My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Akankah bertemu?


__ADS_3

Anak buah Boss muda segera menelepon Boss muda dan mengatakan semua informasi yang mereka dapat tentang isterinya itu.


Boss muda yang terus menerus menatap layar ponselnya setiap detik, selalu berharap akan ada kabar tentang isterinya. Mendadak handphonenya berdering panggilan masuk dari kaki tangannya. Dengan begitu senangnya Boss muda segera mengangkat telepon masuk itu


📞"Hallo, gimana apa sudah ada informasi tentang isteri saya?" tanya Boss muda.


"Iya Boss muda, kami berhasil menemukan tempat tinggal nona Zoi dengan seorang laki-laki bernama Antonio," kata kaki tangannya.


"Dimana? Saya akan segera kesana!" kata Boss muda.


"Dipulau pantai pasir putih Boss muda, nona Zoi menetap disini," kata kaki tangannya.


Boss muda yang mengetahui Zoi berada ditempat yang dulunya menjadi tempat bulan madu mereka, langsung mengambil kunci mobilnya untuk menuju ke bandara.


Saat malam hari Zoi baru sampai dirumah dan melihat barang-barangnya telah dikemasi.


"Pak Nio, kok barang-barang saya dikemasi begini?" tanya Zoi.


"Bukan hanya barang-barang kamu saja kok Zoi, barang-barang saya juga sudah dikemasi. Kita akan pindah malam ini juga," kata Pak Nio.


"Apa? Pindah? Tapi,,, kenapa?" tanya Zoi yang tidak mengerti kenapa terburu-buru seperti ini.


"Sudahlah Zoi, apa yang saya lakukan ini semuanya untuk kebaikan kita bersama," kata Pak Nio dengan kesal.


Zoo belum pernah melihat Pak Nio sepanik ini, meskipun Zoi sangat penasaran tapi dirinya tidak ingin membuat Pak Mio semakin bertambah marah.

__ADS_1


Pak Nio dan Zoo pun bergegas masuk ke mobil untuk meninggalkan rumah yang selama ini mereka tempati.


Saat pintu gerbang dibuka beberapa anak buah Boss muda sudah menghadang mereka dan menutupi jalan.


"Sial!" kata Pak Nio.


"Pak Nio, siapa mereka?" tanya Zoi.


"Mereka hanya pengganggu, kamu tunggi disini ya Zoi! Biar saya yang urus mereka, bahaya jika kamu keluar dari mobil," kata Pak Nio.


"Iya baiklah," kata Zoi, meski penasaran namun takut kalau yang menghadangnya orang-orang jahat.


Pak Nio membentak orang-orang suruhan Boss muda, terlihat dari dalam mobil Pak Nio tengah cekcok besar dengan orang-orang itu namun Zoi tidak terlalu jelas mendengar apa yang mereka bicarakan.


Pak NIP dikeroyok dan dihajar secara bersama-sama, Zoi yang tidak bisa lagi berdiam diri didalam mobil akhirnya keluar dari mobil.


"Stop!!! Stop!! Siapa kalian? Kenapa kalian jahat sekali memukuli Pak Nio seperti ini?" teriak Zoi.


"Nona Zoi, kami tidak bermaksud untuk memukuli Pak Antonio," ujar salah satu anak buah Bisa muda.


"Kamu mengenal saya?" tanya Zoi.


"Zoi cepat kita masuk ke mobil!" kata Pak Nio yang sudah kesakitan karena dipukuli, memegangi tangan Zoi, dan menuntun Zoi untuk masuk ke mobil.


"Kami diutus oleh Boss muda, nona," ujar anak buah Boss muda.

__ADS_1


Mendengar orang itu bicara bahwa dirinya orang suruhan Boss muda, membuat langkah kaki Zoi seketika terhenti dan tak mampu lagi berjalan kearah mobil.


"Zoi, ayo kita masuk mobil!" kata Pak Nio.


"Apa itu sebabnya? Kenapa Pak Nio mendadak untuk meninggalkan rumah ini? Karena Boss muda mencari aku selama ini?" tanya Zoi.


"Zoi, buka mata kamu. Lantas kenapa kalau laki-laki itu mencari kamu? Apa kamu mau berbagi suami dengan Claudia?" tanya Pak Nio.


Mendengar perkataan Pak Nio, hati Zoi menjadi sakit kembali. Apalagi bila mengingat bagaimana Boss muda dan Claudia tidur dalam satu kamar. Zoi pun kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke mobil.


"Nona Zoi, kami harap nona mau menunggu Boss muda yang sedang dalam perjalanan kesini," ujar salah satu anak buah Bisa muda.


"Katakan padanya, jangan pernah menemui aku lagi," kata Zoi sembari meneteskan air matanya lalu masuk kedalam mobil.


Pak Nio dan Zoi meninggalkan orang-orang suruhan Boss muda yang masih berdiam diri melihat mobil Pak Nio yang membawa Zou berlalu dari hadapan mereka.


Didalam mobil Zoi tak henti-hentinya menangis dan memegangi hatinya, rasa sakit yang begitu mendalam namun rasa rindu yang begitu tinggi Zoi terhadap Boss muda membuat kedua perasaan itu beradu didalam hati Zoi.


Sepanjang perjalanan Zoi tak henti-hentinya menangis, Pak Bio yang melihat Zoi seperti ini benar-benar tidak tega.


Sementara itu Boss muda yang sudah sampai di bandara langsung membeli tiket VIP keberangkatan pesawat menuju pulau pantai pasir putih itu setengah jam lagi.


Rasa gelisah, tak sabaran, dan rindu pada isterinya bergejolak menjadi satu. Meski nanti ketika bertemu Zoi entah apa yang harus dikatakan oleh Boss muda terlebih dahulu.


Kurang lebih memerlukan waktu dua jam untuk penerbangan ke pulau itu. Boss muda sudah ingin segera sampai disana dan memeluk isterinya itu.

__ADS_1


__ADS_2