
Hari libur ini benar-benar dimanfaatkan Zoi untuk menjernihkan hati dan pikirannya serta menjauhi Boss muda, setelah menonaktifkan handphone nya Zoi beranjak pergi menyusuri jalanan kota, membeli jajanan-jajanan yang enak-enak menonton ke bioskop, makan siang di cafe itu semua Zoi lakukan sendirian,
sore pukul 17.00 Zoi memutuskan untuk pulang kerumah Boss muda.
Sampai dirumah dia tak mendapati Boss muda disana.
"Ishh katanya hari ini dia ga berniat untuk kerja tapi kenapa sekarang dia tidak ada dirumah, pergi kemana dia sore begini?" Zoi berbicara sendiri.
Ditempat berbeda Boss muda dan Boss besar sedang berada disebuah gedung dengan hiasan balon dan bunga-bunga indah disetiap pojoknya, rupanya mereka sedang survei lokasi untuk diadakan nya perayaan ulang tahun Boss muda yang tahun ini genap berusia 29 tahun.
"Ih ih ih bujang Papah ini kasihan sekali sudah berusia 29 tahun masih saja betah menjomblo" ledek Boss Besar.
'"Ahhh Papah selalu tidak sabaran" jawab Boss muda.
"Ya ya ya semoga saja tidak lama lagi, tapi ingat janji kamu Han kalo sampai tahun ini kamu tetap tidak ada kejelasan dengan Claudia tahun besok kamu harus menikah dengan wanita pilihan papah!" tegas Boss besar.
"Iya Pah, mana pernah si Han ingkar janji sama Papah" senyum Boss muda.
"Ngomong-ngomong persiapan nya udah beres kan Pah Han harus buru-buru pulang nih Pah ada urusan mendadak soalnya" tanya Boss muda.
"Urusan mendadak apa kamu Han? palingan juga urusan sama gadis kecil kamu itu kan, kalian sudah mulai dekat atau pacaran nih?" sambil tersenyum meledek.
"Ahh sudahlah terserah Papah sajalah yang penting Papah senang, Han pamit duluan ya Pah? nanti sekertaris Yo sebentar lagi jemput Papah kan?" ucap Boss muda.
"Iya Han yasudah kamu pulang hati-hati ya! dan oh iya hampir Papah lupa, tadi sekertaris Yo mengabari Papah katanya undangan ulang tahun kamu sudah selsai dikirim ke semua kolega bisnis kita, karyawan dikantor properti kita dan semua karyawan di semua cabang restoran kita".
"Wahh ini nih yang Han suka dari sekertaris Yo dari dulu selalu kerja cepat dan rapi, yaudah Han pulang ya Pah"
"Ya nak hati-hati kamu!". ucap Boss besar.
Dirumah Zoi sedang berada diruang televisi menonton televisi namun matanya selalu tertuju ke pintu depan melirik menunggu dan berharap Boss muda segera pulang.
__ADS_1
Karena jujur dihati Zoi dia masih sangat menyukai Boss muda pergi seharian sendiran tidak membuat Zoi sedikit pun melupakan Boss muda yang ada malah Zoi semakin rindu.
Pukul 19.00 malam terdengar suara mobil dari halaman depan menandakan kepulangan Boss muda,sambil berpura-pura tertidur Zoi menunggu Boss muda masuk kedalam rumah,
tak berselang lama pintu depan rumah terbuka krekkkkkkkkkkkk lalu tertutup Boss muda masuk dengan membawa kotak lumayan besar, dan dilihat nya Zoi sedang tertidur didepan televisi.
Boss muda menghampiri Zoi, menatap Zoi dan mulai mengangkat tangan nya untuk kemudian menyentuh rambut Zoi yang sedikit menutupi wajah cantik nya.
disibaknya rambut Zoi oleh Boss muda kemudian perlahan tangan nya menyentuh hidung Zoi semakin turun lalu menyentuh bibir manis Zoi saat itu Zoi yang berpura-pura tidur mendadak merasa tak karuan saat ini Boss muda terus mengusap-usap bibir Zoi, karena tidak sanggup lebih jauh lagi merasakan sentuhan Boss muda Zoi pun membuka matanya sambil melotot.
"Astaga kkkk ka kamu?" ucap Boss muda kaget.
"Kenapa? Boss muda mau mencium saya lagi?" ledek Zoi sambil merubah posisi jadi duduk.
"Kamu pura-pura tidur ternyata? ohh saya tau kamu sangat berharap saya cium kamu lagi kan makanya kamu pura-pura tidur, ih ih ih licik sekali kamu ya gadis kerdil". jawab Boss muda.
"Aaa aapa? ngapain juga saya harus berharap begitu, 2 ciuman yang lalu saja Boss muda tidak ada tanggung jawab nya sama saya" ucap Zoi.
"Apah tanggung jawab? maksudnya kamu mau saya tanggung jawab gitu? dengan cara apa?dengan cara saya menikahi kamu gitu?" sindir Boss muda.
" ya saya mau kamu nikahi".
Tapi itu semua mustahil karena Boss muda mengucapkan itu hanya becandaan Zoi pun hanya terdiam.
Saat itu Boss muda melihat wajah Zoi yang mendadak seperti sedang bersedih, tak ingin larut Boss muda menyerahkan bingkisan kotak yang sedari tadi dia pegang.
"Ini ambil" singkat Boss muda.
"Apa ini?" tanya Zoi sambil sedikit ceria.
"Buka saja, karena hari ini kamu libur jadi kamu belum terima undangan nya". ucap Boss muda.
__ADS_1
"Undangan? undangan apa? apa Boss muda benar-benar menikah?" Zoi bersedih.
"Saya nikah? nikah sama siapa, nikah sama kamu?" canda Boss muda sambil tersenyum.
"Ishh saya serius tau malah becanda terus" kesal Zoi.
"Lusa ulang tahun saya dirayakan di gedung semua karyawan diundang, jadi semua cabang restoran tutup termasuk kantor properti juga mungkin semua karyawan hari ini sudah menerima undangan itu" jawab Boss muda.
Tapi karena kamu libur jadi besok paling kamu baru terima undangan itu dari Madam Cus" ucap Boss muda.
"Sudah cepat buka kotak nya!" seru Boss muda.
Zoi pun membuka isi kotak itu dengan penasaran nya, betapa takjub nya Zoi ketika kotak terbuka dilihatnya gaun berwarna pink yang sangat cantik berikut sepasang sepatu kaca berwarna pink yang sangat sangatlah indah.
"Wahahhhh ini bagus sekali Boss muda, ini sepertinya barang-barang mahal,
tttt tapi ini kenapa dikasihkan ke saya? ucap Zoi tidak mengerti.
"Iya saya titipkan ke kamu untuk kamu kasih ke Madam Cus" jawab Boss muda kesal karena Zoi tidak menyadari kalo itu untuk dia.
"Ohh gitu ya, hmm menghela nafas, saya kira ini untuk saya padahal pink kan warna kesukaan saya sedangkan Madam Cus suka nya yang berwarna hitam-hitam" Zoi kecewa.
"Kamu tuh ngeselin ya, terserah-terserahlah kamu buang saja, aughttt astaga saya ga percaya saya harus capek-capek memilihkan dan membelikan gaun dan sepatu itu untuk gadis seperti kamu" ucap Boss muda kesal dan berlalu pergi.
"Hahh ini untuk saya?"
Boss muda
Boss muda
Boss muda ini benaran untuk saya? Zoi meneriaki Boss muda yang sudah berlalu pergi dari hadapan nya.
__ADS_1
"Gak nyangka ternyata Boss muda masih perhatian banget ahhh so sweet banget si Boss muda, hadeuh kalo seperti ini terus aku gak mau lagi melupakan perasaan ini aku akan terus berjuang untuk memperjuangkan cinta aku sama Boss muda, karena dia benar-benar pria yang layak buat aku perjuangkan"
ucap Zoi sambil senyam-senyum.