
Sore harinya Celine melangkah perlahan menuju ruangan Boss muda tiba-tiba Claudia datang menghadang.
"Kamu teman satu divisi Zoi kan?" Claudia bertanya..
"Iya Bu Clau saya mau menemui Boss muda apa Boss muda ada didalam?" Celine menjawab dengan terbata-bata sambil memegangi amplop putih.
"Itu surat apa?" Claudia semakin penasaran.
"Ini,,, emm ini surat pengunduran diri dari Zoi" Celine menjawab dengan ragu.
"Pengunduran diri? apa sekarang Zoi masih ada diruangan nya?" Claudia masih kebingungan kenapa Zoi mengundurkan diri dari perusahaan.
"Tidak ada Bu Clau, Zoi sudah pamit pada kami semua sekitar jam sepuluh pagian, katanya dia akan pindah kalau begitu saya masuk dulu" Celine segera menuju keruangan Boss muda.
"Hah? pindah? maksud si Zoi itu apaan si sikapnya juga aneh pas tadi pagi papasan sama aku tapi whatever lah yang penting sekarang engga perlu lagi liat Zoi dikantor.
Tokkk,,, tokkk,,, tokkk.
"Masuk" Boss muda tengah serius dimeja kerjanya.
"Permisi Boss muda saya ingin menyerahkan surat pengunduran dari salah satu teman divisi kami" dengan tangan gemetar Celine menaruh surat pengunduran itu diatas meja Boss muda.
"Kenapa diserahkan ke saya harusnya kebagian HRD kan?" tanya Boss muda.
"Tapi Zoi meminta saya menyerahkan langsung pada Boss muda sore ini" Celine semakin gemetaran dan takut Boss muda marah-marah.
"Zoi yang suruh? sebentar kenapa isteri saya menyuruh orang lain memberikan surat pengunduran diri karyawan pada saya?" Boss muda semakin bingung.
"Itu karena karyawan divisi kami yang mengundurkan diri adalah Zoi" Celine merasa tidak enak hati menyampaikannya.
"Apa?" Boss muda langsung buru-buru membuka surat itu dan benar saja Zoi mengundurkan diri dari perusahaan tapi kenapa Zoi tidak bilang terlebih dahulu Boss muda mulai panik.
"Saya permisi dulu Boss muda" Celine langsung buru-buru pergi meninggalkan ruangan Boss muda.
__ADS_1
Boss muda merasakan firasat tidak enak saat ini dirinya langsung menelpon Zoi.
📞Nomor yang anda tuju sedang tidak aktive📞
"Loh kok tumben banget handphone Zoi engga aktive?" dengan panik Boss muda langsung buru-buru mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan kantor untuk pulang kerumah.
Dalam perjalanan kerumah hati Boss muda benar-benar tidak tenang, wajahnya mulai pucat firasat tidak enak menghampiri nya berusaha berpikiran positif pun percuma karena ini bukan sikap Zoi seperti biasanya tanda tanya besar kenapa dan ada apa mengelilingi kepala Boss muda.
Sampailah Boss muda dirumahnya Boss muda segera masuk dan mencari Zoi dikamar saat membuka pintu kamarnya betapa kagetnya Boss muda melihat lemari yang terbuka dan pakaian-pakaian Zoi telah lenyap tak bersisa.
"Engga ini engga mungkin ga mungkin Zoi pergi meninggalkan saya, ini pasti cuma kerampokan biasa jadi pakaian-pakaian Zoi hilang begini" kian cemas Boss muda sampai terduduk lemas dilantai menghadap lemari kosong itu.
"Papah iya Zoi pasti membawa semua pakaiannya kerumah Papah untuk tinggal sementara di sana, iya benar saya tidak boleh berpikiran macam-macam Zoi tidak mungkin meninggalkan saya begitu saja dia pasti hanya marah dan tinggal dirumah Papah" Boss muda berusaha menolak kenyataan.
Dengan langkah kaki yang tergopoh-gopoh Boss muda masuk kemobilnya buru-buru pergi kerumah Boss besar untuk mencari Zoi.
Dalam perjalanan Boss muda kembali menelpon Zoi namun tetap tidak aktive tak hilang akal begitu saja Boss muda juga ikut menelpon nomor telepon Pak Nio.
"Apa-apan ini tidak mungkin Zoi pergi bersama laki-laki itu, Zoi sangat mencintai saya dia pasti masih ada disekitar sini" perasaan Boss muda semakin tak karuan.
Sesampainya dirumah Boss besar teriakan Boss muda nyaring terdengar sampai kedalam kamar Boss besar.
"Pah Papah Zoi ada disini kan? Zoi saya jemput kamu pulang Zoi kamu disini kan" Boss muda teriak-teriak.
Boss besar yang mendengar puteranya berteriak-riak memanggil Zoi segera keluar dari kamarnya.
"Untuk apa kamu berteriak-riak begitu Han percuma Zoi sudah pergi meninggalkan kamu" Boss besar bicara dengan mata sembab menangisi menantu kesayangannya sudah pergi jauh dari sini.
"Engga Papah pasti tau kan Zoi berada dimana sekarang? Han akan susul dia Pah Zoi sangat berarti untuk Han tolong Pah katakan dimana Zoi" Boss muda menangis tersedu-sedu dan berlutut dihadapan Boss besar.
""Han ikhlaskan Zoi mencari kebahagiaannya sendiri, kamu sudah gagal Han kamu membuat orang sesabar Zoi sampai bisa mengambil keputusan seperti ini itu berarti kesalahan kamu sudah tidak termaafkan lagi" Boss besar ikut menitihkan air matanya.
Boss muda menangis sejadi-jadinya tertunduk lemah dihadapan Boss besar yang juga ikut menangis.
__ADS_1
"Zoi titip pesan pada Papah jadilah laki-laki sejati dan nikahi Claudia jangan biarkan Claudia menghancurkan nama baik kamu dan juga nama baik perusahaan" Boss besar dengan berat hati menyampaikan pesan dari Zoi.
"Han engga peduli Pah dengan nama baik Han ataupun nama baik perusahaan Han akan terus mencari Zoi dan sampai mati pun Han tidak akan pernah menikahi Claudia" Boss muda begitu marah dan kesal dengan dirinya sendiri yang gagal menjadi suami yang baik untuk Zoi sehingga Zoi pergi meninggalkannya.
Boss muda segera menelepon anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Zoi saat ini Boss muda bahkan menyuruh anak buahnya menyewa anggota khusus untuk mencari keberadaan isterinya itu.
Di bandara pesawat yang ditumpangi Zoi dan Pak Nio sudah ready untuk take off Zoi memejamkan kedua matanya seraya melepaskan semua beban dan kenangannya bersama Boss muda dikota ini.
Pak Nio menggenggam erat tangan Zoi ada bahagia bercampur sedih saat ini yang dirasakan oleh Pak Nio, kini Pak Nio memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pasangan Zoi tetapi entah kenapa sangat terlihat jelas sekali hati Zoi sangat berontak dipaksa meninggalkan Boss muda yang merupakan cinta pertama nya itu.
Sementara itu Boss muda pulang kerumahnya berharap Zoi akan pulang kerumah dan muncul dihadapannya, hingga larut malam Boss muda tak henti-hentinya mencoba menelpon Zoi tapi tetap tidak aktive sepertinya Zoi telah membuang kartu SIM card nya dan menggantinya dengan yang baru.
Boss muda sangat frustasi dan putus asa hingga membanting handphone miliknya, merokok dan menuangkan minuman memabukkan ke gelasnya.
Malam ini hidup Boss muda serasa runtuh Boss muda mabuk berat dan melihat sekeliling rumahnya begitu banyak cerita dirumah ini bersama Zoi kenangan-kenangan yang begitu indah tak ada lagi canda tawa Zoi yang meramaikan rumah ini.
Semua terasa begitu menyakitkan untuk Boss muda hanya menangis dan mabuk-mabukan yang bisa dilakukan nya saat ini.
Hikzzzzs,,,,, hikzzzzzz.
"Zoi kembalilah saya mohon jangan biarkan hidup saya hancur Zoi saya mohon" Boss muda menangis sejadi-jadinya.
Visual Boss muda ketika menangis
Visual Pak Nio
Visual Zoi kalau lagi dandan
__ADS_1