
Boss muda yang panik mencari Zoi kesana kesini akhirnya menemukan Zoi sedang berjalan dengan tidak semangat.
"Zoi kamu darimana saja saya cari kamu ketoilet tapi kamu ga ada" tanya Boss muda panik.
"Saya hanya ingin berjalan-jalan sebentar tadi" jawab Zoi dengan menundukkan wajahnya.
Boss muda yang tahu Zoi tengah bersedih hanya dengan melihat wajah Zoi menyadari bahwa dia memang belum pernah sekalipun menyatakan cintanya pada Zoi, tapi saat ini Boss muda masih memantapkan hatinya agar siap menyatakan perasaannya itu dan benar-benar melupakan Claudia.
"Ayo pulang" Boss muda menggandeng tangan Zoi.
Keesokan harinya Boss muda dan Zoi bersiap berangkat kekantor, Zoi pun berjalan keluar rumah menuju halte Bis, saat tengah menunggu dihalte bis tiba-tiba Boss muda berdiri dihadapannya.
"Astaga Boss muda, kenapa ada disini?" tanya Zoi.
"Saya lagi memancing" jawab Boss muda.
"Hah memancing memangnya dihalte ini ada kolamnya?" tanya Zoi keheranan sambil celingak-celinguk mencari kolam ikan.
"Aduhh pagi-pagi kamu udah bikin saya naik darah Zoi, udah tau saya nunggu dihalte itu artinya saya lagi nunggu bis" jawab Boss muda.
"Oh gitu ya, hah?? nunggu bis? tapi kan Boss muda ga pernah naik bis, terus mobil Boss muda kenapa memangnya?" tanya Zoi.
Bis pun datang.
"Cerewet udah ayo naik" ajak Boss muda.
Didalam bis sangat penuh tersisa hanya satu bangku saja, dengan gentleman nya Boss muda mempersilahkan Zoi duduk dikursi.
"Kamu saja yang duduk" ucap Boss muda dengan tersenyum.
"Boss muda saja, nanti takutnya Boss muda tidak bisa berdiri sepanjang jalan di bis ini" jawab Zoi.
"No no, ladys first" ucap Boss muda.
"Yasudah" jawab Zoi.
Diperjalanan bis yang sedang melaju menggunakan kecepatan sedang tetiba dikagetkan oleh ulah pemotor yang memotong jalan, membuat supir bis harus mengerem mendadak bisnya.
Penumpang pun bergoyang, Boss muda yang tidak pernah merasakan diombang-ambingkan didalam bis terpental kekaca dan berakhir duduk dipangkuan Zoi.
Brughttttttt....
Zoi melotot mendapati dia kini tengah memangku Boss muda. Akhirnya Boss muda lah yang duduk dibangku dan Zoi yang berdiri gelantungan di bis, sementara Boss muda hanya tertunduk malu.
__ADS_1
Sesampainya dikantor Boss muda langsung disambut sekertaris nya dengan berbagai pekerjaan, begitu juga Zoi yang langsung menuju kemeja kerjanya dan bersiap menyelesaikan pekerjaan nya hari ini.
Hari ini adalah hari pertama Zoi akan kuliah malam sepulang dari kantor, jam kuliah dari pukul 17.00 sore sampai pukul 20.00 malam, beruntung kampus Zoi hanya berjarak 10 menit dari kantor.
Sore hari Boss muda masih sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan jam pulang kantor sudah tiba, Zoi pun pergi menuju kampus.
Disana para mahasiswa sudah ramai, Zoi pun mulai mengakrabkan diri dengan teman-teman satu kelasnya, mereka mengobrol banyak hal. Hingga jam kuliah pun dimulai.
Seorang dosen laki-laki muda yang parasnya tampan, serta manis dan terlihat berwibawa serta murah senyum pun muncul, Namanya Antoni Ellanor biasa dipanggil Pak Nio umurnya sekitar 27 tahun sosoknya yang terkenal sangat ramah dan lembut membuat mahasiswi di kampus sini kasmaran dan berhalu ria menginginkan nya untuk menjadi pasangan mereka.
Pak Nio pun selesai memperkenalkan dirinya dengan suara merdu dan lembut bagaikan syair lagu dan nada-nada cinta membuat siapapun yang mendengar suaranya merasa sedang diayun-ayun ke udara.
Tiba waktunya Pak Nio mengabsen para mahasiswa, saat tengah mengabsen Pak Nio menyebutkan nama Mizoi yang membuatnya terhenti sejenak.
"Mizoi pulwita Nani" ucap Pak Nio.
"Hadir" jawab Zoi singkat.
Pak Nio pun tersenyum sejenak melihat kearah Zoi.
Tak terasa jam pelajaran pun selesai semua mahasiswa meninggalkan kelas dengan tak henti-hentinya menggoda Pak Nio, begitu juga Zoi yang hendak meninggalkan kelas namun langkah kaki Zoi terhenti dikala Pak Nio memanggil namanya.
"Mizoi" ucap Pak Nio.
"Ya saya" jawab Zoi.
"Ada apa Pak?" tanya Zoi.
"Kamu tidak mengenali saya?" tanya Pak Nio.
"Ah mana mungkin saya tidak mengenali Bapak, barusan kan Pak Nio mengajar mata kuliah ini" jawab Zoi dengan lugunya.
Pak Nio pun hanya tersenyum melihat tingkah lucu Zoi, Zoi yang bingung dengan sikap Pak Nio menggaruk-garuk kepalanya.
"Nona anda butuh tisu? tidak berikan saja pada pohonya! tidak baik menolak pemberian orang lalu berterimakasih" ucap Pak Nio.
"Oh astaga, Pak Nio laki-laki diair mancur yang memberikan saya tisu itu ya?" tanya Zoi.
"Hmm" jawab Pak Nio.
"Maafkan saya Pak, kemarin saya sedang dalam kondisi tidak baik" ucap Zoi.
"Tidak apa, saya senang bertemu kamu kembali" jawab Pak Nio.
__ADS_1
"I iya Pak Nio, kalau begitu saya permisi pulang" ucap Zoi.
"Tunggu, kamu pulang kemana?" tanya Pak Nio.
"Kerumah Pak" jawab Zoi dengan polosnya.
Pak Nio pun tersenyum mendengar jawaban Zoi.
"Maksud saya rumah kamu alamatnya dimana?" tanya Pak Nio.
"Oh, alamat rumah saya di kompleks grand village dekat dari sini" jawab Zoi.
"Itu kompleks perumahan saya, sepertinya kita hanya beda Blok saja" ucap Pak Nio.
"Ahh iya sepertinya Pak" jawab Zoi tersenyum.
"Kalau begitu kita pulang bersama saja" jawab Pak Nio.
"Tidak usah Pak, saya tidak terbiasa merepotkan orang lain" jawab Zoi.
"Hmm baiklah, kalau begitu hati-hati dijalan" ucap Pak Nio.
Zoi pun melangkah meninggalkan Pak Nio, lalu memutar kembali langkahnya.
"Tidak baik juga Pak menolak kebaikan orang lain" ucap Zoi tersenyum.
Pak Nio pun pulang bersama Zoi, sambil sesekali melemparkan senyuman untuk Zoi. Sesampainya didepan gerbang rumah Boss muda, Pak Nio melihat sosok laki-laki didepan rumah itu. Ya Boss muda tengah mondar-mandir sejak tadi menunggu Zoi pulang kerumahnya.
Zoi dan Pak Nio pun turun dari mobilnya, Boss muda yang kesal melihat Zoi diantar seorang lelaki pun naik darah.
"Zoi kamu ga boleh diantar orang sembarangan seperti ini" ucap Boss muda.
"Dia siapa Zoi?" tanya Pak Nio.
"Oh hahaha Paman ini bukan orang tidak dikenal ini Pak Nio dosen dikampus, Pak Nio itu Paman saya memang kalau sudah malam begini darahnya cenderung naik jadi agak-agak" jawab Zoi.
"Paman?" ucap Boss muda kesal.
"Paman, kenalkan saya dosen nya Zoi" ucap Pak Nio mengulurkan tangannya nya.
Boss muda pun menyambut uluran tangan Pak Nio mereka pun bersalaman, Boss muda yang kesal mengencangkan cengkraman tangannya, Zoi yang melihat Pak Nio sedikit tidak nyaman buru-buru melepaskan jabatan tangan keduanya.
"Kalau begitu Pak Nio terimakasih banyak" ucap Zoi.
__ADS_1
"Iya sama-sama, Paman karena rumah saya juga didekat sini apa boleh saya sering berkunjung kemari?" tanya Pak Nio dengan tersenyum.
"Maaf Zoi sibuk" sambil menggandeng paksa Zoi masuk kedalam rumah.