My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Boss muda mengakuinya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Boss besar dan Zoi sudah bersiap untuk pergi bersama kelapangan golf didaerah puncak, dikota ini banyak si area untuk bermain golf tapi kalau dipuncak udara segar dan sejuk yang dihirup bisa sekalian untuk menjernihkan pikiran.


Sementara itu Boss muda yang bangun agak siangan melihat jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.


"Tumben sekali saya bangun siang begini, biasanya pagi-pagi saya sudah bangun karena mencium aroma nasi goreng bikinan Zoi, duh jadi laper nih, tapi lebih baik saya tidak usah sarapan disini nanti saja dirumah Papah sambil menemui Zoi" ucap Boss muda berbicara sendiri.


Boss muda pun segera mandi, berpakaian santai dan mengambil kunci mobilnya untuk pergi menemui istrinya itu, ketika membuka pintu rumah dihalaman depan Claudia sudah mengangkat tangannya say Hai sama Boss muda.


"Clau ada apa pagi-pagi begini kamu kesini?" tanya Boss muda.


"Han ini kan weekend kamu ga mau ngajak aku jalan-jalan gitu?" tanya Claudia.


"Clau hentikan, saya harus menjemput Zoi sejak kemarin Zoi tidak pulang" ucap Boss muda.


"Ya ampun Zoi kaya anak kecil banget si ngambek terus kabur, kalau begitu aku ikut ya Han kan Zoi juga ngambek gara-gara aku" jawab Claudia.


"Engga usah yang ada dia makin marah sama aku, lebih baik sekarang kamu pulang" ucap Boss muda.


"Han aku sudah jauh-jauh loh kesini untuk bertemu kamu masa aku pergi begitu saja, udahlah aku ikut yah" jawab Claudia.


"Ya ya sudah kalau begitu" ucap Boss muda tak ingin berdebat lagi.


Boss muda dan Claudia pun pergi bersama menuju rumah Boss besar, sampailah Boss muda dan Claudia dihalaman depan kediaman Boss besar mereka pun turun dari mobil.


"Han ini kan rumah Papah kamu" ucap Claudia.


"Iya Zoi menginap disini" jawab Boss muda.

__ADS_1


"Astaga Zoi itu benar-benar kaya bayi pake popok ya dikit-dikit ngadu sama Papah kamu" celetuk Claudia.


"Kalau kamu tidak bisa berhenti mencela Zoi lebih baik kamu pulang sekarang Clau, kepala saya udah pusing banget tolong jangan memeperkeruh keadaan" jawab Boss muda.


Caludia pun langsung diam, asisten rumah tangga Boss besar pun keluar menemui Boss muda.


"Bi, Papah sama isteri saya ada didalam kan?" tanya Boss muda.


"Oh tidak ada Boss muda, Boss besar dan Nona Zoi pagi-pagi sekali sudah pergi untuk bermain golf" jawab Asisten tangga.


"Apa?" tanya Boss muda.


"Boss muda mau masuk biar bibi siapkan minuman" ucap asisten rumah tangga.


"Iya nanti saja, Papah pergi kelapangan golf yang dimana bibi tau engga?" tanya Boss muda.


"Ya sudah saya akan tunggu dirumah" ucap Boss muda yang segera masuk kedalam bersama Claudia.


"Saya nyariin isteri saya sendiri udah kaya nyariin jarum ditumpukkan jerami, sulit banget rasanya" celetuk Boss muda.


"Han ini baru satu hari Zoi pergi, kalau aku yang pergi dari hidup kamu apa kamu akan sekhawatir ini sama aku?" tanya Claudia.


"Aku pernah mengkhawatirkan kamu Clau, bahkan aku juga pernah kamu kecewakan, tapi aku tetap menunggu kamu, apa itu masih kurang?" tanya Boss muda.


"Kalau begitu lepaskan Zoi!" ucap Claudia.


"Tapi itu dulu" jawab Boss muda.

__ADS_1


"Maksud kamu apa Han?" ya aku pernah khawatir, pernah kecewa, pernah menunggu kamu tapi itu semua dulu, saat ini aku sangat ingin bertemu isteri aku karena aku sangat merindukan isteri aku Clau, aku gak bisa jauh dari Zoi" ucap Boss muda.


Claudia pun menatap kedua mata Boss muda, tatapan yang dulu penuh cinta untuknya kini sangat terlihat jelas dikedua mata Boss muda sudah ada wanita lain yang menggantikan posisinya, Claudia pun menangis.


"Apa itu sebabnya kamu tidak menepati janji kamu sama aku Han? apa kamu sudah jatuh cinta pada Zoi?" tanya Claudia.


"Iya aku sudah sangat jatuh cinta sama Zoi, aku mohon Clau lupakan semua tentang kita aku tidak bisa kehilangan Zoi" jawab Boss muda.


Claudia pun menampar pipi sebelah kanan Boss muda dengan keras.


Pakkkkkkkkkkkkkk.....


"Apa kamu tidak bisa menghargai perasaan aku sedikit saja Han?" tanya Claudia.


"Aku minta maaf Clau, tapi sungguh aku tidak bisa kembali sama kamu Clau" jawab Boss muda.


Claudia pun meneteskan air matanya, Boss muda yang melihat Claudia menangis pun kini tak tau harus berbuat apa.


"Clau sebaiknya kamu istirahat dikamar tamu untuk menenangkan pikiran kamu" ucap Boss muda.


Claudia pun segera menemui asisten rumah tangga untuk diantarkan kedalam kamar tamu, didalam kamar Claudia terlihat sangat marah mendengar Boss muda sudah jatuh cinta terhadap Zoi.


"Aku bersumpah Han aku tidak akan pernah melepaskan kamu, kamu hanya milik aku seorang aku yakin kamu akan jatuh kepelukan aku lagi" ucap Claudia.


Sore harinya Boss besar dan Zoi sampai dirumah Boss besar, dilihatnya oleh Zoi mobil Boss muda terparkir dihalaman rumah Boss besar, Zoi pun sudah mempersiapkan diri untuk bertemu Boss muda.


"Wah ini anak sepertinya sudah tidak sabar bertemu kamu Zoi" ledek Boss besar.

__ADS_1


Zoi pun hanya tersenyum canggung,Boss besar dan Zoi pun masuk kedalam rumah.


__ADS_2