
Boss muda pun menyuruh Zoi untuk membaca salah satu buku mata kuliahnya setelah Zoi selesai membaca beberapa halaman Boss muda pun memberikan soal yang jawabannya terdapat dihalaman buku yang sudah Zoi baca total soal yang diberikan Boss muda hanya 5 soal.
Zoi pun menerima kertas soal yang dibuatkan Boss muda, betapa syok nya Zoi melihat soal-soal itu karena menurutnya itu sangat sulit.
Dalam hati Zoi astaga apa-apaan si ini Boss muda ngasih soal kok sudah gini untung saja dia terlahir bukan menjadi seorang Dosen coba kalau Dosen dikampus memberikan soal-soal seperti dia begini alamat saya jadi mahasiswa abadi ini alias ga lulus-lulus.
"Zoi soal-soal itu bukan untuk kamu pandangin itu bukan lukisan Zoi" ucap Boss muda.
"Iya iya Boss muda sabar saya kan perlu berfikir dulu sebelum mengerjakan" jawab Zoi.
Dalam hati Zoi, ya ampun ini apa ya kenapa dari buku yang tadi aku baca sama sekali aku tidak ingat bagian ini, sebaiknya aku kerjakan dulu dari soal yang terakhir pasti lebih mudah.
Zoi pun memutuskan untuk mengerjakan soal yang terakhir terlebih dahulu, ya ampun kenapa malah makin susah gini ini apa ya sepertinya tadi saya memang baca tapi emmm aduhh saya benar-benar ga ingat sama sekali.
Tikkkkkk tokkkk tikkk tokkk.
Jam bergulir sudah hampir satu jam tapi Zoi sama sekali belum menyorotkan tinta hitamnya diatas kertas itu dia masih memegangi kepalanya dan berfikir terus.
Boss muda yang melihat Zoi sama sekali belum menjawab satu soal pun padahal sudah hampir satu jam merasa sangat kesal tapi juga mulai merasakan mengantuk.
Satu jam lebih berlalu Zoi mulai menuliskan jawaban atas soal pertama itupun hanya beberapa kata lalu terhenti lagi sedangkan Boss muda matanya sudah mulai terasa berat dan sesekali memejamkan matanya membuat Zoi memiliki ide brilian.
Diambilnya satu buah bantal kecil dari samping nya dan diletakkan didepan Boss muda.
"Apa yang kamu lakukan Zoi kenapa meletakkan bantal disini" tanya Boss muda dengan nada setengah sadar karena sudah sangat mengantuk.
"Tidak apa-apa itu disini nya sempit Boss muda jadi saya taruh saja didepan Boss muda" jawab Zoi sambil tersenyum.
Zoi pun mulai menghitung mundur.
3..
2..
1..
Brughttt..
Boss muda tertidur di bantal itu dengan nyenyak membuat Zoi merasa dirinya pemenang medali emas disuatu perlombaan.
__ADS_1
We are the Champions....
"Yes yes berhasil akhirnya saya terbebas juga huhh melegakan sekali tidak perlu belajar tapi kok saya juga ikutan ngantuk ya" ucap Zoi.
Zoi pun tidur disamping Boss muda sampai bermimpi-mimpi lulus menjadi mahasiswa dengan nilai tertinggi dikampus nya.
Zoi pun mengigau berbicara sambil tertidur.
"Wahh terimakasih terimakasih piala ini saya persembahkan untuk Boss muda" mengigau sambil tersenyum-senyum.
Boss muda pun menjawab dari alam bawah sadarnya.
"Wahh isteri aku memang paling pintar sangat cerdas sekali" ucap Boss muda mengigau.
Siang hari Boss muda dan Zoi sama-sama terbangun dari tidurnya.
"Zoi kamu tidur?" tanya Boss muda.
"Saya tidur karena Boss muda juga tidur memang itu salah" jawab Zoi.
"Kalau begitu mana kamu sudah menjawab kan soal-soal yang tadi saya berikan?" tanya Boss muda.
"Kamu bilang saya kurang kompeten? Zoi...bunuh saja saya Zoi" teriak Boss muda yang sudah tidak tahan lagi menghadapi isterinya itu.
"Ahh sudahlah saya tidak mau belajar lagi bersama Boss muda" ucap Zoi.
Boss muda pun memutar otak agar istrinya itu bisa cepat memahami semua mata kuliahnya, Boss muda berinisiatif mengajak Zoi ke Gramedia untuk membeli buku-buku lain yang mungkin bisa lebih membuat Zoi gampang memahami.
"Ayo ikut saya" ajak Boss muda.
"Kita mau kemana" tanya Zoi.
"Jalan-jalan" jawab Boss muda.
"Ah jalan-jalan asikk saya mau Boss muda" jawab Zoi dengan sumringah.
"Ye ni anak giliran disuruh belajar cemberut giliran diajak jalan girang banget" celetuk Boss muda.
Tibalah mereka di Gramedia membuat Zoi sedikit cemberut Zoi yang berpikiran akan diajak jalan-jalan ke time zone atau ketaman ehh malah ke toko buku.
__ADS_1
"Kenapa kok cemberut?" tanya Boss muda.
"Bete deh buku-buku saya kan sudah banyak Boss muda kenapa kita kesini padahal saya tidak suka kita ke tempat lain saja" rengek Zoi.
"Sebentar saja saya janji setelah membeli buku untuk memudahkan kamu belajar saya akan ajak kamu ke mall" jawab Boss muda.
Dengan terpaksa Zoi pun menuruti keinginan suaminya itu, ketika sedang memilih-milih buku tak disangka Boss muda dan Zoi bertemu Claudia yang tengah memegangi beberapa buku yang akan dibeli nya.
"Han kamu ada disini juga ternyata, belum berubah ya dari dulu sampai sekarang kamu masih sering membeli buku-buku" sapa Claudia.
"Tidak Clau saya sedang mencarikan beberapa buku untuk Zoi" jawab Boss muda.
"Iya benar Boss muda hanya mengantar saya untuk membeli buku-buku, maklum saya sangat suka sekali membaca ya bisa dikatakan kutu buku gitu deh" ucap Zoi dengan pede nya.
Mendengar isterinya tengah membual didepan Claudia membuat Boss muda tersenyum menahan tawa.
"Oh ya begitu rupanya, berarti kamu termasuk salah satu mahasiswa yang pintar dan berprestasi donk yah Zoi?" tanya Claudia.
"Wahhh hahhahaha... tentu saja bahkan ketika dosen memberikan ujian dadakan saya bisa menjawab semua soal hanya dengan sepuluh menit saja" Zoi semakin membual dengan lucunya.
Boss muda sudah tidak sanggup lagi menahan tawanya tapi kalau dia sampai tertawa nanti bisa-bisa Zoi marah.
"Ya ya ya aku kira kamu tidak menyukai tempat buku-buku ini ternyata aku salah menilai kamu" ucap Claudia.
"Iya tentu saja saya bahkan benar-benar sangat menyukai toko buku hampir setiap hari saya ingin sekali menghabiskan waktu untuk mengunjungi toko buku ini" ucap Zoi tanpa ragu-ragu membual didepan Claudia.
"Ya setidaknya ada sisi positif dari diri kamu Zoi, yasudah kalau begitu aku permisi dulu Han" pamit Claudia sambil berlalu menuju kasir.
Ketika melihat Claudia sudah jauh Boss muda pun melepaskan tawanya yang sedari tadi dia tahan.
Hahahhahaha....
"Astaga Zoi apa itu tadi yang kamu bicarakan saya benar-benar tidak percaya kamu sanggup membual separah itu" ucap Boss muda sambil terus mentertawakan isterinya itu.
"Ihh Boss muda ngeselin banget si pokoknya awas aja ya kalau sampai Boss muda bilang yang sebenarnya sama Claudia" ancam Zoi.
Boss muda tidak habis pikir Zoi yang sangat susah sekali diajak belajar sekarang dengan pede nya dia bilang sebagai seorang kutu buku pada Claudia ditambah ini yang paling membuat Boss muda tidak bisa berhenti tertawa.
Zoi bilang sangat menyukai toko buku bahkan hampir setiap hari dia mengunjungi toko buku padahal tadi ketika baru sampai didepan Gramedia Zoi merengek nya kaya apa tau bilang dia tidak suka tempat ini.
__ADS_1