My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Zoi dibentak


__ADS_3

Zoi dan teman-teman satu divisi nya selesai meminum ice coffee mereka jam masuk kantor juga sudah sebentar lagi sebelum meninggalkan cafe Zoi berinisiatif untuk membelikan ice americano juga untuk Boss muda pikirnya Boss muda pasti sangat senang cuaca panas begini isterinya memberikan ice coffee favoritnya keruangan kerjanya.


Zoi pun kembali kekantor dan menyuruh teman-temannya pergi duluan keruangan kerja mereka sementara Zoi pergi menuju ruangan kerja Boss muda sambil tersenyum ceria Zoi melangkahkan kakinya dan sampailah Zoi didepan pintu ruangan kerja Boss muda.


Saat hendak membuka pintu Zoi mendengar suara rintihan dari dalam ruangan Boss muda.


"Aw Han kamu pelan-pelan dong" ucap Claudia.


Setelah Zoi dengarkan ternyata itu suara Claudia, Zoi pun tidak jadi mengetuk pintu namun langsung membuka nya.


Dilihatnya Boss muda tengah memijit-mijit kaki Claudia sembari Claudi bersandar kepundak Boss muda dan memegangi lengan Boss muda, Boss muda dan Claudia pun melihat kedatangan Zoi.


"Apa-apaan kamu" ucap Zoi sambil langsung menghampiri Claudia dan menarik nya agar menjauh dari Boss muda.


"Aw sakit" rintih Claudia.


"Zoi cukup" ucap Boss muda.


"Ngapain kamu deket-deket sama suami aku, emang dasar pelakor kamu ya belum cukup tadi dicafe hah?" ucap Zoi dengan nada marah.


"Zoi cukup, hentikan kamu bisa bedakan kan mana kantor dan mana rumah?" ucap Boss muda.


"Han udahlah biarin aja Zoi marah sama aku mungkin emang aku ga pantes mendapatkan perlakuan baik dari kamu" jawab Claudia.


"Eh dasar ratu drama kalah Song Hye Kyo, harusnya kamu aja yang jadi lead female didrama decendant of the sun maen bareng sama Song Joong Ki sana acting kamu top banget Tante pelakor" ucap Zoi.


"Zoi cukup saya minta kamu pergi dari sini!" ucap Boss muda.


"Kenapa Boss muda mengusir saya? kenapa engga usir pelakor ini?" tanya Zoi.


"Kamu benar-benar keterlaluan banget Zoi bisa engga si kamu sedikit lebih dewasa jangan kekanak-kanakan terus seperti ini, kamu sadar apa yang kamu lakukan terhadap Claudia itu sudah sangat keterlaluan" jawab Boss muda.


"Tapi Boss muda dia duluan yang mulai dia yang" ucap Zoi.

__ADS_1


Belum sempat Zoi menjelaskan Claudia sudah memotong pembicaraan Boss muda dan Zoi.


"Han udah dong ga enak kan kalau ada karyawan yang tau kita ribut-ribut disini, Zoi aku minta maaf ya kalau memang kamu engga nyaman dengan kehadiran aku" ucap Claudia.


"Kamu ga perlu minta maaf Clau, sebaiknya kamu minta maaf sekarang sama Claudia saya gak akan izinkan kamu keluar ruangan saya sebelum kamu meminta maaf" ucap Boss muda.


"Kenapa? kenapa harus saya yang minta maaf sama dia Boss muda? engga saya ga mau saya ga salah" celetuk Zoi.


"Kamu tanya kenapa? dan kamu bilang kamu ga salah? Zoi kamu menumpahkan kopi kerambut Claudia dan kamu juga menyelengkat kaki Claudia hingga kakinya terkilir begitu itu tindakan berbahaya Zoi kamu masih belum paham juga" bentak Boss muda.


Zoi yang dibentak oleh Boss muda didepan Claudia seketika matanya berkaca-kaca mencoba menahan air matanya Zoi tak mau terlihat lemah dihadapan Boss muda ataupun Claudia.


"Kenapa kamu diam Zoi, ayo minta maaf sekarang" ucap Boss muda.


"Saya engga akan pernah meminta maaf sama ratu drama ini, dia yang jahat" bantah Zoi.


"Zoi kamu tau besok itu Claudia harus mendampingi saya untuk meeting dengan klien penting bagaimana dia bisa pergi dengan kaki yang terkilir begitu dan ini semua perbuatan kamu, saya ga mau ribut panjang sama kamu jadi turuti perintah saya minta maaf sekarang" ucap Boss muda.


Zoi yang kecewa terhadap Boss muda karena lebih mempercayai perkataan Claudia dibandingkan dengan mendengarkan penjelasan darinya, langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Boss muda.


Namun Zoi tetap keluar dari ruangan kerja Boss muda, hatinya begitu sakit bagaimana bisa suaminya sendiri lebih mempercayai wanita lain dibandingkan isterinya sendiri, lagipula kaki Claudia tidak mungkin cidera parah seperti yang dibilang Claudia pada Boss muda.


Sore harinya Zoi buru-buru pergi menggunakan angkutan umum menuju kampusnya.


Hari ini mata kuliah Pak Nio tetapi sepanjang Pak Nio mengajar Zoi memberikan tatapan kosong dan tidak fokus terkadang melamun dan terkadang pikirannya seakan tidak berada didalam kelas.


Pak Nio yang melihat Zoi sedang bersedih begitu namun dia tetap berusaha tegar dan berusaha untuk melawan kesedihan nya semakin kagum pada sosok Zoi.


Setelah jam perkuliahan selesai Pak Nio menghampiri Zoi yang masih duduk dibangku nya.


"Hai" sapa Pak Nio.


"Pak Nio" ucap Zoi sambil tersenyum semu.

__ADS_1


"Apa wajah saya kurang tampan untuk mengajar didepan kelas ya?" tanya Pak Nio.


"Tidak kok kenapa Pak Nio bicara begitu padahal kan Pak Nio dosen paling tampan dikampus ini" jawab Zoi.


"Oh ya, tapi kenapa ya seorang mahasiswi saya kelihatan tidak fokus melihat kearah saya ketika saya mengajar barusan" tanya Pak Nio.


"Wahh berarti itu mahasiswinya yang otaknya kurang se ons tuh jadi dia ga bisa fokus melihat Pak Nio" jawab Zoi.


Mendengar jawaban Zoi yang tidak sadar bahwa Pak Nio sedang membicarakannya membuat Pak Nio tertawa.


Hahahahaha...


"Kamu lucu sekali Zoi" ucap Pak Nio.


"Apa, memangnya aku badut" ucap Zoi.


"Saya membicarakan kamu Zoi, kamu sejak tadi sama sekali tidak menyimak apa yang saya sampaikan" jawab Pak Nio.


"Oh ya? jadi mahasiswi yang otaknya kurang se ons saya dong?" tanya Zoi sambil tersenyum.


Hahahahha mereka pun tertawa bersama.


Zoi dan Pak Nio pun keluar dari kelas Pak Nio paham meski Zoi berpura-pura tertawa ceria namun pasti didalam hatinya ada hal yang membuatnya sangat sedih.


"Zoi bagaimana kalau saya teraktir kamu minum coffee?" ucap Pak Nio.


"Boleh, kebetulan kan jam kuliah kelar lebih cepat lima belas menit jadi kita gunakan saja untuk minum coffee pasti seger deh" jawab Zoi.


"Baiklah saya tau cafe yang enak disekitaran sini, kamu pasti ketagihan nantinya" ucap pak Nio.


"Tidak masalah karena kalau ketagihan yang memberitahukan cafe itu pertama kalinya yang harus bertanggung jawab" jawab Zoi sambil tersenyum.


"Bisa aja kamu ya, minta ditraktir lagi taktiknya begitu" ucap Pak Nio.

__ADS_1


Zoi dan Pak Nio pun pergi menuju cafe didekat kampus, sementara Boss muda sampai didepan kampus Zoi berinisiatif untuk menjemput Zoi karena merasa bersalah sudah memarahi Zoi seperti tadi dikantor.


Kampus sudah cukup sepi meskipun masih ada beberapa mahasiswa yang nongkrong dihalaman kampus.


__ADS_2