My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Penolakan Cinta


__ADS_3

Malam pun tiba, malam yang sangat dingin tumben sekali tiupan angin malam ini sangat kencang membuat Zoi buru-buru ingin cepat sampai kerumah Boss muda entah karena tidak suka angin yang bertiup kencang ataukah ingin segera bertemu Boss muda.


Tapi sesampainya dirumah tak ada mobil Boss muda yang terparkir dihalaman rumah menandakan Boss muda belum juga pulang kerumah, rasa penasaran Zoi makin menjadi antara cemas dan bingung menjadi satu, lalu diambil nya handphone dari dalam tas Zoi.


"Apa aku telepon saja ya?"


Zoi ragu dan tak jadi untuk menelpon Boss muda.


"Hmmm lebih baik aku tunggu saja dia disini, lagi pula angin malam diluar rumah terasa sangat sejuk dan tidak terlalu buruk".


Zoi menunggu didepan gerbang rumah.


Sementara dirumah Boss besar, Boss muda melihat ke layar handphone nya melamun memikirkan.


"Zoi pasti khawatir mencari saya sejak tadi pagi saya tidak memberinya kabar dan pergi dari rumah sangat pagi sekali, apa saya kabari saja ya?" ucap Boss muda.


"Astaga apa yang saya pikirkan lagipula kenapa juga saya harus mengabari nya dia bukan siapa-siapa saya" pikir Boss muda.


Tak lama Boss besar menemui Boss muda yang sedang melamun diruang televisi.


"Han ini sudah sangat malam sebaiknya kamu menginap saja dirumah Papah, ucap Boss besar".


"Emm sebaiknya Han pulang saja ya Pah? atau Papah masih mau Han temani? jawab Boss muda.


"Ih ih ih sepertinya anak Papah sangat mengkhawatirkan seseorang dirumah, sambil tersenyum meledek, apa karena gadis kecil itu kamu jadi tidak bisa meninggalkan rumah lama-lama Han?"


"Gak gitu Pah, hanya saja Han tidak bisa membiarkan dia sendirian, Han takut kejadian tempo hari terulang lagi sama Zoi, trauma nya yang hampir menjadi korban pelecehan pasti belum hilang Pah" jawab Boss muda.


"Ya ya Papah paham memang begitu lah pria sejati harus mampu melindungi wanita nya, hahaha tertawa meledek Han.

__ADS_1


"Udah ah Pah, Papah meledek Han terus, takut keburu malem banget nih pah Han pulang dulu ya? nanti kabari Han kalo butuh apa-apa, sambil berdiri dan mengambil kunci mobil bersiap pulang".


"Yasudah kamu hati-hati dan salam buat Zoi, jaga dia Han dia wanita yang sangat menyenangkan" senyum Boss besar.


"Ya Pah, Han pamit dulu".


Boss muda keluar dari rumah Boss besar dan memasuki mobil segera pulang kerumah nya.


Dihalaman rumah Boss muda ternyata Zoi masih terjaga menunggu Boss muda datang walaupun Zoi tidak tahu apakah Boss muda akan pulang malam ini, tak berselang lama dilihat nya diujung jalan ada cahaya lampu mobil menuju kearah nya, ternyata itu adalah mobil Boss muda, Zoi sangat senang melihat nya tersenyum manis sambil membukakan pintu gerbang rumah.


Boss muda pun memarkirkan mobil nya lalu turun dari mobil nya.


Sementara Zoi masih berdiri didekat gerbang yang baru saja ditutup nya, Boss muda keheranan mengapa malam begini Zoi masih berada didepan rumah dan tidak masuk kedalam, lalu Boss muda menengok ke arah Zoi, beberapa saat mereka saling menatap satu sama lain.


Tiba-tiba Zoi berlari ke arah Boss muda dan,Brughttttttt memeluk erat tubuh Boss muda.


"Aaku merindukan kamu, rasanya sehari tidak melihat mu aku engga bisa" ucap Zoi".


"Aku mencintai kamu Boss muda, bisakah kita bersama?" ucap Zoi sambil masih memeluk tubuh Boss muda.


Boss muda yang kaget dengan pengakuan cinta tiba-tiba Zoi terdiam sejenak, lalu dilepaskan nya pelukan Zoi dari tubuh nya dan menjawab ungkapan cinta Zoi.


"Maafin saya, ga sepantasnya kemarin saya berbuat lebih sama kamu Zoi, tapi sungguh saya gak berniat untuk menyakiti hati kamu,


saya benar-benar tidak bisa membalas perasaan kamu sama saya Zoi, karena dihati saya ada wanita lain.


Zoi yang mendengar jawaban Boss muda merasakan kepedihan dihatinya matanya sudah sangat berbinar-binar menahan tangis, dan Zoi hanya terdiam tanpa memberikan tanggapan apapun atas jawaban Boss muda, hanya mampu menatap Boss muda dengan sangat dalam.


sementara Boss muda tak ingin larut dengan semua ini.

__ADS_1


"Zoi, saya harap kamu melupakan apa yang sudah terjadi sama kita belakangan ini!


kamu berhak mendapatkan cinta yang tulus dari laki-laki yang seutuhnya bisa mencintai kamu, dan itu bukan saya ucap Boss muda tegas".


"Saya harus masuk kedalam, kamu juga jangan berlama-lama diluar rumah tidak baik untuk kesehatan" ucap Boss muda.


Boss muda pergi berlalu dari hadapan Zoi, sementara Zoi masih syok mendengar perkataan Boss muda, kesedihan nya tidak dapat dibendung lagi, Boss muda yang sudah masuk kedalam rumah sedangkan Zoi merasa seluruh tubuhnya lemas, seketika tubuh mungil Zoi roboh ke tanah, Zoi duduk ditanah sambil menutup mulutnya.


" Hikzzzzzhikkzzz, hikkzzz kenapa Boss muda tega sekali seperti ini, bahkan bukan hanya tidak membiarkan aku mencintainya saja tapi juga menyuruh ku untuk melupakan semua kenangan yang sudah dilalui, kamu jahat banget hikkkkzz hikkzz air mata sudah membasahi seluruh pipi Zoi dan ia masih belum bangkit dari atas tanah.


Sementara itu dikamar Boss muda menghela nafas.


"Heummm apa yang sudah saya lakukan kenapa saya berkata sekejam itu sama Zoi, saya benar-benar berlaku tidak adil sama Zoi sebenarnya hati saya pun sakit harus mengatakan segalanya tadi, tapi saya tidak mau Zoi semakin terluka nanti nya karena sungguh saya pun masih belum yakin dengan perasaan saya sekarang ini" berbicara sendiri dikamarnya.


Zoi bangun dan berjalan perlahan masuk rumah sembari menghapus air mata nya, perlahan membuka pintu dan berjalan menuju kamar, didepan kamar Zoi sudah ada Boss muda berdiri menunggu nya.


"Kita perlu bicara Zoi" ucap Boss muda.


"Saya sedang sangat capek Boss muda kalo gak penting banget bisa lain waktu saja bicara nya" jawab Zoi sambil menunduk.


"Saya tidak bisa seperti ini, saat ini saya benar-benar belum siap menerima wanita lain dihati saya bukan maksud saya untuk tidak menerima cinta kamu saya hanya perlu waktu untuk itu.


Zoi yang sudah terlanjur kecewa tak menjawab perkataan Boss muda dan segera membuka pintu kamar nya, krekkkkkkk.


"Tttttt tunggu Zoi".


Boss muda menahan pintuk kamar Zoi yang hendak ditutup Zoi, kemudian Boss muda masuk dan menutup pintu kamar Zoi mendekati Zoi dan menghapus airmata Zoi,


tak lama Boss muda memeluk tubuh mungil Zoi.

__ADS_1


"Saya tak ingin melihat kamu menangis seperti ini kasih tau saya apa yang harus saya lakukan supaya kamu tidak menangis lagi Zoi?"


Boss muda masih memeluk erat tubuh Zoi yang mematung dan membisu tak merespon nya.


__ADS_2