
Bunyi air hujan semakin deras langkah kaki Boss muda semakin dekat, Zoi mengangkat cangkir kopi menawarkan kopi pada Boss muda.
Namun Boss muda semakin mendekat tanpa menjawab tawaran minum kopi Zoi, sampai Boss muda tepat dihadapan Zoi dan hanya berjarak satu inci keduanya saling menatap.
Kemudian Boss muda berkata pelan "aku sudah tidak bisa menahannya lagi".
Boss muda langsung mencium bibir mungil Zoi tangan kanannya memegangi cangkir kopi yang dipegang Zoi, mengambil alih kopi itu dan meletakannya perlahan dimeja dapur.
Zoi yang kaget hanya bisa pasrah menerima ciuman Boss muda kedua tangan Zoi memegangi meja dapur sementara Boss muda masih ******* bibir Zoi dengan lahapnya tangan kiri Boss muda memegangi pinggang Zoi keduanya larut dalam ciuman pertama ini, bunyi hujan menambah kesan romantis ciuman pertama mereka.
Zoi mulai menikmati ciuman Boss muda dan mulai memejamkan matanya dan mengangkat kedua tangannya untuk kemudian meletakkannya di pundak Boss muda, tak ingin kalah tangan Boss muda memeluk tubuh mungil Zoi keduanya seakan menggila satu sama lain.
setelah beberapa saat ingatan Boss muda akan Claudia kembali muncul sontak dia laangsung menghentikan ciuman nya dan perlahan mundur dari hadapan Zoi.
Seakan menyesali perbuatannya terhadap Zoi Boss muda terdiam dan tak mampu menatap Zoi, seketika suasana menjadi canggung Zoi yang tidak mengerti akan sikap Boss muda yang berubah-ubah kebingungan apa yang harus dilakukan dengan suasana seperti ini tak ingin larut Zoi bertanya pada Boss muda.
"Aaa ada apa Boss muda??? tanya Zoi.
"Maaf saya tidak bermaksud melakukan ini sama kamu sssss saya tidak bisa seperti ini" jawab Boss muda, tolong maafkan saya dengan wajah gugupnya.
Boss muda kemudian berlalu meninggalkan Zoi sendirian, Zoi yang bingung sekaligus merasa sedih karena Boss muda terlihat sangat menyesali ciuman pertama mereka kembali ke kamar nya.
Dikamar tak terasa airmata Zoi mengalir sambil dia berfikir apa mungkin Boss muda teringat dengan cinta pertama nya itu? kenapa dia tidak pernah melupakan Claudia, kenapa dia selalu mengingat Claudia, bahkan ketika aku disampingnya apa ciuman tadi hanya pelampiasan saja? hukkzzzzk hukkkkzzzz Zoi terus menangis diatas kasur sangat sedih karena sepertinya cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Sementara dikamar Boss muda bersandar dikasur mengingat kejadian tadi.
"Bodoh kenapa aku harus melakukan itu pada Zoi sekarang aku harus bagaimana menghadapinya sementara hatiku masih milik Claudia, aku benar-benar tidak bisa hilangkan Claudia dari pikiran ku.
Tapi aku juga sudah berbuat yang kelewatan terhadap Zoi ini benar-benar tidak adil untuk Zoi gak seharusnya aku menjadikan dia pelarian disaat aku menginginkan Claudia ada disisiku" ucap Boss muda.
Malam itu Zoi tak bisa tidur dengan kesedihannya berharap bahwa Boss muda mencium nya karena memang dia mencintai Zoi.
Jam terus bergulir menunjukan pukul 03.00 pagi Boss muda masih sangat gelisah tak tau apa yang harus ia ucapkan kepada Zoi besok pagi.
__ADS_1
Waktu berlalu pagi pun tiba saat itu Boss muda hendak menemui Zoi yang belum bangun dikamarnya namun telpon nya berdering kringgggg, kringgggg, panggilan dari sekertaris Yo dia adalah sekertaris pribadi Boss besar.
"Ya hallo sekertaris Yo ada apa? jawab Boss muda.
"Hallo selamat pagi Boss muda, saya ingin menyampaikan bahwa Boss besar saat ini sedang diperiksa dokter sepertinya penyakit jantung Boss besar kambuh sehingga beliau mengalami sesak nafas pagi ini" jawab sekertaris Yo.
"Aaaa apaaa ucap Boss muda? baik saya segera kesana tolong jaga Papah saya!"
Sambil terburu-buru berlari ke mobil nya dan segera menancap gas mobil, Boss muda terlihat panik dengan keadaan Papah nya dengan cepat ia mengendarai mobilnya.
Sementara itu Zoi baru bangun dengan mata bengkak nya dia berusaha untuk tidak memikirkan kejadian semalam lalu Zoi keluar kamarnya untuk membersihkan rumah tapi pagi ini dia tidak melihat Boss muda.
"Kemana dia tumben sekali pagi-pagi sekali tidak ada suara nya apa karena ingin menghindari aku?" ucap Zoi.
Zoi membersihkan seluruh ruangan tapi tak mendapati Boss muda, dia pun pergi ke halaman depan dan melihat mobil Boss muda sudah tidak ada.
"Wah laki-laki macam apa dia kenapa dia kabur setelah melakukan perbuatan itu semalam tanpa sepatah kata pun, astaga aku tidak percaya bisa mencintai laki-laki seperti itu huhhh apa sebegitu menyesal nya dia sudah mencium ku sampai-sampai pagi-pagi sekali dia kabur menghindari ku?"
"Tapi apa mungkin dia sedang mempersiapkan diri untuk menyatakan perasaannya kepada ku?oh astaga membayangkan nya saja sudah bahagia sekali, gimana kalo seandainya nanti malam Boss muda datang menemui aku memberikan bunga mawar merah yang harum merekah dan diatas nya tertulis ungkapan cinta dia untuk aku lalu dia berkata dengan gagah nya.
"Wahhhh mudah-mudahan saja seperti itu berarti nanti malam aku harus berdandan sangat cantik sepulang kerja aku harus mandi yang wangi dan menunggu Boss muda mengetuk pintu kamar aku".
"Hihihihi aduhhh geli sekali aku membayangkan harapan ku itu, sudahlah sebaiknya sekarang aku bersiap untuk berangkat kerja ucap Zoi.
Mobil Boss muda tiba dirumah Boss besar dengan terburu-buru Boss muda masuk kerumah disana sudah berdiri sekertaris Yo yang menunggu nya sejak tadi.
"Bagaimana keadaan Papah ku?" tanya Boss muda sambil berjalan menuju kamar Boss besar.
"Sedang diperiksa dokter dikamarnya Boss muda".
Krekkkkkkk Boss muda membuka pintu kamar Boss besar disana sedang ada dokter yang selesai memberikan obat apa saja yang harus diminum Boss besar.
"Gimana dok keadaan Papah saya tanya Boss muda?"
__ADS_1
"Sudah tidak mengalami sesak lagi kok sekarang nanti harus diminum obatnya juga dan tolong Papah anda jangan terlalu banyak pikiran ya!"
"Okey tapi apa perlu dirawat di RS saja Dok?" tanya Boss muda.
"Oh tidak perlu ini sudah tidak apa jantungnya sudah kembali stabil" jawab Dokter.
"Baiklah Dok terimakasih sudah melakukan yang terbaik untuk Papah saya" ucap Boss muda.
"Iya sama-sama kalo begitu cepat sembuh ya Pak, saya pamit dulu".
"Mari saya antar!" ucap sekertaris Yo.
Dokter dan sekertaris Yo pergi keluar.
"Pah papah mikirin apa si sampai jantung Papah kumat gini?" tanya Boss muda.
"Alahhh kamu tuh Han selalu berpura-pura apa yang selama ini jadi pikiran Papah" jawab Boss besar.
"Ya aku tau Pah tapi bisa kan Papah sebentar lagi saja Pah". jawab Boss muda.
"Inget Han jangan pernah kamu menunggu wanita itu kembali masih banyak didunia ini wanita yang jauh lebih baik dari Claudia kamu sudah dikecewakan masih saja tidak sadar".
"Pah Claudia tidak seburuk yang papah pikir kasih aku waktu buat tunjukkin itu ke Papah" ucap Boss muda.
"Alah sudahlah Papah tidak ingin berdebat sama kamu" kesal Boss besar.
"Oke Pah Han janji jika tahun ini Claudia tidak kembali Han akan menikah tahun besok dengan wanita pilihan Papah" ucap Boss muda.
Seketika Boss besar senang.
"Ahhh yang bener kamu Han jangan bohongi Papah" tanya Boss besar.
"Iya Pah, yasudah sekarang Han suapi Papah makan dan inget pah mulai sekarang jangan mikirin apapun lagi ya Pah!"
__ADS_1
"Nah gitu donk ini baru namanya anak Papah senang Boss besar".