
Pagi tiba seperti biasanya Zoi pergi kerumah Boss muda untuk merapihkan rumahnya terlebih dahulu, tok tokkktookkk tak lama Boss muda membuka pintunya.
"Kamu sudah sampai?" ucap Boss muda sambil tersenyum tipis.
"Iya Boss muda, yasudah saya mau bersih-bersih dulu" jawab Zoi.
Kemudian saat sedang membersihkan bingkai didinding menggunakan kursi karena terlalu tinggi, tiba-tiba kursi tidak seimbang dan bergoyang-goyang, lalu Zoi hendak jatuh tapi Boss muda yang saat itu tengah memerhatikan nya langsung berlari untuk menangkap tubuh mungil Zoi.
Brughttthhhh...
Tubuh mungil Zoi tepat berada diatas Boss muda, Zoi sangat kaget karena saat ini bibir mereka menempel dengan mata yang saling bertatapan sontak Zoi langsung buru-buru bangun.
"Ya ampun kenapa Boss melakukan perbuatan seperti ini sama saya?" ucap Zoi.
"Perbuatan seperti ini maksud apa perbuatan apa hah?" sahut bos muda.
"Ya kenapa Boss muda, ahhh sudahlah" Zoi enggan meneruskan.
Boss muda langsung bangun dan sedikit kesal.
"Kamu udah saya tolongin malah marah-marah kamu tau gak kalo tadi kepala kamu langsung membentur lantai saya juga nanti yang repot, harus bawa kamu kerumah sakit bikin kesel saja" ucap Boss muda.
"Hahh apa? jadi kamu nolongin saya karena gak mau repot untuk bawa saya ke Rumah sakit bukan karena khawatir saya kenapa-kenapa?" tanya Zoi.
"Huhh memang nya kamu siapa nya saya sampai saya harus khawatir sama kamu?" ucap Boss muda sambil berlalu pergi.
"Jiahhh dasar manusia aneh sebentar-sebentar bersikap manis tapi abis itu marah-marah lagi" celetuk Zoi kesal.
Setelah selesai sarapan Zoi dan Boss muda berangkat kerja bersama seperti biasa diperjalanan mereka hanya saling diam saja Boss muda pun memulai percakapan nya.
"Emm emmm emmm saya hari ini akan berkunjung di jam sore ke restoran, jadi pastikan seluruh tempat bersih!" ucap Boss muda.
"Iya baik" singkat Zoi.
Tak lama kemudian sampai didepan restoran Zoi pun turun dengan wajah datar, Boss muda pun berlalu dengan mobil nya.
Disana karyawan lain mulai berdatangan Madam Cus, Farah, Bagas, Umi mereka melihat Zoi turun dari mobil Boss muda dan Madam cus bertanya.
"Zoi kamu masih harus membersihkan rumah Boss muda sampai kapan sih kamu engga capek? bisa-bisa sakit kalau tenaga kamu diporsir begini.
__ADS_1
"Iya Zoi" sahut Umi kamu memang gak bisa untuk potong gaji saja?
"Kami saja bersama Boss muda beberapa menit sudah keringet dingin apalagi kamu Zoi setiap hari harus bertemu Boss muda" timpal Farah.
"Yah bagaimana lagi Madam, Mi, Far, kan aku harus berhemat agar tahun besok bisa kuliah dan juga aku harus mengirim uang untuk Tante ku dikampung bagaimanapun dia sudah banyak berjasa.
"Hmm iya juga si" sahut Madam Cus kalo dipakai untuk menyicil handphone Boss muda bisa-bisa kamu gagal kuliah tahun besok.
"Iya ya Zoi" timpal Umi.
"Yasudah Zoi kamu banyak-banyak sabar aja menghadapi Boss muda" ucap Farah.
"Hmm" Zoi tersenyum.
Sore sudah tiba seperti biasa restoran sangat sibuk dan ramai tiba-tiba Boss muda muncul untuk kunjungan restoran.
Madam Cus pun menyambut dengan senyuman.
"Selamat sore Boss muda mari ikut keruangan saya" ucap Madam Cus.
Disitu ada Zoi yang sedang melayani customer melirik ke arah Boss muda, namun Boss muda hanya berlalu saja tanpa menyapa nya berapa menit berlalu Boss muda pun pergi dari restoran setelah berkeliling restoran sebentar.
Eh kalian lihat tidak wajah Boss muda
seperti nya pucat dan berkeringat" ucap Diaz.
"Iya iya bener tuh" jawab Farah merasa penasaran.
"Eh kalian sedang apa berkumpul begini" tanya Madam Cus.
"Ini lho Madam mereka lagi membicarakan Boss muda yang mukanya pucat hari ini dan tidak banyak bicara seperti biasa nya" jawab Bagas.
"Memang kasihan sekali Boss muda tadi dia bilang memang sedang sakit dan lemas, wajar si setiap hari dia yang mengurusi segala macam bisnis ayah nya seorang diri tanpa ada yang merawat dan memperhatikan nya akhir nya dia sakit begitu" ucap Madam Cus.
( Zoi yang sedari tadi diam-diam menguping mendadak merasa cemas dengan Boss muda padahal tadi pagi dia tidak apa-apa dalam hati Zoi ).
Malam tiba restoran pun tutup semua karyawan saling berpamitan namun Zoi sangat gelisah memikirkan apakah dia harus pergi kerumah Boss muda atau tidak, tapi akhirnya dia memutuskan untuk menemui Boss muda dirumah nya.
Tokkkk tokk tokkk Zoi mengetuk pintu rumah Boss muda namun tidak ada jawaban ternyata pintunya tidak dikunci akhirnya Zoi pun masuk kedalam dan memanggil-manggil.
__ADS_1
Boss muda,
Boss muda,
Boss muda,
tidak ada jawaban Zoi membuka pintu kamarnya ternyata Boss muda sedang tidur dengan wajah sangat pucat Zoi pun panik dan langsung menghampiri.
"Boss muda bangun!" ucap Zoi sambil memegang dahi Boss muda.
Dahi nya sangat panas Zoi pergi mengambil kompres, Zoi mengompres dahi Boss muda berapa lama Zoi pun mengambil kotak obat untuk mencari obat penurun panas, kemudian Zoi mengambilkan minum untuk Boss muda minum obat.
"Boss muda" panggil Zoi pelan.
"Bangun dulu! saya sudah ambilakan obat diminum dulu ya" ucap Zoi.
Sambil setengah sadar Boss muda mencoba membuka matanya dan melihat ke arah Zoi yang hendak menyuapi nya obat.
"Ayo buka mulut nya Boss muda" ucap Zoi.
Sambil menyuapi obat ke mulut Boss muda setelah selsai Boss muda kembali dibaringkan oleh Zoi, kelihatan sangat lemas sekali Boss muda.
Beberapa menit kemudian terlihat Boss muda sudah tidur, Zoi kemudian bangkit dari duduk nya untuk segera pulang karena sudah malam sekali saat beranjak pergi tanpa disangka tangan Boss muda memegang tangan Zoi dan berkata.
"Jangan pergi, jangan pernah pergi lagi, jangan tinggalin aku sendiri ucapnya lemas.
Mendengar hal itu, Zoi tersenyum senang dan membalas genggaman erat Boss muda lalu duduk kembali disamping Boss muda.
"Aku ga akan kemana-mana kok jadi Boss muda tidur lagi yah!" sahut Zoi.
Tak lama tangan Boss muda menarik tangan Zoi hingga Zoi terdorong ke kasur dan berada diatas tubuh Boss muda, dengan kaget Zoi berusaha melepaskan tangan Boss muda namun Boss muda lebih keras lagi memeluknya.
Zoi yang kaget hanya bisa memandangi wajah tampan Boss muda dan hendak mencium pipi Boss muda, tapi saat Zoi hendak mencium pipi Boss muda.
Boss muda itu mengucapkan.
"Aku sudah lama merindukan kamu, jadi ku mohon tetaplah disisi ku, jangan lari lagi dari ku aku benar-benar tersiksa Claudia".
Seketika raut wajah Zoi berubah menjadi kesedihan mendengar Boss muda menganggap nya sebagai Claudia yaitu cinta pertama Boss muda.
__ADS_1
Dengan wajah sedih Zoi melepaskan pelukan Boss muda dan dengan rasa kecewa nya Zoi terdiam sejenak disamping Boss muda dan bertanya pada dirinya sendiri mengapa aku harus kecewa Boss muda menyebut nama Claudia?