
Boss muda yang melihat expresi sedih Zoi karena dia meneriakinya terus menerus, langsung menyesali nya.
"Yasuda yasudah kita bisa belajar lagi nanti sekarang kita pulang saja kerumah" ucap Boss muda.
Namun Zoi masih tetap menundukkan wajahnya dengan bibir cemberutnya.
"Bagaimana kalau kita makan malam direstoran steak yang paling enak" rayu Boss muda.
Tapi Zoi tidak menggubrisnya dan masih terus merajuk.
"Ah terserah-terserahlah dasar wanita bikin sakit kepala saja" celetuk Boss muda.
Dalam benak Zoi tersirat pikiran apa Claudia gadis yang sangat pintar dan mudah memahami apa yang orang lain sampaikan, tidak seperti aku ini, pantas saja Boss muda masih belum bisa benar-benar melupakannya.
Boss muda dan Zoi pun pulang kerumah, tak disangka saat sampai dihalaman depan rumah sudah ada Claudia yang menunggu Boss muda didepan pintu masuk rumah, Boss muda dan Zoi pun turun dari mobil melihat ada Claudia saat ini Zoi hanya mampu menghembuskan nafas panjangnya.
"Clau ada apa kenapa sampai kemari?" tanya Boss muda.
Zoi pun pergi meninggalkan Boss muda dan Claudia masuk rumah dengan wajah kesalnya.
"Isteri kamu kenapa Han wajahnya ditekuk begitu?" tanya Claudia.
"Amm dia sedang pms" jawab Boss muda.
"Han, aku akan menginap disini malam ini boleh kan?" tanya Claudia.
"Menginap? tapi kenapa Clau?" tanya Boss muda yang sedikit kaget.
"Aku masih ketakutan kalau-kalau aku kerampokan lagi seperti waktu diJerman, bagaimana kalau saat aku tertidur pulas ada rampok yang masuk dan mengambil seluruh barang aku dan bukan itu saja, bagaimana kalau sampai mereka mencelakai aku Han aku takut" jawab Claudia.
"Emm Clau gimana ya" ucap Boss muda.
"Ayo masuk Han aku sudah kedinginan sejak tadi menunggu kamu didepan pintu" jawab Claudia.
Dalam hati Boss muda perasaan saya ga bilang dia boleh menginap disini, tapi yasudahlah kali ini saja.
Claudia pun langsung menuju dapur layaknya rumah sendiri membuka laci kitchen set dan mencari-cari sesuatu.
"Han kemana perginya wine disini?" tanya Claudia.
"Oh itu, Zoi membuang semuanya" jawab Boss muda.
"Astaga kamu biarkan si anak kecil itu membuangnya?" ucap Claudia.
Tiba-tiba dari arah belakang Zoi muncul hendak mengambil air minum karena dia kehausan.
__ADS_1
"Siapa anak kecil yang Tante maksud itu?" tanya Zoi.
"Apa Tante? Han dia memanggil aku Tante? heii memang kamu melihat keriput diwajah saya?" tanya Claudia.
Zoi pun menghampiri dan memutari Claudia, menatap dari dekat wajah Claudia dalam-dalam.
"Oh astaga Tan, keriput kamu ternyata lebih banyak ya dari perkiraan saya" jawab Zoi.
Mendengar Zoi meledek Claudia Boss muda pun tertawa kecil.
"Heh anak kecil kamu engga tau perawatan untuk wajah saya semahal apa? sembarangan kamu bicara seperti itu" jawab Claudia.
Zoi pun dengan santai membuka kulkas lalu menuangkan air putih digelas nya dan meminum air putih itu.
"Ahhhhhhh segar" ucap Zoi.
"Anak kecil apa kamu yang membuang semua wine dirumah ini" tanya Claudia.
"Iya tentu saja, untuk apa wine itu tetap ada dirumah ini tanpa wine itu pun Boss muda sudah sering mabuk kepayang oleh ku" jawab Zoi.
"Han isteri kamu ini ngeselin banget" ucap Claudia.
Boss muda hanya tertawa ringan melihat kelakuan isteri nya itu sampai membuat Claudia gemas dibuatnya.
"Yasudah Clau akan aku belikan kedepan satu botol untuk kamu, sudah jangan berantem lagi" ucap Boss muda sambil bergegas keluar rumah.
"Rumah kamu?" tanya Claudia.
Hahahhahahhhajaha...
Claudia tertawa terbahak-bahak..
"Kamu serius bicara ini rumah kamu?" ledek Claudia.
"Tentu saja, apa kamu tak ingat saya isteri sah Boss muda pemilik rumah ini, restoran Jepang, dan perusahaan properti terbesar se Asia" jawab Zoi.
"Zoi kamu tau kan didunia ini tidak ada yang abadi, dengan mudah semua yang kamu sebutkan tadi bisa berpindah ketangan orang lain, tepatnya ketangan indah yang saat ini berada dihadapan kamu" jawab Claudia.
Hahahhahahha...
Zoi tertawa terbahak-bahak...
"Apa kamu serius bicara seperti itu? sayang sekali itu hanya akan terwujud didunia khayal kamu" jawab Zoi.
"Apa kamu tau aku sengaja lebih sering kesini agar aku bisa terbiasa melihat rumah masa depan aku" jawab Claudia.
__ADS_1
"Baiklah tapi saat ini dan kenyataanya rumah ini adalah miliku, daripada kamu kebanyakan halu bagaimana kalau kamu menjadi asisten rumah tangga dirumah ini jadi kamu bisa setiap saat melihat rumah ini" jawab Zoi.
Mendengar perkataan Zoi membuat Claudia kesal buat kepalang dan langsung menghampiri Zoi lalu menjambak rambut Zoi.
Aaaaaaaa.....
Teriak Zoi, tak ingin kalah Zoi pun membalas menjambak rambut Claudia dengan lebih kencang.
Aaaa.......
"Zoi lepaskan sakit" ucap Claudia.
"Kamu yang lebih dulu menjambak saya, kamu yang harusnya lepaskan terlebih dahulu" jawab Zoi sambil terus menjambak rambut Claudia dengan kencang.
"Rambut saya perawatan nya sangat mahal kamu tau, jadi cepat lepaskan" teriak Claudia.
"Rambut saya tidak perawatan bahkan terdapat kutu dan ketombe yang sangat banyak apa kamu tidak takut tangan kamu terkontaminasi oleh bakteri kutu dan ketombe dirambut saya? cepat lepaskan saya terlebih dahulu" jawab Zoi.
Mendengar Zoi mengatakan rambutnya penuh dengan kutu dan ketombe membuat Claudia melepaskan cengkraman tangannya dari rambut Zoi, begitupun Zoi yang melepaskan cengkraman tangannya dari rambut Claudia.
"Apa tadi kamu bilang Zoi? kutu dan ketombe dirambut kamu?" tanya Claudia yang menatap kedua telapak tangannya.
"Ya bahkan sangat banyak sekali" jawab Zoi sambil menahan tawanya.
Aaaaaaaaa...........
Claudia berteriak dan langsung mencuci kedua tangannya di wastafel, Claudia begitu merasa jijik sehingga tangannya dicuci dengan digosok-gosok terus menerus memakai sabun satu botol dia habiskan agar kuman-kuman dari rambut Zoi hilang dari tangannya.
Melihat Claudia panik sampai mencuci tangannya dengan sungguh-sungguh membuat Zoi tertawa cekikikan.
Boss muda pun datang dari membeli wine, melihat Zoi sedang menertawakan Claudia yang sedari tadi terus menerus mencuci tangannya.
"Zoi kamu jahilin dia apa lagi?" tanya Boss muda.
"Engga, aku membuatnya lebih rajin mencuci tangan karena itu kan bagus untuk kesehatan" jawab Zoi yang langsung bergegas pergi kekamar nya sambil tak henti-hentinya tertawa.
"Clau kamu sedang apa? kenapa mencuci tangan sampai begitu?" tanya Boss muda.
"Han aku tidak percaya kamu betah tinggal dengan anak kecil yang rambutnya penuh dengan kutu dan ketombe" jawab Claudia.
Mendengar hal itu Boss muda pun tertawa.
"Han kamu sudah ketularan gila ya sama anak kecil itu?" tanya Claudia.
"Kamu dibohongi oleh Zoi, dia tidak berketombe apalagi memiliki kutu dirambutnya" jawab Boss muda yang masih terus menertawakan Claudia.
__ADS_1
Mendengar Zoi ternyata mengerjainya membuat Claudia kesal sekaligus lega tangannya tidak terkontaminasi bakteri dari ketombe dan kutu seperti yang dibilang Zoi.