My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Sikap misterius Zoi


__ADS_3

Seketika Boss muda menatap tajam tatapan penuh kebencian kearah Claudia.


"Pergi dari rumahku sekarang juga!" bentak Boss muda yang membuat Claudia seketika ketakutan belum pernah dia melihat Boss muda semarah itu padanya.


Saat hendak meninggalkan rumah Boss muda mobil Pak Nio yang mengantar Zoi sampai dihalaman rumah Boss muda langsung saja mata Boss muda hafal dengan mobil itu milik Pak Nio, Zoi dan Pak Nio pun turun dari mobil.


Boss muda langsung meninggalkan Claudia yang masih terdiam mematung dan langsung menghampiri Zoi ketika berhadapan dengan Zoi air mata Boss muda seketika menetes Boss muda pun memeluk erat tubuh mungil Zoi.


"Saya benar-benar minta maaf Zoi berjanjilah untuk tidak meninggalkan saya" Boss muda merasa sangat bersalah kala melihat raut wajah Zoi.


Zoi pun berusaha tetap tegar dan tetap pada pendiriannya tapi Zoi tak ingin menimbulkan reaksi berlebihan dihadapan Boss muda dan Claudia dengan tenang Zoi melepaskan pelukan erat Boss muda dari tubuhnya dan melirik kearah Pak Nio.


"Pak Nio saya sudah tidak apa-apa terimakasih banyak sudah mengantarkan saya, nanti saya hubungi lagi" Zoi meminta Pak Nio untuk pulang terlebih dahulu.


"Ya sudah Zoi saya pamit dulu" Pak Nio pergi meninggalkan rumah Boss muda.


"Boss muda saya masuk kekamar dulu ya saya sedikit lelah, Boss muda lanjutkan saja mengobrol dengan Claudia" Zoi berusaha tetap tegar.


"Tapi Zoi apa kamu sudah tidak marah lagi sama saya kamu sudah memaafkan saya kan?" Boss muda masih bertanya-tanya dengan sikap tenang Zoi.


"Han libatkan Zoi sekarang sudah tidak marah lagi sama kamu, aku yakin Zoi juga akan terima jika kamu menikahi aku Han aku tidak masalah jadi yang kedua aku yakin Zoi pun tidak keberatan iya kan?" Claudia sengaja berkata demikian agar hati Zoi semakin sakit.

__ADS_1


"Tentu Clau tidak ada masalah dengan itu saya tidak keberatan, kalau begitu saya permisi masuk kedalam dulu" Zoi langsung meninggalkan Boss muda yang masih terdiam tidak mengerti dengan sikap Zoi saat ini.


"Zoi" Boss muda hendak mengejar Zoi namun Claudia menghentikan nya.


"Han aku engga mau tau kamu harus tanggung jawab atau aku akan bawa kasus pele* cehan ini keranah hukum kamu tau kan akibatnya untuk reputasi perusahaan kamu kalau sampai berita ini mencuat" ancam Claudia.


"Dengar Clau kamu mau buat perusahaan saya hancur sekalipun saya tidak akan pernah menikahi kamu satu hal yang perlu kamu ingat sampai mati isteri saya cuma satu dan hanya satu yaitu Zoi camkan itu!" Boss muda dengan tegas menolak Claudia dan berlalu masuk kedalam rumah nya lalu mengunci pintu rumahnya.


"Han apa sebegitu besarnya rasa cinta kamu terhadap Zoi sampai kamu tidak peduli dengan semua hal lainya, kenapa kamu tega berbicara begitu sama aku Han kemana kamu yang dulu mencintai aku" hikzzzzz,,,,, hikzzzzzz Claudia menangis perih mendengar semua ucapan-ucapan Boss muda.


Didalam kamar Zoi berpura-pura tertidur karena tak ingin berbicara apapun lagi dengan Boss muda, Boss muda yang melihat Zoi tertidur pun mengelus-elus rambut Zoi dan meneteskan air matanya.


"Zoi saya benar-benar mencintai kamu hidup saya tidak ada artinya tanpa kamu, maafkan saya yang tidak bisa menjaga perasaan kamu tapi saya bersumpah hanya kamu wanita yang saya cintai dan hanya kamu isteri saya satu-satunya tidak akan ada celah bagi siapapun itu saya tidak peduli dengan semua ancaman Claudia terserah dia mau hancurkan citra perusahaan saya atau menghancurkan nama baik saya hidup saya, saya tidak peduli saya hanya butuh kamu tetap disisi saya" Boss muda berbicara sembari terus mengelus rambut dan pipi Zoi yang saat ini sedang berpura-pura tidur.


"Zoi nanti sore saya antar kamu kekampus ya" Boss muda berusaha mencairkan suasana agar Zoi mau berbicara.


Zoi dan Boss muda berangkat kekantor bersama tidak ada gelagat kemarahan lagi pada Zoi membuat Boss muda sedikit lega Boss muda berpikir mungkin Zoi sudah bisa memaafkannya sekarang dengan tenang Boss muda masuk kedalam ruangannya dan memulai harinya dengan setumpuk berkas yang harus ia tangani.


Zoi kini sudah membuat surat pengunduran dirinya dari perusahaan dan berpamitan pada teman-teman satu divisinya Zoi meminta tolong pada Celine agar surat pengunduran dirinya diserahkan langsung pada Boss muda ketika sore hari Celine pun dengan berat hati menerima surat pengunduran diri Zoi dan melepas Zoi pergi tanpa tau permasalahan apa yang tengah menimpa Zoi.


Saat hendak meninggalkan kantor diloby Zoi berpapasan dengan Claudia.

__ADS_1


"Zoi aku ingin lihat apa kamu seorang isteri yang sangat menyayangi suaminya ataukah seorang isteri yang hanya menginginkan harta suaminya" celetuk Claudia yang tidak jelas apa yang dia maksud.


"Langsung saja Clau saya tidak punya banyak waktu" tegas Zoi.


"Han menolak menikahi saya dan dia lebih memilih permasalahan ini dibawa keranah hukum kamu tau kan Zoi kasus pele* cehan itu hukumannya penjara dan kamu bisa bayangkan reputasi perusahaan yang sudah sejak lama sekali dibangun dengan susah payah oleh Boss besar begitu berita ini mencuat reputasi perusahaan ini akan hancur" Claudia berusaha mendesak Zoi agar membujuk Boss muda mau menikahi nya.


"Heuh" Zoi tersenyum sinis dan menggelengkan kepalanya lalu bergegas pergi meninggalkan Claudia.


"Heuh? aku ngomong panjang kali lebar kali luas dan si anak kecil itu cuma jawab Heuh? apa dia pikir ancaman aku hanya isapan jempol belaka gitu dia ga peduli apa kalau suaminya akan hancur?" Claudia kebingungan dengan jawaban singkat Zoi.


Didepan kantor Pak Nio sudah menunggu Zoi didepan mobilnya Zoi pun melambaikan tangannya dan langsung masuk kedalam mobil.


"Gimana urusan dikantor sudah beres kan?" tanya Pak Nio.


"Udah kok Pak Nio sekarang saya ingin ambil barang-barang saya dirumah dulu" Zoi tampak sangat murung dan sedih saat ini.


"Saya akan bantu kamu berkemas, oh ya Zoi perpindahan kamu dari kampus sudah saya urus nanti berkasnya akan menyusul dikirimkan kita tinggal menunggu saja nanti jadi kamu tidak perlu bolak balik urus kekampus lagi" Pak Nio berusaha menenangkan Zoi.


"Saya berterimakasih sekali Pak Nio selalu membantu saya dan menenangkan saya, saya tidak tau lagi jika harus melewati ini semua sendirian" jawab Zoi.


Pak Nio dan Zoi pun pulang kerumah Boss muda dan mengemasi pakaian serta barang-barang Zoi yang sedikit itu Zoi menatap setiap sudut rumah itu rumah dimana dia dan Boss muda melewati hari-hari indahnya selama ini kenangan yang tak akan pernah mungkin Zoi lupakan seumur hidupnya.

__ADS_1


Selesai mengemasi semua pakaian Zoi dan Pak Nio segera meninggalkan rumah Boss muda dan menuju ke bandara penerbangan menuju pulau indah yang dulu pernah Zoi singgahi bersama Boss muda saat bulan madu kini dia akan menetap disana dan melupakan semua kesedihan nya dikota ini.


__ADS_2