
Boss muda akhirnya meminta nomor telepon Pak Nio dari salah satu Dosen kenalannya dikampus itu, setelah mendapatkan nomor telepon Pak Nio dengan cepat Boss muda langsung menelpon Pak Nio, wajah panik Boss muda tidak dapat ditutupi ada rasa kekhawatiran yang bercampur dengan rasa kecemburuan.
Sementara itu Pak Nio tengah rebahan diatas ranjangnya dan membayangkan jika nanti Zoi bisa ia miliki, dering telepon pun membangunkan nya dari lamunan.
Kringggg...
Dilihatnya nomor baru, daripada penasaran atau takutnya telepon penting Pak Nio pun mengangkat telepon itu.
"Ya hallo" jawab Pak Nio.
"Kamu bawa kemana isteri saya?" tanya Boss muda dengan nada tinggi.
"Tunggu,,,, tunggu santai dong Pak Han anda menanyakan isteri anda sendiri kepada laki-laki lain? bukankah itu aneh?" jawab Pak Nio.
"Saya tidak bercanda, dimana rumah kamu hanya berbeda blok saja kan dengan rumah saya, saya akan kasih kamu pelajaran" ucap Boss muda yang mulai tersulut emosi.
Pak Nio pun tertawa mendengar nada bicara Boss muda yang seperti sedang marah padanya.
"Untuk apa saya memberitahu rumah saya pada anda? apa anda pikir isteri anda wanita yang dengan mudahnya mau menginap dirumah laki-laki lain? Pak Han perlu saya ingatkan anda Zoi itu bukan anda yang mau sana sini" ucap Pak Nio.
"Brengsek, cepat katakan dimana Zoi!" teriak Boss muda.
Tuuutttttttt...tuuuutttt..
Pak Nio mematikan telepon nya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kok ada ya suami macem dia sudah asik berduaan sama cewek lain giliran isterinya pergi nanyain keberadaan isterinya sendiri sama laki-laki lain" ucap Pak Nio berbicara sendiri.
Boss muda yang belum selesai bicara ditelepon tapi sudah dimatikan teleponnya oleh Pak Nio semakin kesal dan kebingungan mencari Zoi.
Aaaaaaaaa sial....
"Kamu dimana Zoi, si Nio brengs*k dimana kamu sembunyikan Zoi? aku harus cari Zoi kemana lagi" teriak Boss muda didalam rumahnya.
Sementara itu Zoi kini sedang asyik-asyiknya meminum jus serta memakan cemilan-cemilan dihalaman belakang rumah Boss besar.
"Zoi sebenarnya apa yang dilakukan Han sama kamu, cerita lah sama Papah" ucap Boss besar.
"Am tidak apa-apa Pah, Zoi memang hanya ingin menemani Papah dan menghabiskan weekend kali ini bersama Papah apa tidak boleh?" jawab Zoi.
__ADS_1
"Tentu saja boleh, yang tidak boleh kesini itu si Han kalau sampe dia kesini Papah akan cincang dia berani sekali dia membuat anak perempuan Papah bersedih seperti ini" ucap Boss besar yang berusaha menghibur Zoi.
Zoi pun menangis dan memeluk Boss besar, inilah yang membuat Zoi selalu bertahan dengan Boss muda selain karena Zoi memang mencintai Boss muda tapi karena Zoi sangat menyayangi mertuanya ini Boss besar sangat menyayangi Zoi, memanjakan Zoi memperlakukan Zoi seperti memperlakukan anak kandungnya sendiri bahkan selalu bisa menjadi teman curhat Zoi atau sekedar untuk berbagi cerita, tak jarang Boss besar pun akan sangat marah besar kepada Boss muda apabila melihat Zoi bersedih sehingga Zoi sangat berat jika harus pergi meninggalkan Boss muda karena itu artinya dia akan berpisah juga dengan Boss besar dan Zoi tidak mau itu.
"Pah bagaimana kalau besok Zoi temani Papah bermain golf, lalu kita akan makan siang bersama dan setelah itu kita akan makan malam bersama" ucap Zoi sambil menyeka air matanya.
"Ide bagus itu Zoi, senang rasanya Papah bisa berkencan dengan anak perempuan Papah yang cantik ini pokoknya besok kita akan bergembira ok" jawab Boss besar.
"Setuju" ucap Zoi yang masih sedikit bersedih.
"Kenapa kamu masih bersedih, Zoi melihat kamu masih sedih begini Papah jadi merasa telah gagal mendidik Han menjadi seorang lelaki yang baik" ucap Boss besar.
"Tidak-tidak Zoi sudah tidak sedih lagi" jawab Zoi sambil berusaha menahan air matanya.
"Mana buktinya?" tanya Boss besar.
"Buktinya, ah Zoi akan bernyanyi dan menari untuk Papah bagaimana?" tanya Zoi yang sudah semakin ceria.
"Setuju, Papah sudah tidak sabar mendengarkan suara merdu anak Papah ini" jawab Boss muda.
Zoi pun bangun dari kursinya dan bersiap untuk bernyanyi dan menari, Zoi akan menyanyikan lagu three Bears/Gom Se Mari.
π€πΆπΌπ΅ Gom sema-ri-ga
han chi-be-yi-so
appa gom
omma gom
ae-gi gom
appa gommun tung-tung-hae
omma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-daπ€πΆπΌπ΅
__ADS_1
Sambil menari-nari dengan lihai Zoi berhasil membawakan lagu kesukaan nya didepan Boss besar dengan baik, Boss besar pun tepuk tangan.
Prokkkkkprokkkk...
"Wah seharusnya anak perempuan Papah ini menjadi idol K-Pop saja pasti akan sangat keren" puji Boss besar.
Zoi pun tersenyum malu, malam ini Zoi tidur nyenyak dirumah Boss besar, Boss besar pun sangat senang dan selalu terhibur setiap kali Zoi berkunjung.
Sementara Boss muda sama sekali belum terpikirkan olehnya kalau Zoi berada dirumah Papahnya sendiri, Boss muda masih mondar-mandir menunggu kedatangan Zoi didepan rumahnya.
"Ya Tuhan ini sudah sangat larut, kamu kemana Zoi, apa mungkin dia ada dirumah Papah?" ucap Boss muda yang langsung mengeluarkan handphone nya dari saku celana.
Boss muda pun segera menelepon Boss besar.
Boss besar yang sedang duduk dimeja kerjanya karena sedang memeriksa laporan keuangan restoran Jepangnya yang berada di Singapore melihat handphone nya berdering panggilan masuk dari Boss muda.
Boss besar pun menggelengkan kepalanya, lalu mengangkat telepon dari anaknya itu.
"Hallo maaf pemilik nomor ini tidak bisa diajak bicara dikarenakan sedang kesal dengan anaknya sendiri" ucap Boss besar.
"Pah jadi benar Zoi ada dirumah Papah?" jawab Boss muda.
"Apa? Hallo tidak dengar sepertinya kuping Papah malas mendengar suara dari telepon ini" ucap Boss besar.
"Pah sekarang juga Han akan kesana menjemput Zoi" jawab Boss muda.
"Coba saja kamu kesini Papah tidak akan pernah membukakan pintu rumah Papah" ucap Boss besar.
"Tapi Pah, Han harus bicara sama Zoi" jawab Boss muda.
"Jangan pernah menyakiti anak perempuan Papah lagi Han, dan satu lagi jangan temu Zoi dulu besok kami akan pergi bersama untuk jalan-jalan kamu tidak perlu ikut" ucap Boss besar.
"Pah ga bisa Han gak bisa jauh dari Zoi" jawab Boss muda sambil merengek.
"Itu derita kamu Han, yang jelas biarkan Zoi disini dulu, kamu tau Han tidak pernah Papah melihat Zoi sesedih itu bahkan tanpa dia bicara apa yang sudah kamu lakukan terhadap dia Papah bisa melihat kesedihannya hanya dengan menatap wajah nya" ucap Boss besar yang langsung menutup teleponnya.
Tuttttttttt......tuttttttttt panggilan telepon terputus.
"Pah halo...halo.." teriak Boss muda
__ADS_1