My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Handphone atau Isteri?


__ADS_3

Setelah selesai membeli beberapa buku Zoi melirik memberikan kode pada Boss muda.


"Ehmm,,, ehmmm" berpura-pura batuk.


"Kamu batuk Zoi? kan sudah saya bilang jangan kebanyakan minum ice coffee" celetuk Boss muda.


"Ih Boss muda jadi cowok engga pake banget si, itu kode masa engga paham" jawab Zoi


"Hah kode apa?" Boss muda penasaran.


"Ih tau ah" jawab Zoi sedikit kesal.


"Kamu yang ngasih kode kamu yang tau ah" sindir Boss muda.


"Ih Boss muda saya bilang tau ah karena saya kesel sama Boss muda yang engga peka" ucap Zoi dengan cemberut.


"Lagian kamu si kalau ada yang sulit kenapa milih yang sudah" jawab Boss muda.


"Kebolak tuh ehh kebalik kalau ada yang gampang kenapa milih yang susah gitu harusnya" kesel Zoi.


"Nah itu kamu paham kamu tinggal bilang aja sama saya ngapain pake kode-kodean udah kaya warkop DKl nyanyian kode yang baju merah jangan sampe lolos" ledek Boss muda.


"Ngeselin malah ngeledekin saya" ucap Zoi.


"Kamu mau apa sebenarnya?" tanya Boss muda lagi.


"Katanya kalau selesai beli buku Boss muda akan ajak saya ke mall atau ke timezone jangan PHP dong Boss muda" jawab Zoi.


"Ya ini kita kan baru aja keluar dari toko buku saya belum juga ambil nafas kamu udah nodong ke mall aja" ucap Boss muda.


"Ya udah ayo jalan" ajak Zoi yang merengek minta diajak mall dan timezone.

__ADS_1


Boss muda dan Zoi pun pergi ke timezone terlebih dahulu disana Zoi sangat bersemangat untuk segera memasukkan koin kesetiap game disana.


Mulai dari main street basketball, main capitan boneka hingga game dance revolution setelah puas bermain diarena Timezone Zoi dan Boss muda berbelanja beberapa pakaian tak terasa hari sudah larut mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah.


Didalam kamar Zoi segera mencoba beberapa pakaian yang tadi dibeli nya sambil berkaca di cermin dengan gaya centil.


"Lihat Boss muda saya cantik kan?" tanya Zoi.


Namun Boss muda malah sedang fokus tiduran diranjang sambil memainkan handphone nya Boss muda hanya menjawab tanpa melihat Zoi.


"Iya cantik" singkatnya.


Zoi yang melihat Boss muda malah asik bermain handphone dan tidak memperhatikan nya mulai menyindir Boss muda.


"Suami jaman sekarang lebih sering elus-elus handphone nya dibandingkan dengan isterinya" sindir Zoi.


Boss muda yang tadinya sedang mengurus beberapa pekerjaan lewat handphone nya mendengar sindiran isterinya itu langsung tak lagi memainkan handphone nya dan menarik tubuh Zoi hingga jatuh kepelukan nya.


"Boss muda apa yang Boss muda lakukan?" tanya Zoi.


Boss muda pun mengelus halus pipi Zoi dan rambut Zoi yang sedikit berantakan.


"Apa yang saya lakukan ya saya ingin lebih sering mengelus-elus isteri saya dibandingkan dengan handphone saya, kenapa Zoi bukankah ini yang kamu mau?" ucap Boss muda.


"Sasa,, saya tadi hanya becanda Boss muda ini Boss muda bebas memainkan atau mengelus handphone Boss muda setiap saat dici* um-ci* um juga boleh kok handphonenya" jawab Zoi yang langsung menaruh handphone Boss muda ketangan Boss muda.


Boss muda pun menghempaskan handphone miliknya ke kasur lalu kemudian memutar posisinya menjadi diatas tubuh Zoi.


Zoi hanya terdiam menatap wajah tampan Boss muda yang saat ini terlihat sangat berga* rah, tidak menunggu lama Boss muda mulai memagut bibir Zoi dengan lembut semakin hangat terasa ci* man Boss muda dibibir Zoi membuat Zoi membalas dengan memagut bibir bawah Boss muda lalu bibir bagian atasnya secara bergantian.


Tak tinggal diam tangan Boss muda mulai menyusuri kedua gunung Zoi membuat tangannya saat ini menyelusup dibalik pakaian Zoi lalu mere* mas kedua gunung Zoi secara bergantian kiri dan kanan.

__ADS_1


"Em,,,,,,, ah "


"Zoi kamu benar-benar membuat saya bergai* rah setiap harinya, malam ini aku ingin memiliki mu lagi sayang" bisik Boss muda.


Perlahan namun pasti Boss muda mulai melucuti pakaian Zoi hingga tak tersisa sehelai benangpun ditubuhnya, begitu juga dengan pakaiannya sendiri yang sudah dihempaskan nya kelantai hingga berserakan.


Boss muda dengan naf* su nya menge* cup jengkal demi jengkal leher Zoi membasahi lapisan kulit luar dileher Zoi semakin turun dan semakin turun hingga kecu* pan itu saat ini mendarat dikedua gunung Zoi dengan lahapnya Boss muda mere* mas dan memberikan kecu* pan-kecu* pan dikedua gunung Zoi.


"Ah,,,,,, ah Boss muda"


Lenguhan demi lenguhan keluar dari bibir Zoi dengan nyaring membuat Boss muda kini tak dapat lagi membendung has* rat nya untuk segera menancapkan senjata miliknya yang sejak tadi sudah berdiri kokoh, Boss muda pun mengakhiri kecu* pan nya dikedua gunung Zoi hanya tertinggal tanda-tanda kemerahan saja dikedua gunung itu saat ini.


Dengan penuh kelembutan Boss muda mulai mengarahkan senjata miliknya untuk menembus area sensitif Zoi namun karena Boss muda dan Zoi hanya beberapa kali saja pernah melakukannya membuat Zoi sedikit meringis sakit.


"Ah,,,, oh sakit Boss muda"


"Tahan Zoi hanya sebentar setelah itu tidak akan sakit lagi" jawab Boss muda yang sudah mulai menggerakkan senjata miliknya.


Semakin Boss muda menggerakkan nya semakin Zoi meremas bantal sedikit sakit namun lama kelamaan Zoi sudah mulai terbiasa terlihat wajah Zoi mulai tak lagi menunjukkan ekspresi kesakitan namun sebaliknya.


Boss muda semakin mengencangkan tempo gerakannya membuat Zoi semakin nyaring mengeluarkan lenguhannya.


"Ah,, ah,, ah" Zoi meremas apapun yang tangannya raih.


Boss muda yang sudah tidak tahan lagi sepertinya akan segera menuntaskan gerakannya saat ini membuat dirinya pun mulai mengeluarkan suara-suara kepua* San nya.


"Ah,,,,,,,,, Zoi sebentar lagi sayang"


"Em,,,,,,,,,,,, Ah Boss muda"


Malam ini mereka mengakhiri nya Boss muda dan Zoi pun tertidur karena kelelahan, keduanya tidur saling berpelukan mesra malam ini.

__ADS_1


__ADS_2