
Keesokan harinya Boss muda sudah berangkat kekantor lebih dulu daripada Zoi, Boss muda sudah tidak sabar untuk mengungkapkan perasaannya kepada Zoi diloby kantor yang sudah dihias sedemikian cantiknya.
Sesampainya dikantor Boss muda melihat loby sudah sangat meriah dengan hiasan bunga yang ditabur diatas red carpet, Sekertaris Boss muda pun menghampiri dan memberikan Bunga mawar merah yang diminta Boss muda.
"Oke Perfect" ucap Boss muda tersenyum senang.
Tak lama semua karyawan yang mulai berdatangan berkumpul diloby karena ingin tahu apa yang dilakukan Boss muda, beberapa saat kemudian langkah kaki seorang wanita berjalan diantara bunga-bunga diatas red carpet menuju kearah Boss muda, Boss muda yang sedari tadi tak melihat kearah pintu utama seketika menengok kearah wanita yang semakin dekat kearah nya, dan.
"Claudia?" ucap Boss muda.
"Han" Claudia langsung memeluk Boss muda dengan erat.
"Clau, tapi" jawab Boss muda yang berhenti bicara.
"Han, aku kangen banget sama kamu makanya aku memutuskan kontrak sepihak aku dengan perusahaan di Jerman" jawab Claudia.
"Ah begitu" jawab Boss muda.
"Han apa kamu gak senang? tapi aku benar-benar gak nyangka kamu tau kepulangan aku dan menyiapkan hiasan ini Han" ucap Claudia.
Dengan masih memeluk erat tubuh Boss muda, Claudia merasa sangat senang, saat itu Zoi datang kekantor dan masuk keloby utama, Zoi melihat Boss muda dan Claudia berpelukan dengan hiasan cantik itu.
Seketika Zoi tak bisa lagi membendung sakit hatinya, Bosa muda yang melihat Zoi berdiri dihadapannya berusaha melepaskan pelukan Claudia, namun Zoi keburu pergi dari hadapan Boss muda dan lari sekuat sekencang-kencangnya.
"Clau cukup aku harus pergi" ucap Boss muda.
"Han, aku kerampokan dua hari lalu" jawab Claudia.
Sontak membuat langkah kaki Boss muda terhenti.
"Apa?" tanya Boss muda.
"Aku kerampokan Han, semua barang-barang aku hilang termasuk handphone" ucap Claudia.
"Jadi kamu belum baca pesan dari aku Clau?" tanya Boss muda.
"Pesan? kamu kirim pesan apa Han?" tanya Claudia berlaga so tidak tahu.
"Em itu" Boss muda kebingungan harus bilang apa sekarang.
__ADS_1
"Han aku masih membutuhkan terapi akibat aku trauma mengalami kerampokan itu, apa kamu tidak khawatir?" tanya Claudia.
"Kita ngobrol ditempat lain saja, jangan disini" ucap Boss muda yang sadar dirinya jadi pusat perhatian semua karyawan.
Boss muda dan Claudia pun pergi ke apartemen Claudia untuk mengobrol, sedangkan Zoi membolos dari kantor dan terisak tangis dijalanan kota.
"Jahat banget Boss muda, apa benar Boss muda menyiapkan sambutan sampai merias loby itu untuk kedatangan Claudia? ternyata semua kata-kata Boss muda cuma kebohongan, dia tidak akan pernah mencintai aku" ucap Zoi sambil terus menangis.
Sementara diapartemen Claudia, Boss muda dan Claudia duduk mengobrol.
"Han kenapa si kamu jadi kaku gini, Han sekarang aku sudah siap untuk menjadi nyonya Han Pradigta aku mau menikah sama kamu Han" ucap Claudia.
Boss muda masih terdiam seribu kata masih tidak bisa bicara apapun terhadap Claudia, Claudia pun memeluk Boss muda dan bersandar dipundak nya, Claudia mulai dengan rayuan nya dia mulai menciumi leher Boss muda membuat mata Boss muda terpejam menerima kecupan-kecupan Claudia.
Semakin naik dan semakin naik kecupan Claudia hingga sampai ke bibir Boss muda, Claudia dengan lahapnya mengulum bibir merah muda Boss muda, Boss muda menerima ciuman Claudia untuk beberapa saat, kemudian dia tersadar dan langsung menyudahinya.
Claudia yang kecewa dengan perlakuan Boss muda berusaha untuk tetap pura-pura baik-baik saja.
"Han hari ini aku terapi untuk menghilangkan trauma aku akibat kerampokan, kamu temani aku ya disini nanti orang terapi nya akan datang kesini" ucap Claudia.
"Iya Clau" singkat Boss muda.
"Bagaimana ini kenapa disaat saya sudah ingin mengakhiri, saya sudah sangat susah payah untuk melupakan Claudia, dia malah datang dihadapan saya dan itu membuat semuanya jadi kacau, jujur saya belum bisa melepas Claudia" dalam hati Boss muda.
Zoi yang sedari pagi hingga sore begini sudah selesai menangisi nasibnya dan tidak ingin kalah dari Claudia, kemudian bangkit dan segera pergi kekantor untuk menanyakan semuanya pada Boss muda.
Zoi pun bertanya pada resepsionis diloby.
"Apa kamu liat Boss muda?" tanya Zoi.
"Tau tuh pergi kemana sama pacarnya" jawab resepsionis itu.
Zoi pun ingat dengan alamat apartemen Claudia, dia pun buru-buru pergi ke apartemen Claudia, yang jaraknya sangat dekat dengan kantor Boss muda.
Zoi pun langsung menanyakan pada resepsionis apartemen disana dinomor unit berapa Claudia tinggal, setelah mengetahui nomor unit apartemen Claudia Zoi bergegas manaiki lift agar cepat sampai.
Sesampainya diapartemen Claudia, Zoi mengetuk pintunya dengan kencang.
Tokkkkk tokkk tokkk....
__ADS_1
"Sebentar ya Han aku buka pintu dulu, mungkin itu kurir" ucap Claudia
Boss muda masih duduk terdiam disofa, Claudia pun membukakan pintunya dan melihat Zoi dihadapanya.
"Zoi? ngapain kamu kesini" tanya Claudia
Tanpa menunggu aba-aba Zoi pun masuk kedalam dan langsung menghampiri Boss muda.
"Hey Zoi, kamu gak bisa masuk sembarangan gini" ucap Claudia.
"Zoi?" ucap Boss muda yang langsung berdiri dari duduknya.
"Kenapa Clau gasuka kalau ada orang yang masuk apartemen kamu tanpa izin? sama saya juga ga suka ada yang bawa suami saya tanpa izin" ucap Zoi.
"Udah hentikan, kenapa kalian bertengkar gini, Zoi saya akan jelaskan kenapa saya disini" ucap Boss muda.
"Ga perlu ga penting" jawab Zoi sambil menarik tangan Boss muda untuk ikut dengannya.
"Hey aku belum selesai dengan Han, lepasin dia" ucap Claudia.
Claudia berusaha keras melepaskan tangan Zoi dari tangan Boss muda, Zoi pun emosi dan menghentak kan tangannya sekuat tenaga membuat Claudia jatuh kelantai.
"Awwwww, kasar banget kamu Zoi" ucap Claudia.
"Zoi cukup" ucap Boss muda yang langsung membantu Claudia berdiri.
"Saya harus disini dulu sebentar, jadi kita bicara nanti dirumah, sekarang kamu pulang" ucap Boss muda.
"Boss muda lebih memilih bersama cewek ini dibanding pulang sama saya? isteri Boss muda sendiri?" tanya Zoi.
"Kamu tuh jadi isteri ga penurut ya ternyata" celetuk Claudia.
"Apa?" Zoi marah dan hendak meremas mulut Claudia.
Namun ditepis Boss muda.
"Cukup Zoi" teriak Boss muda.
Zoi yang menerima bentakan Boss muda, seketika mundur dari hadapan Boss muda dan Claudia dan pergi meninggalkan apartemen itu.
__ADS_1