My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Setuju untuk menikah


__ADS_3

Tiba dikediaman Boss besar Claudia dan Boss muda segera masuk kedalam rumah untuk bertemu Boss besar, diruang tamu Boss besar sudah menunggu sambil menyeruput teh hangat, melihat kedatangan Boss muda dengan Claudia.


"Pah, kami datang sesuai janji Han untuk kita membahas soal pernikahan" ucap Boss muda dengan gugup.


"Ini Om saya bawakan sedikit oleh-oleh dari Jerman, kemarin dipesta saya tidak sempat memberikan ini" timpal Claudia sembari memberikan bingkisan kepada Boss besar.


"Yasudah silahkan duduk" jawab Boss besar menyambut pemberian Claudia.


"Begini Pah, Han sudah berjanji pada Papah tempo hari untuk segera menikah awal tahun besok" ucap Boss muda.


"Ya dan kamu harus tepati itu Han!" jawab Boss besar.


"Tapi Pah Claudia masih terikat kontrak dengan perusahaan Jerman selama satu tahun lagi, Han minta sama Papah untuk Han bisa menikah ditahun berikutnya saja Pah, Han janji" ucap Boss muda dengan serius memohon.


"Kamu itu kaya engga kenal wanita ambisius ini saja Han" Boss besar mulai bicara sinis.


Sementara Claudia yang daritadi hanya diam menyimak obrolan Boss muda dan Boss besar sedikit sedih atas sindiran Boss besar kepadanya.


"Dia itu akan terus mencari-cari alasan untuk terus mengembangkan karier nya Han, dia tidak mungkin menetap begitu saja dengan kamu" ucap Boss besar sedikit kesal.


"Engga Pah, kami saling mencintai tolong izinkan Han menikah dengan Claudia dua tahun lagi, Han mohon sekali Pah" Boss muda memelas.


"Kalau kamu datang kesini hanya untuk mengingkari janji kamu sama Papah hanya demi seorang wanita yang bahkan lebih mementingkan karier nya dibandingkan kamu, Papah rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Han" jawab Boss besar.


"Tapi Pah, kami ingin bertunangan dulu sekarang" jawab Boss muda.


"Apa? bertunangan jangan harap Papah akan menyetujui hal bodoh itu Han, intinya Papah mau kamu menikah awal tahun besok kalau kekasih mu itu tidak bisa itu berarti kamu tidak terlalu berarti untuk kekasih mu Han, camkan itu!" ucap Boss besar.


Mendengar Boss besar bicara seperti itu Boss muda sedikit frustasi dan tidak tau harus meyakinkan nya dengan cara apa lagi, tiba-tiba Claudia ikut bicara.

__ADS_1


"Kalau begitu Han, menikahlah dengan pilihan Papah kamu" ucap Claudia seperti menahan emosi dan tangan nya mencengkram sofa.


"Apa maksud kamu Clau?" ucap Boss muda.


"Sejatinya kamu pria yang baik dan juga anak yang baik, aku gak mau kamu membantah keinginan orang tua kamu sendiri Han." jawab Claudia sedikit bersedih.


Boss besar dan Boss muda sangat kaget dengan ucapan Claudia, kemudian Boss muda menarik tangan Claudia untuk bicara diluar.


"Pah kami izin bicara berdua dulu" ucap Boss muda sambil menarik tangan Claudia menuju taman depan rumah.


Sampai ditaman Claudia meneteskan air matanya.


"Papah kamu benar Han, aku memang saat ini tidak bisa memilih kamu dibandingkan karier aku" hukzzz hikzz Claudia menangis.


"Dengar Clau saya sudah menunggu kamu sampai sejauh ini dan sekarang kamu minta saya untuk menikah dengan wanita pilihan Papah saya, yang entah siapa itu" jawab Boss muda kesal.


"Pernikahan bukan permainan Clau, saya engga bisa menikah dengan wanita yang bahkan saya tidak mengenal nya" jawab Boss muda.


"Kalau begitu apa kamu punya opsi lain? kamu punya cara lain agar kita bisa bersama kelak? nothing Han" ucap Claudia sambil terus meneteskan air matanya.


"Saya pun tidak tau harus bagaimana saat ini, saya gak mungkin mengingkari janji saya terhadap Papah hanya dia yang saya punya" jawab Boss muda dengan sedih.


"Kalau begitu ikuti saran aku Han, kamu bisa tidur secara terpisah dengan wanita pilihan Papah kamu, kalian hanya perlu berpura-pura sebagai sepasang suami istri didepan Papah kamu" ucap Claudia sedikit lega.


"Ya kamu benar Clau saat ini kita tidak punya pilihan lain, saya yakin Papah akan menikahkan saya dengan salah satu anak dari klien nya" jawab Boss muda.


"Its ok Han, kamu bisa bilang sama wanita itu pernikahan kalian baik untuk bisnis orang tua nya dan kamu bilang belum siap untuk menyentuhnya karena terlalu mendadak" jawab Claudia memberikan saran gilanya.


"Yasudah saya akan bilang setuju sama Papah untuk menikah dengan wanita pilihanya, tapi apa perasaan kamu baik-baik saja Clau?" tanya Boss muda sedikit khawatir.

__ADS_1


"I'm Okey, aku tau cinta kamu daridulu saat kita masih SMA sampai detik ini hanya untuk aku, jadi aku ga akan pernah khawatir kamu berpaling dari aku" jawab Claudia dengan percaya dirinya.


Akhirnya Boss muda dan Claudia kembali kedalam rumah menemui Boss besar setelah mereka menemukan solusi untuk permasalahan mereka.


"Pah maaf Han udah bikin Papah kesal, Han janji akan menuruti keinginan Papah untuk menikah diawal tahun ini, tentunya dengan wanita pilihan Papah" ucap Boss muda berusaha tegar.


"Kamu serius kan Han dengan keputusan kamu ini?" tanya Boss besar dengan tersenyum.


"Ya Pah, Claudia juga sudah tau Han mengambil keputusan ini dia baik-baik saja" jawab Boss muda sambil tersenyum.


"Baiklah Han besok Papah akan pilihkan beberapa calon, anak dari rekan-rekan bisnis perusahaan kita" ucap Boss besar dengan wajah ceria nya.


"Nanti Han mampir kalau besok ada waktu senggang" jawab Boss muda sedikit penasaran.


Boss muda dan Claudia pulang dari rumah Boss besar, Boss muda mengantar Claudia ke apartemen nya.


Sampailah mereka di apartemen Claudia, Boss muda dan Claudia masuk kedalam apartemen nya.


"Silahkan duduk calon pengantin" ucap Claudia sambil meledek.


"Hei cuma kamu yang akan menjadi pengantin sungguhan dihati saya selamanya" jawab Boss muda tersenyum dan menarik tangan Claudia ke atas pangkuannya.


Boss muda mencium bibir Claudia dengan ganasnya, Claudia pun terus membalas ******* bibir Boss muda dengan tangan yang mengelus-elus dada Boss muda Claudia sangat bernafsu saat ini.


Boss muda yang semakin terpacu dengan sentuhan-sentuhan nakal Claudia, meraba-raba pinggang Claudia perlahan tangan Boss muda naik membuka kancing baju Claudia satu persatu, lalu menciumi leher Claudia, Boss muda terus membuka kancing baju Claudia hingga tak tersisa satu kancing pun.


Claudia yang sangat menikmati kecupan-kecupan Boss muda dilehernya semakin bernafsu dan sesekali mengeluarkan ******* nya, membuat Boss muda lebih ganas lagi menciumi leher Claudia kemudian ciuman Boss muda semakin turun dan semakin turun sampai ke bagian dada Claudia.


Sedangkan kedua tangan Boss muda memeluk erat pinggang Claudia, sekitar hampir setengah jam Boss muda tak menghentikan ciuman nya di dada dan leher Claudia hingga menimbulkan kemerahan di dada Claudia.

__ADS_1


__ADS_2