
Boss muda menarik nafasnya dalam-dalam dan memberanikan diri untuk bicara pada Zoi, sementara Zoi yang duduk bersandar dikasur menatap wajah gugup Boss muda.
"Mungkin memang sebaiknya saya memikirkan kembali tentang keputusan saya untuk menunggu Claudia, karena itu gak adil buat kamu. Dan untuk masalah saya harus berhenti berkomunikasi dengan Claudia, akan saya kurangi mulai sekarang untuk tidak terlalu intens berkomunikasi dengan Claudia" ucap Boss muda dengan wajah gugupnya.
Zoi yang mendengar perkataan Boss muda seakan tak percaya apa yang didengarnya, Zoi sangat bahagia akhirnya Boss muda mau untuk sedikit mempedulikan perasaanya. Wajah cantik nan imut Zoi benar-benar berbinar saat ini.
"Saya janji akan lebih menjaga perasaan kamu" tambah Boss muda.
Sontak Zoi langsung memeluk erat Boss muda dan mencium pipi Boss muda, membuat Boss muda tersenyum malu.
"Terimakasih ya Boss muda, sudah mau sedikit mengerti perasaan saya, saya janji akan lebih berusaha membuat Boss muda untuk mencintai saya" jawab Zoi dengan tersenyum ceria.
"Yasudah kamu tidur besok pagi kita akan pergi ke kampus untuk daftar kuliah kamu" jawab Boss muda.
Pagi hari Boss muda sudah siap didalam mobil menunggu Zoi yang tengah berdandan cantik. Boss muda berteriak agar Zoi secepatnya naik ke mobil.
Zoi cepat...
"Iya Boss muda maaf" Zoi masuk kedalam mobil.
"Ngapain si dandan segala? mau tebar pesona apa sama mahasiswa disana? tanya Boss muda dengan wajah cemberut.
"Kalo iya emang kenapa" ledek Zoi.
Boss muda mulai melajukan mobilnya untuk menuju kampus pilihanya, setelah beberapa lama tibalah Boss muda dan Zoi didepan kampus besar. Boss muda memarkirkan mobilnya dihalaman kampus yang megah itu.
"Wah besar sekali kampusnya" ucap Zoi.
"Ayo buru" Boss muda menarik tangan Zoi.
Boss muda berjalan melewati mahasiswi-mahasiswi cantik yang tengah mengobrol disekitaran kampus, membuat semua mahasiswi memandang Boss muda dengan tatapan mupeng nya, mereka terpesona dengan ketampanan Boss muda dan tubuh tegap Boss muda.
"Saya risi sebenarnya kalau jalan dimanapun para wanita selalu terpesona begitu melihat saya, tapi apalah daya ketampanan ini sudah menjadi takdir yang tidak bisa diubah" ucap Boss muda dengan bangganya.
__ADS_1
"Ish narsis banget si" celetuk Zoi.
Setelah melakukan administrasi pendaftaran dan sudah memilih jurusan yang diinginkan Zoi, Boss muda dan Zoi pun bergegas untuk pulang, kali ini mereka melewati sekelompok mahasiswa-mahasiswa yang tengah berkumpul dihalaman kampus.
Mahasiswa-mahasiswa itu sangat terpukau melihat kecantikan Zoi dan tak henti-hentinya memandang Zoi, bahkan mulai membicarakan Zoi.
"Eh eh tuh cewek cantik banget, gila putih imut kaya idol K-Pop aja ya ga?" ucap salah satu mahasiswa itu.
Mendengar banyak cowok yang terpesona pada Zoi Boss muda dengan sigap langsung merangkul erat pinggang Zoi layaknya sepasang kekasih.
"Yoi bro calon mahasiswi sini tuh kayanya, sikat lah. Tapi itu Paman nya kayanya ngejagain banget dia ye ga bro?" ucap mahasiswa lainya.
"Pa Paman? siapa yang barusan mereka bilang Paman kamu?" tanya Boss muda kesal.
Zoi hanya tertawa melihat expresi wajah kesal Boss muda.
"Jangan ketawa kamu" ucap Boss muda sambil masuk ke mobilnya.
"Boss muda lagian aneh kenapa juga harus kesal, emang kenyataan nya umur Boss muda itu bagaikan paman buat saya" jawab Zoi dengan masih cekikikan.
"Asik, berarti Boss muda akan melakukan nya disana sama saya?" tanya Zoi dengan polos.
"Ye,, dasar gadis kerdil omes" jawab Boss muda.
"Biarin daripada Paman-paman gak normal" jawab Zoi.
"Giliran semalem aja kamu nolak saya kan? lupa kamu?" ucap Boss muda.
Zoi hanya tersenyum tersipu malu, pikirnya iya ya kenapa semalam tidak diteruskan saja hehehe.
Sesampainya dirumah Boss muda menyuruh Zoi untuk packing keperluan dia untuk dibawa ke pulau. Zoi yang sudah selesai packing keperluannya sendiri tiba-tiba mengambil koper Boss muda dan memutuskan untuk menyiapkan keperluan Boss muda juga.
Boss muda yang baru selesai mandi kaget melihat Zoi sedang merapihkan baju serta pakaian dalamnya.
__ADS_1
"Eh eh ngapain kamu sentuh barang-barang saya, taro lagi ga!" ucap Boss muda panik.
Zoi yang tengah memegang cela*a dalam Boss muda sama sekali tak merasa malu atau jijik, Zoi malah berfikiran menjaili Boss muda kembali melihat Boss muda sangat malu begitu cela*a dalamnya dipegang Zoi.
"Ini, kenapa harus ditaro ini bagus juga warnanya hitam besar ya ternyata" Zoi tertawa kegirangan sambil melebarkan cela*a dalam Boss muda.
"Ih sini gak!" Boss muda menghampiri Zoi tapi Zoi menjauh dari Boss muda.
Zoi mengepal-ngepal cela*a dalam Boss muda, lalu memutar-mutar cela*a dalam Boss muda memainkannya selayaknya mainan anak-anak.
"Astaga Zoi kamu benar-benar mencoreng harga diri junior saya ya, sini Zoi" Boss muda berlari-lari hendak mengambilnya dari Zoi.
Zoi terus menghindari kejaran Boss muda dengan terus memutar-mutar cela*a dalam milik Boss muda itu oleh jari telunjuknya, tak lama Zoi memakaikan nya dikepalanya sendiri layaknya topi koki di mas*er chef.
"Hahaha lihat ini Boss muda, saya adalah salah satu koki terbaik lihat saja ini topi nya bagus kan" Zoi memamerkan cela*a dalam Boss muda yang dipakainya dikepala.
"Zoi, kesinikan saya ga akan maafin kamu ya lihat saja nanti" Boss muda terus mengejar Zoi sampai kedapur, keruang tamu dan lain-lain.
Zoi kemudian mengambilnya dari atas kepalanya, lalu memakainya dibagian lengan kanannya layaknya sosialita memamerkan tas bermerk.
"Hai guys, lihat nih ini tas keluaran baru lho dari merk terkenal nih lihat bagus kan ada bolong-bolong nya juga lho guys" ucap Zoi sambil berlarian kesana kemari.
Setelah puas menjaili Boss muda akhirnya Zoi mengembalikan nya pada Boss muda, Boss muda kalo kalian bisa lihat kepala nya sudah memerah seperti kepiting rebus, dari hidung dan kedua telinganya mengeluarkan asap.
"Ih Boss muda masa gitu aja ngambek" colek Zoi.
"Awas aja kamu" jawab Boss muda dengan wajah cemberutmya.
Boss muda kemudian mengelus-elus juniornya dan berkata.
"Harga diri kamu sudah dipermalukan junior nanti kita akan balas dia, heum lihat saja Zoi saya akan balas kamu" Boss muda mengepalkan tangannya.
Sementara Zoi masih mondar-mandir didekat Boss muda sambil sesekali menahan tawanya. Boss muda yang kesal dengan kejahilan Zoi masih melirik tajam Zoi sambil sesekali mengepalkan tangannya pada Zoi.
__ADS_1
Malam semakin larut Boss muda baru selesai merapihkan segala keperluan nya untuk pergi honeymoon besok pagi, sementara Zoi sudah tertidur pulas dikasur.