiknya.


"Ye pagi-pagi malah bengong" ucap Boss muda sambil menarik koper Zoi untuk dibawanya kedalam bagasi.


"Boss muda saya kira sekertaris Yo yang akan menjemput saya" jawab Zoi yang mengikuti langkah kaki Boss muda menuju mobil.


"Sekertaris Yo sedang sangat sibuk dia harus menjemput seseorang hari ini" ucap Boss muda sambil masuk kedalam mobilnya.


"Sebenarnya kenapa saya harus membawa barang-barang saya kerumah Boss besar?" Zoi buru-buru bertanya sampai lupa memasang seat belt.


"Bawel, nanti juga kamu akan tau sendiri. Ish kebiasaan" ucap Boss muda sambil mendekati wajah Zoi lalu memasangkan seat belt nya.


"Ah, saya bisa pasang sendiri kok Boss muda" jawab Zoi dengan wajah memerah.


Boss muda tak menghiraukan ucapan Zoi dan menjalankan mobilnya.


Sampailah mereka dirumah Boss besar, Boss muda dan Zoi segera masuk kedalam rumah. Disana Boss besar tengah sibuk berbicara ditelepon dengan seseorang.


Setelah Boss besar selesai berbicara ditelepon dan mematikan telepon nya Boss muda dan Zoi menghampirinya.


"Pah nih orang nya udah Han bawa" ucap Boss muda ketus.


"Kamu itu ga bisa apa panggilan nya mesra sedikit calon isteri dipanggil orang nya" ledek Boss besar.


"Hm" Boss muda duduk dikursi sambil memainkan kunci mobil.

__ADS_1


"Boss besar kenapa hari ini saya harus tinggal disini? kan pernikahannya masih tiga mingguan lagi" ucap Zoi sambil duduk disamping Boss muda.


"Oh tidak Zoi saya berubah pikiran kalian tidak jadi menikah dibulan Januari tahun besok tapi di bulan Desember ini saja, tepatnya lusa" jawab Boss besar tersenyum.


"Hah apah? Zoi kaget tapi kenapa mendadak sekali Boss besar" tanya Zoi dengan wajah kagetnya.


"Saya hanya ingin cepat mempunyai anak perempuan Zoi, kalau kamu sudah menikah dengan Han kan kamu jadi anak saya artinya" hahaha jawab Boss besar sambil tertawa.


"Kenapa kamu kaget Zoi? bukanya kamu sudah mencintai saya sejak lama seneng dong harusnya sebentar lagi kamu akan bisa memiliki saya" sindir Boss muda.


"Itu dulu ya" jawab Zoi sambil melotot.


"Wah harusnya dulu saya rekam saja ketika kamu menangis-nangis bilang cinta sama saya" ucap Boss muda sedikit kesal.


"Sudah-sudah ucap Boss besar kalian ini, pernikahan sudah didepan mata masih saja kaya Tom & Jerry, gimana Zoi kamu tidak keberatan kan?" tanya Boss besar.


"Yasudah tidak apa-apa Boss besar sama saja" jawab Zoi sembari batinya bilang mau Januari atau Desember sekarang toh cinta Boss muda sama saja bukan untukku.


"Oh iya Tante dan Om kamu sedang dijemput oleh sekertaris Yo mungkin nanti malam mereka tiba disini" ucap Boss besar.


"Iya sama-sama Zoi. Oh iya Han kamu sudah cuti kan dari kantor seminggu kedepan?" tanya Boss besar.


"Untuk apa Han cuti Pah kan tidak resepsi" jawab Boss muda.


"Aduh Han kamu itu peka sedikit dong jadi laki-laki, memang tidak resepsi tapi memangnya kamu tidak mau mengajak isteri kamu ini pergi bulan madu?" ucap Boss muda tersenyum.


"Zoi kamu mau pergi bulan madu sama saya?" Boss muda meledek Zoi.


"Ti ti tidak mau Boss muda" jawab Zoi dengan wajah geroginya.


"Oke Pah, Han akan cuti dan akan membawa Zoi bulan madu ketempat yang jauh" ucap Boss muda tersenyum tipis.


"Ih nih orang seneng banget sih ngeledekin aku" dalam hati Zoi.

__ADS_1


"Yasudah baguslah kalau kalian sama-sama setuju, Zoi kamu istirahat ya besok kamu akan mulai melakukan treatment dan spa agar pas hari pernikahan kamu wajah kamu semakin cantik" ucap Boss besar.


"Tapi Boss besar saya kan sudah sangat cantik, Tante saya dan teman-teman saya bilang begitu, bahkan mirip Idol KPop kata mereka" jawab Zoi dengan mengimutkan wajahnya.


Boss muda dan Boss besar sontak tersenyum mendengar jawaban Zoi yang lucu itu.


"Yasudah anggap saja ini untuk merilekskan pikiran" ucap Boss besar.


"Nah kalo begitu saya mau Boss besar" jawab Zoi tersenyum.


Malam hari Zoi tengah duduk dibangku halaman depan rumah Boss besar untuk menunggu kedatangan Tante dan Om nya, tiba-tiba Boss muda menghampiri nya.


"Kamu engga takut menikah sama saya?" tanya Boss muda sambil melirik Zoi.


"Buat apa saya takut, memangnya saya akan menikah dengan siluman harimau" jawab Zoi.


"Saya bisa lebih ganas dari siluman harimau" ucap Boss muda.


"Ish kenapa begitu" tanya Zoi.


Kemudian Boss muda duduk disamping Zoi dan mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Zoi, lalu memegangi dagu Zoi sambil menatap matanya.


"Entahlah saya juga engga tau kenapa setiap dekat kamu saya bisa lebih ganas dari seekor harimau, makanya nanti ketika kita sudah menikah jauh-jauhlah dari saya" jawab Boss muda sambil melepaskan dagu Zoi.


"Memang apa yang salah? toh kita suami isteri" jawab Zoi menundukkan wajahnya.


"Saya yakin kamu paham kenapa saya tidak mau diadakannya resepsi dan memilih merahasiakan pernikahan kita dari semua orang, iya kan?" tanya Boss muda.


"Saya tidak paham, dan saya juga tidak mau paham satu hal yang pasti saya selalu mempertahankan sesuatu yang sudah menjadi milik saya, jadi orang lain harus sangat susah payah bila ingin mengambil nya. Sampaikan itu pada Claudia" jawab Zoi.


Boss muda yang mendengar ucapan Zoi yang sangat berani itu tersenyum merasa bangga tapi membuat hatinya semakin dilema takut ketika setelah mereka menikah Zoi akan membuatnya benar-benar mencintai dia.


Tak lama bunyi gerbang terbuka, rupanya mobil sekertaris Yo yang membawa serta Tante Mia dan Om Biaz tiba, Zoi tersenyum lebar segera berlari meninggalkan obrolan nya dengan Boss muda untuk menghampiri Tante dan Om nya.

__ADS_1


Boss muda ikut menghampiri Om dan Tante Zoi, saat keluar dari mobil Zoi langsung memeluk Tante Mia dan menangis bahagia, Tante Mia pun membalas pelukan erat Zoi dan mencium dahi Zoi.


"Gadis kecil Tante, Tante kangen sekali" ucap Tante Mia sembari masih memeluk erat Zoi.


__ADS_2