
Melihat Boss muda tidur membelakangi nya, Zoi mulai melancarkan aksinya untuk menggoda Boss muda. Dicolek-colek nya bahu Boss muda oleh jari telunjuk Zoi.
"Boss muda" panggil Zoi.
Boss muda tidak merespon godaan Zoi.
Zoi pun mengelus-elus bahu Boss muda, tak lama Boss muda bangkit dari tidurnya dan mengambil selimut lalu membalutkannya ketubuh mungil Zoi hingga Zoi tidak bisa bergerak lagi.
"Boss muda ish lepasin pengap tau, kenapa saya dibuntel-buntel gini?" tanya Zoi yang tersisa kepalanya saja yang nongol dari dalam selimut.
"Makanya kamu diem, kalau engga selimut ini akan terus membungkus kamu sampe besok" jawab Boss muda.
"Ishh iya iya saya janji akan diem" Zoi pun kesal.
Boss muda pun melepaskan selimut itu dari tubuh mungil Zoi, sambil cemberut Zoi pun tidur membelakangi Boss muda sama halnya Boss muda.
Pagi harinya Boss muda sudah rapih mengenakan setelan jas berwarna biru tua dan kemeja berwarna biru muda serta dasi berwarna biru tua, sedangkan Zoi memakai kemeja putih polos serta memakai rok pendek lipit model potongan high waist berwarna abu muda nampak cantik dan elegant.
Boss muda berangkat sendiri menggunakan mobilnya, dan Zoi pergi kekantor menggunakan Bis umum, Zoi memancarkan wajah yang berseri-seri dia sangat senang bisa kembali bekerja dan mempunyai banyak teman.
Sesampainya dikantor Zoi langsung diarahkan oleh resepsionis, dan dibawa kemeja tempat staff biasa bekerja, Zoi pun memperkenalkan dirinya kepada teman-teman kantornya semua menyambut baik kedatangan Zoi apalagi para staff laki-laki sangat senang melihat karyawan baru secantik Zoi.
Zoi pun diajak berkeliling kantor dulu oleh salah satu rekanya untuk melihat-lihat kantor ini, suasana disini sangat rapi dan bersih ada kantin khusus karyawan juga jadi bisa makan siang dikantor kalau malas keluar, disediakan juga pantry untuk para karyawan lengkap dengan persediaan coffee, dispenser, dan juga cemilan-cemilan.
Benar-benar kantor yang memanjakan karyawan, dan bikin betah bekerja disini. Setalah berkeliling kesetiap sudut kantor Zoi dibawa kembali kemeja kerjanya untuk kemudian diberikan arahan apa saja yang harus dikerjakannya.
Zoi berusaha keras untuk bisa memahami bagian pekerjaannya itu dengan cepat, dia terlihat sangat serius sampai-sampai Boss muda lewat didepan mejanya pun dia sama sekali tak menengok padahal karyawan lain semua menyapa Boss muda.
Jam break makan siang pun tiba Zoi diajak rekan-rekan satu divisinya untuk makan bersama dikantin disana mereka mulai mengakrabkan diri kembali, teman satu divisi Zoi diantaranya.
-Celine
-Mumut
-Tara
__ADS_1
-Anres
-Dave
"Eh Zoi kamu asalnya dari mana?" tanya Mumut.
"Aku dari Malang merantau Mut" jawab Zoi.
"Apa kamu ada keturunan bule Zoi?" tanya Anres.
"Engga kok emangnya kenapa?" tanya Zoi.
"Kamu tuh putih banget kaya bule Korea tau Zoi, aku jadi insecure deh dideket kamu" jawab Celine.
"Ah kalian bisa aja, aku seneng banget deh dapet rekan-rekan kerja yang ramah-ramah kaya kalian dan juga kantor yang bagus kaya gini" Ucap Zoi.
"Apalagi aku Zoi seneng banget ada karyawan baru yang cantik kaya kamu, jiwa jomblo ku jadi meronta-ronta ea ea ea" jawab Dave.
"Idih kamu Dave promosi mulu, mending sama Aa Tara saja Zoi dijamin bahagia selalu" ucap Tara.
"Nah itu baru pas, pokoknya Zoi kamu harus ketemu langsung dan liat langsung Boss muda kita itu guantengg nya nampol sampe kehati" jawab Celine.
Zoi yang mendengar mereka sedang membicarakan suaminya sendiri mendadak batuk-batuk.
Uhukkk,,,,, uhukkkk.
"Eh kalian si ngomongin Boss muda jadi batuk nih si Zoi" ucap Anres.
"Boss muda kita kan udah punya cewek yang kita denger gosipnya iya ga Tar" tanya Dave.
"Iya bener tuh pas baru lulus S1 Boss muda bawa ceweknya kekantor sini terus ngelamar cewek itu didepan karyawan" jawab Tara.
Mendengar berita itu dari karyawan sini, hati Zoi terasa sakit sekali bahkan tak ada satu orang pun yang tau kalau dialah isteri Boss muda yang mereka tau hanya Boss muda milik Claudia.
"Iya si aku juga pernah dengar, kalau ga salah namanya Claudia" ucap Anres.
__ADS_1
"Udah Zoi yang pasti-pasti aja ya kan yang ada dihadapan kamu sekarang" ucap Dave.
"Eh udah-udah malah gombalin Zoi mulu, ketahuan nih yang udah lumutan ngejomblo disini" jawab Mumut.
"Dih ogah" jawab Dave, Tara, dan Anres kompak.
Celine, Zoi, dan yang lainpun tertawa sembari menyantap makan siang mereka.
Boss muda yang sibuk dan tengah melakukan kunjungan ke restoran-restoran sampai belum sempat mengurusi bisnis properti nya, mendadak kepikiran Zoi dan ingin menghubungi nya. Tapi daripada menghubungi nya lewat telepon mending setelah beres mengontrol restoran-restoran miliknya dia segera pergi kekantor saja agar bisa melihat Zoi secara langsung.
Sudah pukul 15.00 sore tinggal satu jam lagi jam kepulangan karyawan Zoi masih bersemangat mengerjakan pekerjaan nya, tiba-tiba Boss muda datang keruangan Zoi tempat staff-staff biasa bekerja.
Sontak semua karyawan kaget atas kedatangan Boss muda keruangan mereka.
"Selamat sore Boss muda, ada yang bisa saya bantu?" tanya Celine.
Zoi yang melihat kedatangan Boss muda, hanya terdiam dimeja nya, Boss muda meliriknya sesekali.
"Tidak saya hanya ingin melihat kalian saja" jawab Boss muda sambil pergi berlalu meninggalkan ruangan.
"Aneh banget itu Boss muda ga biasanya dia ke divisi kita ya ga?" ucap Dave.
"Yoi bro, tau aja dia didivisi kita sekarang ada cewek cakep" jawab Tara.
"Eh kalian jadi maksud kalian kemaren-kemaren disini ga ada cewek cantiknya?" tanya Celine dengan melotot.
"Tau nih pada buta kali ga bisa lihat wajah cantik paripurna Mumut" jawab Mumut.
Hahahaha...
Mereka yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Mumut dan Celine.
Tiba waktunya pulang kerja, Zoi yang sedikit kelelahan namun sangat senang sekali bisa bekerja dengan baik hari ini, bersiap untuk pulang dan menuju ke halte bus, dari balik kaca kantor ruangan Boss muda memperhatikan Zoi yang sedang berjalan sendirian.
Boss muda melihat Zoi dari kejauhan dan mulai tersenyum-senyum sendiri diruanganya, dalam hatinya seperti orang yang baru pertama kali jatuh cinta pada seorang gadis terasa jantung yang berdetak-detak kencang dan selalu berbunga-bunga ketika melihat Zoi.
__ADS_1
Boss muda mulai menyadari akan perasaan nya kini lebih banyak untuk Zoi, tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari Claudia. Namun Boss muda meriject panggilan itu dia ingin sedikit demi sedikit melupakan Claudia sampai hatinya utuh hanya untuk Zoi.