
Setelah selesai bersedih-sedih ria Zoi akhirnya kembali menuju ruangannya, disana Boss muda sudah menunggunya dipintu masuk dengan tersenyum menatap Zoi, Zoi pun terus melangkah kan kakinya menuju Boss muda dan mulai membalas senyuman Boss muda.
Semakin dekat Zoi dengan Boss muda hingga, sangat dekat Zoi sampai dihadapan Boss muda dan.
Duggggggg..
Sepatu high heels Zoi menginjak kaki Boss muda.
"Awww, Zoi ngapain kamu injak saya?" teriak Boss muda.
"Upss maaf Boss muda saya engga sengaja abisnya Boss muda berdiri tepat didepan pintu ruang kerja saya" jawab Zoi tersenyum sinis karena masih kesal Boss muda memberi kado untuk Claudia.
"Semalam dia marah-marah dan sekarang setelah dia tersenyum sama saya malah dia injak kaki saya astaga mana dia pakai sepatu high heels nginjeknya" celetuk Boss muda.
Boss muda pun kembali keruang kerjanya dengan wajah kesal.
Sore hari seperti biasanya sepulang dari kantor Zoi langsung pergi menuju kampusnya.
Zoi pun mengikuti pelajaran dikelasnya dengan sungguh-sungguh, setelah selesai perkuliahan hari ini Zoi langsung meninggalkan kelas untuk pulang kerumah.
Tak disangka didekat kelasnya Pak Nio menghampiri dan menyapa Zoi.
"Hai, kamu sudah mau pulang Zoi?" sapa Pak Nio.
"Hai Pak, iya nih saya mau pulang" jawab Zoi.
"Boleh saya antar?" tanya Pak Nio.
"Eum boleh kalau tidak merepotkan Pak" jawab Zoi tersenyum.
Pak Nio dan Zoi pulang bersama lagi malam ini.
Sampai didepan rumah Boss muda sudah menunggu Zoi sejak tadi didepan gerbang, Boss muda yang melihat Zoi diantar pulang oleh mobil yang sama merasa sangat kesal dan cemburu.
__ADS_1
Pak Nio dan Zoi pun turun dari mobilnya, Boss muda langsung menarik tangan Zoi untuk menjauh dari Pak Nio.
"Ih Boss muda sakit" ucap Zoi.
"Saya bukan Paman Zoi tapi saya suaminya, jadi tolong jangan dekati lagi Zoi" ucap Boss muda.
"Apa benar itu Zoi?" tanya Pak Nio.
"Ii iya Pak, maaf saya engga bermaksud untuk membohongi Pak Nio" jawab Zoi.
"Gak apa-apa Zoi pasti ada sebab kamu melakukan itu, atau ada sesuatu didalam pernikahan kamu" ucap Pak Nio.
"Saya gak suka ada orang lain yang membahas pernikahan saya, paham!" ucap Boss muda.
"Kalau begitu saya permisi dulu, tolong jangan membuat Zoi bersedih lagi karena sampai larut begini wajah cantiknya masih terlihat sedih" jawab Pak Nio.
Mendengar Zoi tengah bersedih Boss muda segera menatap wajah Zoi, Zoi hanya menunduk, Pak Nio pun pergi meninggalkan Zoi dan Boss muda.
Zoi yang sedang bersedih sangat pendiam sekali, dan langsung menuju kamarnya, tanpa menghiraukan Boss muda yang berada dibelakangnya Zoi menutup pintu kamarnya.
"Zoi saya salah apa sama kamu? saya tau kamu gadis yang sangat cantik, baik, lucu, dan menyenangkan berada disisi kamu merupakan suatu kebahagiaan untuk saya, kamu ya sangat lemah lembut, penyayang membuat saya tidak bisa jauh-jauh dari kamu Zoi, kamu begitu sempurna dan mempesona" ucap Boss muda dari balik pintu kamar.
Mendengar Boss muda memuji-mujinya akhirnya hati Zoi luluh dan sudah tidak sedih lagi, Zoi pun memutuskan untuk membuka pintu kamarnya, namun ketika pintu dibuka langsung dengan cepat.
Brughht...
Aww
Tubuh Boss muda seketika jatuh kelantai.
"Zoi kamu tuh gimana si jadi cewek, udah ngambekan, kasar lagi buka pintu sampai saya jatuh, jadi cewek harusnya kamu lemah lembut" celetuk Boss muda.
Mendengar Boss muda yang membicarakan keburukannya barusan berbanding terbalik t yang dia katakan ketika tadi pintu kamar tertutup, membuat Zoi kesal.
__ADS_1
"Apa? apa lagi ayo sebutkan sikap jelek saya, dasar cowok tukang ngumpat bermuka dua, dibalik pintu memuji-muji saya didepan saya mengumpat saya, dasar cowok cerewet lebih cerewet dari emak-emak yang lagi nawar harga cabai dipasar" jawab Zoi.
"Kenapa jadi kamu yang marah sama saya, dasar cewek maunya dimengerti tapi ga mau ngertiin" ucap Boss muda.
"Terserah mending saya kunci lagi kamarnya" ucap Zoi yang langsung masuk kedalam kamarnya.
Saat hendak menutup pintu Boss muda menahan pintunya, dan meraih tangan Zoi kemudian memeluknya dengan erat.
Zoi hanya terdiam gugup mendapat pelukan yang tiba-tiba ini.
"Besok saya akan telepon Claudia dan saya akan memutuskan hubungan kami, setelah itu saya ga akan pernah lagi berkomunikasi dengan Claudia saya janji" ucap Boss muda.
Mendengar Boss muda akan mengakhiri hubungannya dengan Claudia seketika Zoi merasa sangat senang dan bahagia.
Boss muda menutup pintu kamar mereka, lalu mencium halus bibir mungil Zoi sesekali Boss muda ******* bibir Zoi dengan lidahnya, Zoi pun membalas kecup*n demi kecup*n Boss muda.
Boss muda membuka satu persatu pakaian yang dikenakan Zoi dengan terus berciuman, kini Zoi benar-benar tak mengenakan satu helai benangpun, Boss muda mendorong pelan tubuh Zoi keatas kasur dan mulai melucuti pakaiannya sendiri.
Boss muda yang kini berada diatas tubuh Zoi terus menciumi Zoi hingga keleher, bahkan bahu kecup*n-kecup*n nakal Boss muda, membuat seketika Zoi hanyut didalamnya, Boss muda terus menciumi tubuh mungil Zoi.
Zoi hanya bisa pasrah menerima keinginan Boss muda saat ini, karena Zoi pun sudah sangat lama menginginkan nya, Boss muda pun berbisik ketelinga Zoi.
"Saya akan menjadikan kamu Wanita saya malam ini, saya akan tunaikan kewajiban saya sebagai suami kamu" bisik Boss muda.
Zoi hanya tersenyum manis menatap Boss muda yang kini sudah dipenuhi oleh hasrat dan keinginan nya, tanpa menunggu aba-aba Boss muda langsung melakukan nya, membuat Zoi merintih kesakitan.
"Aw Boss muda pelan-pelan" Zoi merintih.
Boss muda yang sudah dipenuhi oleh birahi nya yang menggebu-gebu sudah tak mempedulikan lagi rintihan Zoi,
Zoi mencengkram punggung Boss muda sekuat tenaga disertai oleh lenguhan-lenguhannya Zoi merasakan seperti dihantam sesuatu yg sangat besar saat ini.
Kini Zoi meremas sprei seolah menikmati setiap yang dilakukan Boss muda, Boss muda yang sudah hanyut dengan situasi ini semakin bersemangat lagi, membuat Zoi kini sudah tak merasakan sakit lagi, Zoi mulai rilex dan menikmati permainan Boss muda yang begitu membuatnya seperti terbang di angkasa.
__ADS_1
Hampir satu jam Boss muda belum juga mengakhiri pertempuran ini, birahinya seakan-akan ingin terus merasakan lebih lama lagi, kamar yang tadinya dingin oleh dinginnya AC menjadi terasa gerah.
Setelah satu jam Boss muda dan Zoi selesai melakukan nya, Boss muda mengecup kening Zoi dan tersenyum manis kepandanya, mereka pun tertidur pulas malam ini.