My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Claudia menjadi Sekertaris baru


__ADS_3

Keesokan harinya Boss muda berangkat kekantor dengan wajah sangat ceria, iyalah ceria kan udah dapet jatah dari isteri tercinta, hehehe.


Begitu pun Zoi bahkan hingga duduk dimeja kerjanya Zoi masih tersenyum-senyum sendiri membuat teman satu ruangannya keheranan.


Siang hari Sekertaris lama Boss muda sudah menerima karyawan baru untuk menggantikan posisinya, dibawanya Sekertaris baru itu keruangan kerja Boss muda untuk diperkenalkan secara langsung kepada Boss muda.


Tokkkkk tokkk tokkk...


Sekertaris lama mengetuk pintu ruangan kerja Boss muda bersama calon Sekertaris baru untuk Boss muda.


"Ya masuk" jawab Boss muda sambil menunduk tengah memeriksa dokumen-dokumen penting.


Masuklah Sekertaris lama bersama Sekertaris yang baru langkah kaki yang terdengar sangat elegant bertubuh tinggi langsing dengan rambut panjang terurai berparas cukup cantik ya dia adalah Claudia.


"Surprise" ucap Claudia.


Seketika Boss muda yang mengenali suara tersebut langsung mengangkat kepalanya, dilihatnya Sekertaris barunya adalah Claudia.


"Claudia, kamu?" ucap Boss muda.


"Ya Han, aku adalah Sekertaris baru kamu aku sudah tidak sabar untuk selalu berada didekat kamu" jawab Claudia.


"Sekertaris kenapa harus Claudia?" tanya Boss muda.


"Karena" jawab Sekertaris lama belum selesai Sekertaris lama bicara sudah dipotong oleh Claudia.


"Sutt biar aku yang jelaskan sama Han" ucap Claudia.


"Clau kenapa kamu engga bicara dulu sama aku si?" tanya Boss muda.


"Han, aku kan sudah bilang akan memberikan surprise sama kamu makanya aku engga bilang lagian aku itu keterima disini karena memang resume akulah yang terbaik perusahaan kamu tidak akan rugi memperkerjakan seorang Sekertaris mantan pegawai salah satu perusahaan properti besar diJerman" jawab Claudia.

__ADS_1


"Yasudah yasudah Sekertaris kamu jelaskan job desk untuk Claudia dan juga antar Claudia kemeja kerjanya" pinta Boss muda.


"Baik Boss muda" jawab Sekertaris.


"Mari Bu Claudia" ucap Sekertaris.


"Dahhh Han, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi ya" ucap Claudia.


Claudia dan Sekertaris pun keluar dari ruangan Boss muda, didalam ruangannya Boss muda benar-benar kepusingan dengan keadaan ini Boss muda takut Zoi akan marah ketika mengetahui Claudia menjadi Sekertaris pribadinya sekarang ini.


"Aduhh pusing-pusing bisa-bisa kalau Zoi tau Claudia jadi Sekertaris aku dia akan sangat marah besar" ucap Boss muda sambil memegangi kepalanya.


Sementara itu dikantor gosip bahwa Claudia diterima bekerja dikantor ini sekaligus menjadi Sekertaris pribadi Boss muda sudah sangat menyebar keseluruh karyawan hingga sampai ketelinga Zoi.


"Apa Claudia kok bisa-bisanya dia bekerja disini, wah ngajakin perang nih ga ada kapok-kapoknya ya itu pelakor Tante-tante" celetuk Zoi.


Zoi pun melangkahkan kakinya menggunakan jurus seribu langkah sekali melangkah sudah sampai deh tuh diruanganya Boss muda.


"Aduh ko bunyi ketukan pintunya kaya beda gitu ya, kaya bunyi disertai bogeman mentah dari seseorang ini, jangan-jangan itu Zoi" ucap Boss muda yang sudah ketakutan isterinya akan marah soal Claudia.


"Masuk" jawab Boss muda sambil pura-pura sibuk dengan map dimejanya.


"Ahemmm,,,, ahemmm enak ya kerja didampingi mantan terindah" celetuk Zoi.


Tangan Boss muda yang sedang memegangi map pun seketika mulai gemetaran, wajahnya sudah pucat dengan keringat bercucuran padahal AC didalam ruangan nya sangat dingin.


"Ahh hahahhaha isteri aku kebetulan kamu kesini aku sudah sangat merindukan kamu, kamu yang paling cantik dan sangat gemas" jawab Boss muda yang berusaha mengalihkan pembicaraan sambil menghampiri dan memegang pundak Zoi.


Namun Zoi yang sudah mengepal-ngepal tangannya membuat Boss muda tersenyum ketakutan.


"Zoi kenapa tangan kamu mengepal seperti itu, sebaiknya tangan kamu tidak mengepal begitu pasti akan sangat kelihatan lebih bagus" ucap Boss muda sambil mengelus-elus pundak Zoi.

__ADS_1


"Oh ya baiklah aku tidak akan mengepalkan tangan lagi tapi" jawab Zoi sambil memegangi tangan Boss muda lalu memelintir nya kebelakang.


"Aaaaaaaaa Zoi sakit sakit" teriak Boss muda.


"Sakit iya sakit awas aja ya kalau sampai Boss muda berduaan sama Claudia diruang ini" ucap Zoi.


"Iya iya saya janji" jawab Boss muda.


Zoi pun melepaskan pelintiran nya dari tangan Boss muda.


"Dasar pelakor nyebelin" ucap Zoi.


Mendengar Zoi mengumpat Claudia membuat Boss muda tersenyum.


"Kenapa tersenyum oh sedang berbahagia ya bisa deket-deket sama mantan" ucap Zoi.


"Cie cemburu ya, sekarang tanpa saya panggil kamu pun untuk menemui saya disini kamu sudah datang sendiri kesini" jawab Boss muda.


"Bye" ucap Zoi sambil bergegas pergi dari ruangan Boss muda.


Saat jam makan siang dikantin Zoi tengah makan bersama teman satu divisinya tak lama Boss muda duduk dimeja lain yang tepat didepan meja makan Zoi dan teman-temannya, Zoi yang melihat Boss muda tengah lahapnya memakan makanannya mengambil pisau kecil untung memotong daging rendang yang saat ini tengah dimakan Zoi.


Namun Zoi melotot kearah Boss muda dan sesekali mengacungkan pisaunya, menunjukkan pada Boss muda dia mampu memotong-motong daging dengan mudahnya lalu menunjukkan pisau kelehernya sendiri, Boss muda yang melihat Zoi tengah mengancamnya begitu seketika memegang gelas pun jadi gemetar.


"Astaga Zoi serem banget si, itu tadi pasti tanda agar saya tidak macam-macam dengan Claudia" ucap Boss muda dalam hatinya.


Setelah makan siang dikantin Zoi pun kembali keruangan nya, saat itu Zoi hendak pergi kedivisi lain untuk meminta data yang dia butuhkan tak disangka dia bertemu Boss muda yang tengah berjalan hendak menuju lobby.


Zoi pun secara sembunyi-sembunyi mengepalkan tangannya kerah Boss muda, pertanda peringatan agar tidak dekat-dekat dengan Claudia.


Melihat Zoi mengepalkan tangannya lagi terhadapnya Boss muda pun menelan ludah dan menundukan kepalanya.

__ADS_1


Dalam hatinya sejak kapan gadis kerdil itu jadi galak banget kaya gitu ketemu dimanapun Zoi memberikan peringatan untuk saya agar tidak dekat-dekat dengan Claudia benar-benar membuat takut" ucap Boss muda dalam hatinya.


__ADS_2