
Sementara itu didalam kamarnya Claudia mengepalkan kedua tangannya dia masih teringat akan teriakan-teriakan Boss muda didalam kamar, Caludia yang mengira Boss muda dan Zoi tengah memadu kasih membuat hatinya kini terbakar api cemburu yang menggebu-gebu.
"Keterlaluan kamu Han, bisa-bisanya kamu memadu kasih dengan gadis kecil itu disaat aku sedang berada disini, pokoknya aku ga boleh kalah dari anak kecil ingusan itu, aku harus lebih bisa membuat Han kembali kepelukan aku apapun caranya" ucap Claudia.
Keesokan harinya Zoi pagi-pagi sekali sudah menyiapkan sarapan untuk Boss muda didapur, tak lama muncul Claudia yang juga ingin menyiapkan sarapan untuk Boss muda.
"Minggir" ucap Claudia.
"Yasudah nih, orang saya udah selesai weeee kalah pagi bangunannya" ledek Zoi.
"Ya ga apa-apa kalah pagi tapi masakan saya ga akan kalah enak sama masakan kamu" jawab Claudia.
"Coba saja" jawab Zoi.
Boss muda pun menghampiri Zoi karena mencium wangi harum masakan Zoi sampai kedalam kamar.
"Wah Zoi kamu udah selesai masak, saya udah laper banget nih" sapa Boss muda.
"Iya ayo kita makan Boss muda" jawab Zoi.
"Han, kamu engga lihat ini aku lagi masak, sebaiknya kamu jangan makan sarapan yang dibuatkan Zoi tunggu punya ku matang saja!" ucap Claudia.
"Clau kamu ga usah repot-repot, aku udah terbiasa makan masakan Zoi lebih baik kamu duduk sarapan bareng sama kita" jawab Boss muda.
"Aku makan masakan gadis kecil itu, engga deh Han bisa sakit perut aku" jawab Claudia.
"Ya udah awas ya kalau kamu makan masakan saya" ucap Zoi.
Setelah Boss muda dan Zoi selesai sarapan, Claudia masih berkutat dengan sayuran dan panci, dia mencoba sendiri sup bikinananya namun rasanya tak juga enak sejak tadi berbagai bumbu sudah ia tambahkan tapi malah rasanya terasa sangat aneh, akhirnya Claudia pun menyerah karena sudah lapar dia pun duduk dimeja makan sambil menyendok masakan Zoi.
Zoi yang duduk tepat dihadapan Claudia, dan melihat Claudia menyendok masakan buatan nya tanpa rasa malu, Zoi menatap tajam Claudia sampai melotot ketika Claudia mulai memakan masakan Zoi, dengan tanpa rasa malu Claudia menikmati masakan Zoi yang sudah ditolak nya itu.
"Zoi hentikan, kalau kamu melotot terus seperti itu bisa-bisa mata kamu copot nanti" ucap Boss muda.
"Dasar Tante-tante gak tau malu, bisa-bisanya dia memakan masakan saya dengan lahapnya sementara tadi dia sudah menolak nya mentah-mentah" jawab Zoi.
"Kamu pelit banget si Zoi, emang kenapa kalau saya ikut sarapan emang nya kamu pikir ini kemauan saya apa untuk makan sarapan kamu" celetuk Claudia.
"Lantas kalau bukan kemauan kamu terus kemauan siapa?" tanya Zoi.
"Cacing-cacing diperut saya" jawab Claudia dengan entengnya.
__ADS_1
"Sudah-sudah kalian ga capek apa dari semalem debat terus" ucap Boss muda.
"Setelah kamu selesai sarapan kamu cuci semua piring kotor itu, lalu kamu cepat pulang sana ga tau malu udah numpang tidur semalaman sekarang numpang makan" ucap Zoi.
"Astaga kamu kasar banget si Zoi, kamu bilang aku numpang tidur dan numpang makan, kamu pikir aku ga sanggup beli makan sendiri gitu?" teriak Claudia.
"Ya kalau mampu cepat sana beli makanan sendiri dan pergi dari rumah ini" jawab Zoi.
Boss muda yang mendengar perdebatan diantara kedua wanita ini hanya bisa menggelengkan kepala.
"Baik aku akan pulang sekarang juga" jawab Caludia yang segera bangkit dari tempat duduknya.
"Ehh tunggu, kan kamu tadi sudah makan separuh dari makanan itu" jawab Zoi.
"Lalu kamu mau aku apa Zoi?" tanya Claudia.
"Cuci piring dulu sana" jawab Zoi.
"Ihhhhhh" jawab Claudia yang sudah sangat gemas ingin mencengkram wajah Zoi yang ngeselin itu.
Akhirnya Claudia pun mencuci piring-piring kotor itu dengan wajah cemberut, sedangkan Zoi dan Boss muda tengah bersiap-siap untuk berangkat kekantor.
"Han pokoknya aku engga mau lagi kerumah kamu, aku kapok" ucap Claudia.
Boss muda pun tersenyum tipis.
"Han ih, kok kamu malah tersenyum si? aku beneran kesel nih sama isteri kamu" jawab Caludia.
"Kamu kesal kenapa Clau?" tanya Boss muda yang masih saja tersenyum mengingat tingkah lucu Zoi mengerjai Claudia.
"Kamu lihat kan Han, Zoi tidak ada henti-hentinya mengerjai aku" jawab Claudia.
"Oh ya, mungkin kamu harus lebih akrab lagi Clau aslinya Zoi gadis yang baik" jawab Boss muda.
"Engga deh aku udah cukup kapok sama Zoi, oh ya Han aku punya kejutan untuk kamu nanti kamu pasti akan suka" ucap Claudia.
"Kejutan?" tanya Boss muda.
"Sabar ya nanti pasti kamu ga akan menyangka deh" jawab Claudia tersenyum bahagia.
Boss muda pun selesai menurunkan Claudia didepan apartemen nya, lalu bergegas menuju kantornya karena ada banyak sekali pekerjaan nya yang menumpuk apalagi Sekertaris pribadinya mendadak minta risent dari kantor.
__ADS_1
Sesampainya dikantor Boss muda segera masuk keruangan kerjanya dan duduk dikursi kerjanya, tiba-tiba sosok wanita muncul dari bawah meja kerjanya dan tersenyum manis.
"Astaga" Boss muda sangat kaget.
Hehehehe.....
Zoi muncul dari bawah meja kerja Boss muda dan tersenyum lucu.
"Zoi sedang apa kamu dibawah situ?" tanya Boss muda.
"Tidak ada hanya sedang tidak ada kerjaan saja jadi lebih baik aku menemani suami aku kerja diruanganya" jawab Zoi yang tetap berada dibawah meja.
"Ya tapi, kenapa harus dibawah meja, cepat keluar!" jawab Boss muda.
"Ishh Boss muda kan tau karyawan disini belum tau pernikahan kita, jadi lebih aman kalau saya sembunyi disini" jawab Zoi.
"Keluar sekarang!" ucap Boss muda.
Tak lama Sekertaris Boss muda mengetuk pintu.
Tokkkk tokkkk tokkkk...
"Boss muda boleh saya masuk" ucap Sekertaris.
"Iya masuklah" jawab Boss muda sambil meletakkan jari telunjuk dibibir nya agar Zoi tidak berbicara.
"Boss muda siang ini saya akan mewawancarai beberapa pelamar untuk calon Sekertaris Boss muda yang baru" ucap Sekertaris.
Zoi yang iseng meraba-raba betis Boss muda hingga menimbulkan efek kegelian membuat Boss muda tak bisa menahan tertawanya.
Hahahhahahahha...
"Apa yang lucu Boss muda" tanya Sekertaris.
"Em anu, ini saya yang lucu" jawab Boss muda sambil melotot kearah Zoi yang berada dibawah meja.
"Oh ya Boss muda terjadi kebakaran kecil dikantin perusahaan kita kemarin sore" ucap Sekertaris.
Hahahhahahahha....
Boss muda tertawa lagi, Zoi yang iseng dan ga kapok, terus menerus menggelitiki kedua betis Boss muda, sampai-sampai saat hendak menjawab Sekertaris pun Boss muda terus menerus tertawa geli.
__ADS_1