
Siapa yang sangka Boss muda menjalani hari-harinya tanpa Zoi hanya dengan mabuk-mabukan, bangun siang hingga membuat perusahaan terbengkalai dan sampai Boss besar dan sekertaris Yo yang turun tangan menanganinya.
Di kantor Claudia tak henti-hentinya berusaha membujuk Boss besar agar dia mau membujuk Boss muda untuk menikahinya tetapi Boss besar tak pernah sekalipun menggubris Claudia hingga benar-benar membuat Claudia putus asa sudah sebulan lebih sejak kepergian Zoi dirinya tak juga dinikahi Boss muda malah Boss muda tak lagi bekerja dikantor dan sangat sulit untuk dihubungi ataupun ditemui.
Claudia tak pantang menyerah hari ini sepulangnya dia dari kantor Claudia segera menuju kerumah Boss muda diperjalanan Claudia menelepon jasa pendobrak pintu agar dia bisa masuk kerumah Boss muda.
Sesampainya dirumah Boss muda jasa pendobrak pintu sudah sampai duluan disana Claudia langsung menyuruh orang-orang itu mendobrak pintu rumah Boss muda.
Dan berhasil didobrak Claudia langsung membayar orang-orang itu dan masuk kedalam rumah Boss muda saat masuk kedalam rumah Boss muda sumpah demi apapun rumah sudah layaknya terkena goncangan gempa berantakan, sampah dimana-mana, pecahan gelas berserakan dan bau dari segala bau tercium dirumah ini.
Uwee,,,,, uweee Claudia menutup mulutnya.
Claudia menuju kamar Boss muda disana Boss muda masih tertidur diatas kasur dengan minuman yang masih dipegangnya.
"Astaga Han bangun!" teriak Claudia.
Boss muda masih teler hanya membuka sedikit matanya lalu tertidur lagi.
"Kenapa kamu jadi kaya gini si Han? rumah ini benar-benar mirip seperti kandang babi bisa-bisanya kamu hidup seperti ini Han" teriak Claudia.
Claudia segera mengambil air untuk disiramkan ke Boss muda.
"Han apa kamu akan hidup seperti ini terus?" teriak Claudia dan langsung menyiramkan satu gelas air kewajah Boss muda.
Boss muda membuka matanya dan menyeka air yang membasahi wajahnya.
__ADS_1
"Han hentikan menyiksa diri kamu sendiri seperti ini, cepat bangun!" Claudia menarik tangan Boss muda.
"Emm,, lepaskan!" dengan nada telernya Boss muda berontak.
"Kamu bodoh atau apa si Han? apa kamu akan membiarkan hidup kamu hancur hanya karena ditinggalkan wanita itu,, cihhhhh kamu saat ini benar-benar mirip seekor babi" ucap Claudia yang langsung balik badan hendak pergi meninggalkan Boss muda.
"Bagaimana seseorang itu bisa hidup kalau kehidupannya ada wanita yang sangat dia cintai, dengar Clau sampai kapanpun Zoi adalah satu-satunya isteri saya lebih baik hidup saya hancur seperti ini daripada saya harus menikahi kamu" ucap Boss muda yang sudah mulai sadar.
Claudia meneteskan air matanya dirinya tidak pernah menyangka kalau Boss muda akan sampai seperti ini ketika ditinggalkan Zoi.
"Han apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan begitu menyakiti aku Han, aku mohon segera nikahi aku atau aku akan melaporkan kamu" Claudia tetap kekeh untuk dinikahi Boss muda.
Claudia berlari keluar dari rumah Boss muda dia menangis tersedu-sedu melihat keadaan Boss muda yang sangat menyedihkan saat ini, Boss muda seperti mayat hidup yang tak memiliki keinginan untuk hidup lagi.
"Kamu tega Han seperti sama aku kamu benar-benar tega apa susahnya kamu menikahi aku Han apa susahnya wanita itu sudah tidak ada lagi disini kenapa hati kamu tetap keras seperti ini" teriak Claudia sambil menangis tersedu-sedu.
"Kita lihat saja Han sampai dimana kamu bisa bertahan kalau aku membawa kasus ini kejalur hukum, apa kamu akan lebih memilih dipenjara dibandingkan harus menikahi aku" Claudia terus berusaha berbagai cara agar Boss muda bisa menikahi.
Pagi, siang, sore malam Boss muda hanya mabuk-mabukan terus didalam rumah pergi ke Bar hanya untuk mabuk tak jarang Boss muda terlibat perkelahian dengan orang lain akibat dia mabuk dan tak sadar sudah berbuat onar.
Malam ini Boss muda ditemukan babak belur didepan salah satu Bar didekat kediamannya anak buah Boss besar yang diperintahkan Boss besar untuk mencari Boss muda akhirnya membawa Boss muda kerumah Boss besar.
Sesampainya dirumah Boss besar, Boss muda masih tidak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol yang terlalu banyak, pakaian compang-camping wajah babak belur benar-benar tidak seperti Boss muda yang dulu.
"Han hei bangun,, bangun jangan buat Papah semakin marah sama kamu" Boss besar menepuk-menepuk kedua pipi Boss muda.
__ADS_1
"Ehh Papah, kok Han ada disini" Boss muda masih setengah sadar dirinya malah tertawa-tawa.
"Apa kamu akan tetap seperti ini Han?" bentak Boss besar.
"Pah lalu Han harus apa Pah segala cara sudah Han lakukan untuk mencari Zoi tapi hasilnya nol besar Han tidak bisa hidup tanpa Zoi Pah tolong kembalikan Zoi pada Han" Boss muda menangis dihadapan Boss besar.
"Papah mengerti Han apa yang kamu rasakan apa kamu pikir Papah tidak sedih atas kepergian Zoi? tapi ini lah hidup Han hidup akan terus berjalan dan kamu pun harus begitu kamu harus terus lanjutkan hidup kamu" Boss besar menasihati Boss muda.
Hikzzzzz,,,,, hikzzzzz Boss muda masih terus menangis dan tidak dapat berkata-kata lagi.
"Papah dan Sekertaris Yo akan handle perusahaan untuk sementara ini tapi kamu perbaikilah hidup kamu Han atau setidaknya pergilah liburan untuk sekedar mewaraskan otak kamu itu" ucap Boss besar.
Keesokan harinya Claudia benar-benar tidak main-main dengan ancamannya dan melaporkan Boss muda atas kasus pele* cehan itu, siang harinya polisi datang kerumah Boss besar untuk menangkap Boss muda dan membawakannya kekantor polisi.
Boss muda pun menjalani pemeriksaan dikantor polisi disana Claudia juga turut hadir untuk memberikan keterangannya tidak butuh lama pengacara keluarga Boss muda datang bersama Boss besar.
Hanya butuh waktu kurang lebih lima belas menit untuk pengacara keluarga Boss muda melepaskan tuduhan dari kasus yang tengah menjeratnya itu Boss muda pun dibebaskan karena tidak cukup bukti.
"Tunggu Han kamu harus tetap menikahi aku" Claudia berusaha mencegah Boss muda dan Boss besar keluar dari kantor polisi.
"Kenapa Clau apa sekarang kamu merasa putus asa karena kamu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi?" Boss muda menjawab dengan entengnya.
"Hari ini juga kamu saya cepat jangan pernah lagi kamu datang kekantor saya" tegas Boss besar yang sudah eneg dengan tingkah Claudia.
"Apa? Om apa Om tidak punya hati dan perasaan? kenapa Om biarkan anak Om ini menjadi seorang pecundang?" Claudia berdalih.
__ADS_1
"Saya lebih baik mempunyai anak pecundang daripada saya harus mempunyai menantu seperti kamu, sekarang kamu katakan yang sebenarnya terjadi pada saya malam itu! atau pengacara keluarga kami akan siapkan berkas untuk menuntut balik kamu atas kasus pencemaran nama baik.