My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Pilih Jujur atau Bohong?


__ADS_3

Keesokan harinya Boss muda mengajak Zoi, untuk berbelanja barang-barang khas pulau ini yang tidak ada dikota, Boss muda menyuruh Zoi membeli semua barang yang Zoi suka, disamping itu juga Boss muda ingin membelikan Boss besar oleh-oleh dan juga untuk para karyawan-karyawan Boss muda.


Akhirnya tibalah mereka disebuah tempat yang menyediakan khusus oleh-oleh khas pulau


tersebut, ada tas, baju, kupluk dan lain-lain.


Namanya juga cewek kan ya diajak belanja itu kaki udah kaya terbuat dari besi ga ada pegelnya, Zoi yang bersemangat loncat sini loncat sana membeli barang-barang unik sama sekali tak merasakan letih, berbeda dengan Boss muda yang kakinya sampai kesemutan saking sudah terlalu lama dipakai berkeliling.


"Eh Zoi, tu tunggu saya sudah tidak sanggup lagi Zoi" ucap Boss muda sambil nafas ngos-ngosan nya.


"Ih Boss muda kan kita baru keliling setengah hari, lagian oleh-oleh belum kebeli semua" jawab Zoi.


"Kaki kamu tuh kaki kuda ya? kok bisa-bisanya ga ngerasain sakit sudah dipakai berkeliling dari pagi" ucap Boss muda dengan wajah letihnya.


"Yasudah terus kita mau stop saja nih belanja nya?" tanya Zoi tak tega melihat Boss muda kecapean begitu.


"Iya stop, stop tumben kamu pinter Zoi, lagian saya mau kasih liat kamu sesuatu ayo ikut!" jawab Boss muda sambil menarik tangan Zoi.


Boss muda membawa Zoi ke pantai yang lebih bagus dari pantai kemarin, disana Boss muda ingin memotret Zoi bersama matahari yang terbenam.


"Wah matahari nya akan terbenam Boss muda, besar dan bagus banget" ucap Zoi.


"Iya saya akan foto kamu dengan sunset itu, cepat berdiri disitu!" pinta Boss muda.


"Oh baiklah" jawab Zoi.


Zoi bergaya begini begitu semua gaya foto dengan tingkah centilnya Zoi berpose ala-ala model. Setelah dirasa cukup mengambil foto, Zoi dan Boss muda sejenak bermain air dipantai mereka berlarian kesana kemari sambil menyipratkan air kesatu sama lain.


Matahari sudah terbenam Boss muda dan Zoi pun memutuskan untuk kembali ke hotel karena sudah seharian lelah berbelanja.


Sampai dihotel Zoi mandi terlebih dahulu, sementara Boss muda tengah sibuk dengan handphone nya. Zoi selesai mandi dan membaringkan tubuhnya dikasur yang terpisah dengan Boss muda.


Boss muda yang melirik Zoi dan melihat Zoi sangat segar setelah mandi dan rambutnya yang masih agak sedikit basah membuat pikiran nakal nya muncul.


"Aduh astaga ngapain si nih si junior malah bangun, daripada pikiran makin kemana-mana mending saya mandi lah" celetuk Boss muda.


Sementara Zoi asik melihat foto-foto mereka yang sangat bagus ketika dipantai.


"Zoi saya mau mandi dulu, kamu jangan kemana-mana" ucap Boss muda.

__ADS_1


"Siap Boss muda" jawab Zoi dengan mata yang tetap menatap layar handphone nya.


Setelah beberapa saat Boss muda keluar dari kamar mandi, sedangkan Zoi sudah berselimut menatap nakal Boss muda.


"Ngapain kamu liatin saya begitu?" tanya Boss muda.


"Boss muda bisa kemari dulu tidak, sini agak deketan" pinta Zoi.


Tanpa rasa curiga Boss muda mendekati Zoi, kemudian Hap lalu ditangkap, Zoi menyeret Boss muda masuk kedalam selimutnya, Boss muda pun sontak berteriak.


Aaaaa tolongg....


tolongggg...


"Zoi lepasin, Zoi" ucap Boss muda


Pergulatan didalam selimut sangat sengit, Zoi yang tetap mencengkram kuat Boss muda membuat Boss muda tak bisa keluar dari dalam selimutnya, dan sesekali kepala Boss muda bisa keluar dari dalam selimut.


Aaa tolonggggg..


"Saya mau diperkosa" teriak Boss muda.


Hahahaha


Kretttttttttt.....


Belahan celana tidur Boss muda robek dibagian tengahnya akibat Zoi menahannya.


"Astaga Zoi robek celana saya" ucap Boss muda berhasil keluar dari dalam selimutnya.


"Hahhaha lagian Boss muda ga mau diem si" jawab Zoi sambil terus tertawa.


"Kamu tuh bener-bener gadis kerdil yang mesum ya Zoi" ucap Boss muda.


"Boss muda nya aja yang ga normal" jawab Zoi.


"Enak aja kamu bilang saya gak normal, nanti kalau saya lakuin kamu nolak kaya waktu itu, lagian kamu jadi cewek nakal banget si" ucap Boss muda.


"Nakal apa? wee orang saya ga ngapa-ngapain Boss muda kok" jawab Zoi.

__ADS_1


"Kamu tuh hampir memperkosa saya tau engga ish takut saya jadinya" jawab Boss muda.


"Orang saya becanda, lagian mana ada cowok mau diperkosa nolak, wee" jawab Zoi.


"Terserah kamu mau ngomong apa, sekarang saya mau ganti celana saya yang robek ini" jawab Boss muda sambil menutupi pantatnya.


"Yasudah saya juga mau ngeteh di dekat jendela, bye" ucap Zoi.


Zoi membuat teh untuk dirinya sendiri duduk dibalik jendela yang terbuka merasakan hembusan angin malam yang sejuk menyapa dirinya, sementara Boss muda sudah selesai mengganti celananya.


Boss muda yang sedang tiduran diatas kasur melihat Zoi didekat jendela, wajahnya sangat cantik menghiasi gelapnya langit malam, rambut hitam panjang terurai nya berayun-ayun seakan melambai-lambaikan rayuannya terhadap Boss muda.


Boss muda akhirnya bangkit dari tempat tidurnya dan menghampiri Zoi, berdiri disamping Zoi.


"Ada apa nyamperin saya?" tanya Zoi dengan ketus.


Tiba-tiba Boss muda langsung mencium bibir imut Zoi yang sudah sejak tadi dipandangi nya, dipeluknya Zoi oleh Boss muda semakin membuat ciuman keduanya menggebu-gebu.


Jendela yang masih terbuka tak mereka hiraukan sama sekali, Boss muda dan Zoi hanyut dalam ciuman mesra itu, rasa ingin melakukan lebih Bosa muda muncul hingga menghentikan ciumannya terhadap Zoi dan berbisik ditelinga Zoi.


"Zoi saya sudah tidak bisa menahannya lagi" ucap Boss muda dengan nafas has*at nya yang sudah tak beraturan.


Zoi hanya terdiam sejenak, Zoi ingin sekali memberikan kehormatan nya pada Boss muda tapi Zoi sadar Boss muda belum memberikan keputusan nya apakah dia akan menjadi suaminya seutuhnya atau tetap menunggu Claudia.


Zoi pun mundur 1 langkah dari Boss muda.


"Apa aku boleh bertanya?" ucap Zoi.


"Iya" jawab Boss muda singkat.


"Apakah Boss muda sudah memutuskan untuk melupakan Claudia dan tidak menunggunya lagi?" tanya Zoi dengan tatapan penuh harapnya.


"Kamu ingin saya berkata jujur atau bohong?" tanya Boss muda.


"Bohong" ucap Zoi.


"Saya sudah melupakan Claudia dan tidak menunggunya" jawab Boss muda.


Berarti bila Boss muda mengatakan yang jujur sama halnya dia bilang.

__ADS_1


"Saya belum melupakan Claudia, dan akan tetap menunggunya".


Mendengar jawaban Boss muda Zoi segera berlari dari hadapan Boss muda dan keluar dari kamar hotel, sementara Boss muda hanya diam mematung melihat Zoi berlari dari hadapannya.


__ADS_2