
Sore hari Boss muda tengah berada diluar kantor karena pergi ke restoran berbagai cabang miliknya untuk sekedar melihat-lihat dan mencari tau apa yang perlu diperbaiki, sedangkan Claudia sudah selesai dengan penjelasan tentang Job desknya, kini dia tengah diajak oleh Sekertaris lamanya untuk berkeliling sekeliling kantor ini.
Tibalah Claudia diruangan divisi marketing disana tempat ruangan kerja Zoi berada, Claudia pun masuk untuk menyapa staff disana Zoi yang melihat Claudia kini tenggang lenggang diruangan kerja seketika tanduknya keluar dari ujung kepalanya, tatapang Zoi beneran mirip banteng yang akan menyeruduk mangsanya readers.
"Hai semuanya perkenalkan saya Sekertaris barunya Boss muda, meskipun kita tidak satu ruangan saya harap kita bisa tetap bekerjasama memajukan perusahaan ini" sapa Claudia.
Karyawan lain tersenyum dan menjawab say Hai nya Claudia, sedangkan Zoi hanya melotot dan memainkan pulpen ditangannya.
"Sepertinya kita pernah bertemu ya, untuk staff yang sedang memainkan pulpen" ucap Claudia.
"Oh ya Bu Clau? mungkin anda pernah melihat saya diyoutube saat sedang menonton K-Pop atau drama Korea, secara saya kan sangat mirip dengan Tzuyu Twice cantik dan menggemaskan benarkan?" ucap Zoi sambil tersenyum.
Claudia yang mendengar Zoi sedang membanggakan dirinya sendiri dihadapannya kesal bukan kepalang.
"Ish nih anak kecil kepedean banget si bisa-bisanya dia jawab begitu" ucap Claudia dalam hatinya.
"Kenapa Bu Clau, apa mau minta tanda tangan saya?" tanya Zoi.
"Oh tidak, sebaiknya saya kembali berkeliling keruangan lainnya" jawab Claudia yang sudah kesal dengan Zoi.
"Meski saya masih kesal Claudia bekerja dikantor ini sekarang tapi saya ga boleh gentar harus semangat menjaga Boss muda dari si pelakor itu"
Jam pulang kantor pun tiba Zoi bergegas hendak pergi kekampus nya sedangkan Boss muda sore begini baru tiba dikantor nya lagi setelah melakukan kunjungan kesemua cabang restoran Jepang nya.
Boss muda pun duduk dikursi ruangannya sekedar melepas rasa lelahnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Tokkkk tokkkk tokkkk...
"Siapa yang mengetuk pintu, bukankah hari ini tidak ada over time karyawan juga pasti sudah pulang semua" ucap Boss muda dalam hatinya.
Tokkkk tokkkk...
"Iya masuk" ucap Boss muda.
"Hai Boss muda Han" sapa Claudia yang langsung masuk keruangan Boss muda.
"Clau kamu ngapain kesini, inikan sudah jam pulang kantor?" tanya Boss muda.
"Han kamu gimana si aku kan Sekertaris pribadi kamu, jelas kita harus selalu bersama" jawab Claudia yang semakin mendekat menghampiri Boss muda lalu duduk diatas meja kerja Boss muda.
__ADS_1
"Clau begini, am aku sebenarnya ingin menyudahi hubungan kita Clau tolong berhentilah" ucap Boss muda sambil bangkit dari duduknya dan menatap kearah jendela.
Claudia pun segera turun dari meja lalu menghampiri Boss muda dan memeluknya dari belakang dengan penuh kehangatan.
"Clau tolong lepaskan, aku sudah memiliki Zoi" ucap Boss muda yang berusaha melepaskan lilitan tangan Claudia.
"Apa kamu ingat dulu Han saat itu ku adalah siswa baru disekolah aku setelah sebelumnya kamu dikeluarkan akibat kerap kali berkelahi dengan dengan teman-teman kamu disekolah sebelumnya" tanya Claudia.
"Ya aku ingat Clau aku benar-benar kacau saat kehilangan Mamah ku akibat kecelakaan yang mendadak itu aku bahkan bertanya-tanya hingga detik ini kenapa dan kenapa hanya aku yang selamat sedangkan Mamah tidak" jawab Boss muda.
"Aku tau itu masa tersulit untuk kamu, makanya aku selalu berusaha menghibur kamu kala itu Han, agar kamu tak merasa sendirian agar kami bisa tertawa lagi" ucap Claudia.
"Ya dulu kamu sangat cantik dan pintar Clau sejak dulu aku sangat mengagumi kamu" jawab Boss muda.
"Saat ini aku sedang merasakan apa yang ku rasakan dulu Han, aku kehilangan semangat hidup aku karena apa satu-satunya harapan hidup aku dan masa depan aku sudah direnggut oleh wanita lain" ucap Claudia yang akhirnya melepaskan pelukannya.
Claudia pun meneteskan air matanya didepan Boss muda terlihat sangat nampak kesedihan dalam hati Claudia, Boss muda yang merasa bersalah karena sudah mengingkari semua janji-janjinya terhadap Claudia tak tega melihat Claudia menangis dihadapan nya, seketika Boss muda pun langsung memeluk erat tubuh Claudia kedalam dekapannya.
"Tolong jangan menangis aku tidak sanggup melihatnya Clau" ucap Boss muda yang masih tetap memeluk Claudia.
Sementara air mata Claudia terus menetes sampai membasahi jas yang dikenakan Boss muda.
"Tapi aku harus bagaimana dengan Zoi aku tak bisa membiarkan dia terluka" jawab Boss muda.
"Han apa kamu sudah menyatakan cinta terhadap Zoi?" tanya Claudia.
"Aku" jawab Boss muda terdiam tak mampu berbicara lagi.
"Kamu tidak pernah kan menyatakan cinta pada Zoi? dihati kamu masih ada aku Han makanya kamu selalu ragu dan belum juga mengatakan kamu mencintai Zoi" ucap Claudia.
"Tetap aku tidak bisa meneruskan ini Clau" jawab Boss muda.
"Berapa lama kamu baru mengenal Zoi, apa kamu pikir dia sudah sangat mencintai kamu? apa dia akan sehancur aku ketika kehilangan kamu? Zoi hanya gadis yang baru kamu kenal Han" jawab Claudia.
"Pergilah Clau aku tak akan membahas ini lagi, aku harap kamu profesional dikantor ini" ucap Boss muda.
"Aku tidak akan menyerah Han" jawab Claudia.
Boss muda hanya terdiam entah apa yang ada dalam benak Boss muda saat ini.
__ADS_1
Sementara dikampus Zoi tengah mengikuti perkuliahan dengan semangat, tiga jam berlalu begitu cepat hari sudah cukup gelap dan jam perkuliahan sudah usai Zoi pun bergegas untuk segera pulang.
Pak Nio menghampiri Zoi yang tengah merapihkan tas nya.
"Hai" sapa Pak Nio.
"Hai Pak Nio, bukankah mengajar dikelas sebelah?" tanya Zoi.
"Ya sudah selesai lalu saya buru-buru kesini" jawab Pak Nio.
"Apa ada sesuatu yang mau dibicarakan dengan saya Pak?" tanya Zoi.
"Emm begini, ini" jawab Pak Nio yang langsung memberikan dua buah tiket waterbom untuk besok Sabtu.
"Wah Pak Nio jualan tiket untuk masuk ke waterbom ini tapi saya ga bisa beli kayanya Pak" jawab Zoi dengan polosnya.
"Bukan, bukan itu maksud saya Zoi" jawab Pak Nio.
"Lantas apa Pak?" tanya Zoi.
"Apa kamu memiliki waktu luang Zoi?" tanya Pak Nio.
"Iya Sabtu Minggu saya libur kuliah dan libur bekerja" jawab Zoi.
"Saya ingin emmm ini" ucap Pak Nio yang malu-malu menunjukkan kembali tiket itu.
"Oh ya ya Pak Nio ingin saya bantu jualkan tiket waterbom itu, tapi kepada siapa saya harus jual ya?" jawab Zoi dengan polosnya.
Pak Nio tak bisa lagi menahan tawa kecilnya.
"Astaga Zoi kamu polos sekali, saya mengajak kamu untuk berenang bersama saya besok apa kamu mau?" tanya Pak Nio.
"Tapi Boss muda pasti tidak akan mengizinkan saya Pak, emm tapi itu kan gratis sayang jika ditolak baiklah" jawab Zoi.
"Yes, yasudah besok saya jemput kerumah ya" ucap Pak Nio dengan senangnya.
"Baiklah kalau begitu saya pulang dulu ya Pak, Boss muda pasti sudah menunggu saya didepan" jawab Zoi.
"Iya sampai jumpa besok pagi ya" ucap Pak Nio dengan tersenyum senang.
__ADS_1