My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Pak Nio disisi Zoi


__ADS_3

Selama berjam-jam bahkan matahari sangat terik sekali namun Zoi tetap tidak beranjak dan tetap duduk melamun ditepi danau, Boss muda mencarinya kesana kemari menelpon kekantor menelpon rekan kerja Zoi namun tak ada hasil Zoi pergi entah kemana Boss muda pun berinisiatif menemui Boss besar kerumahnya siapa tau Zoi pergi kesana.


Begitu sampai dirumah Boss besar tak basa-basi Boss muda langsung berteriak-riak memanggil nama Zoi.


"Zoi kamu disini kan Zoi kamu dimana?" teriak Boss muda sampai membuat asisten rumah tangga dirumah Boss besar menghampiri nya.


"Ada apa Boss muda kenapa mencari nona Zoi kesini?" tanya asisten rumah tangga.


"Apa isteri saya tidak kesini bi? Papah mana ada dirumah kan?" Boss muda semakin kelimpungan mencari Zoi.


"Tidak nona Zoi tidak kesini dan Boss besar pergi kekantor tadi pagi katanya mencari Boss muda yang sejak semalam tidak pulang, tapi ini Boss muda ada nona Zoi yang malah ilang bibi jadi bingung" asisten rumah tangga itu tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.


"Yasudah sampaikan sama Papah nanti kalau saya kesini dan mencari Zoi kabari saya kalau isteri saya pulang kesini" tegas Boss muda yang saat ini kepalanya hampir meledak kepusingan mencari isterinya.


Boss muda pun masuk kedalam mobil tiba-tiba dirinya teringat Pak Nio dan mungkin saja Zoi saat ini sedang bersama Pak Nio langsung saja Boss muda menelepon Pak Nio.


📞"Hallo" Boss muda berbicara dengan nada tinggi.


"Ada apa Pak Han?" dengan santainya Pak Nio menjawab.


"Apa kamu sedang berada dengan isteri saya sekarang ini? cepat katakan sedang berada dimana kalian!" Boss muda mulai marah-marah.


"Anda itu sehat engga si Pak Han? saya heran kenapa bisa-bisanya anda mencari-cari isteri anda sendiri? oh atau anda terlalu sibuk dengan wanita lain sehingga isteri anda pergi entah kemana?" Pak Nio sedikit kesal karena tau Zoi pasti sudah dikecewakan lagi sehingga dia pergi entah kemana.


Tuttttt..... tuttttttttt Pak Nio menutup teleponnya.


"Ah sial breng* sek si Nio ini kalau Zoi tidak ada bersamanya lantas kemana kamu Zoi" Boss muda marah-marah sendirian didalam mobil.


Sadar bahwa Boss muda pasti telah mengecewakan Zoi lagi Pak Nio buru-buru tancap gas dan menelpon Zoi untuk memastikan keadaan nya saat ini.

__ADS_1


Kring...kring.....


Lama sekali Zoi tak kunjung mengangkat teleponnya tapi Pak Nio tidak putus asa dan terus mencoba menghubungi Zoi setelah beberapa kali tidak diangkat akhirnya Zoi mengangkat telepon Pak Nio.


📞"Hallo Pak Nio" suara Zoi begitu serak dan nyaris habis.


"Zoi saya boleh menemui kamu sekarang?" Pak Nio langsung to the point agar bisa segera berada disisi Zoi.


"Tapi Pak Nio saya sedang ingin sendiri" Zoi berusaha menolak.


"Nanti begitu ada saya anggap saja saya pohon bambu atau anggap saja saya pagar atau batu sekalian ga apa-apa yang penting saya ingin menemui kamu sekarang Zoi" Pak Nio memaksa untuk bisa bertemu Zoi.


"Baiklah saya sharelok" Zoi tidak ada pilihan lain.


Setelah Pak Nio tau lokasi Zoi saat ini dirinya langsung tancap gas agar bisa segera sampai, setelah hampir lima belas menit akhirnya sampai juga Pak Nio pun segera turun dari mobil saat itu Zoi terlihat tengah duduk sendirian sambil melamun membuat Pak Nio segera berlari menghampiri Zoi.


"Zoi saya boleh duduk disamping kamu?" Pak Nio begitu khawatir dengan raut wajah Zoi yang seperti orang terhipnotis bengong dan lemas kelihatan nya.


"Bahu saya cukup kuat kok Zoi untuk kamu bersandar dan menangis, kamu tidak perlu berpura-pura kuat didepan saya kalau kamu mau menangis saya akan senantiasa menemani kamu sampai air mata kamu habis Zoi" Pak Nio mengusap rambut Zoi.


Zoi pun tak lagi bisa membendung tangisannya yang sudah berusaha dia tahan.


Hikzzzzzz,,,,hikzzzzzz.


"Saya kecewa sama Boss muda saya sudah cukup sabar selama ini tapi kenapa Boss muda selalu memberikan celah pada Claudia untuk bisa bersama nya, mungkin Boss muda tidak akan pernah seutuhnya mencintai saya Pak Nio saya harus bagaimana" hikzzzz,,,hukzzz Zoi terus menangis tersedu-sedu.


"Apa yang membuat kamu sampai seperti ini Zoi? apa lagi yang sudah dilakukan oleh laki-laki plin plan itu?" Pak Nio geram pada Boss muda.


"Boss muda menghabiskan waktu semalaman dengan Claudia, bahkan saya melihat dengan kedua mata saya sendiri Boss muda dan Claudia berte* lanjang didalam hotel" hikzzzz,,,,hikkzzzzz air mata Zoi semakin deras membanjiri pipinya.

__ADS_1


"Kurang ajar si Han saya sudah mengalah dengan merelakan kamu untuk dia tapi berkali-kali juga dia sakitin kamu seperti ini, saya tidak akan lagi menyerah untuk terus berada disisi kamu Zoi" Pak Nio semakin yakin bahwa Zoi tidak akan pernah bahagia bersama Boss muda.


Tak lama Zoi menatap wajah Pak Nio dalam-dalam.


"Pak Nio apa tawaran Pak Nio tempo hari masih berlaku untuk saya?" Zoi mulai menyeka air matanya.


"Tawaran, maksud kamu untuk pindah ke pulau itu?" tanya Pak Nio mencoba meyakinkan yang dimaksudkan Zoi.


Zoi pun menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu yakin Zoi?" Pak Nio bertanya dengan penuh harap.


"Iya saya yakin sepertinya memang sampai kapanpun Boss muda tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang Claudia dan saya sudah tidak sanggup lagi menjalani rumah tangga ini dengan suami yang sudah tidur dengan wanita lain saya tidak bisa" Zoi sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


Baiklah saya akan bantuin kamu untuk mengurus surat perpindahan dari kampus.


"Sebelum itu saya ingin menemui Papah nya Boss muda saya akan mengatakan semuanya dan mengakhiri semuanya, saya tau Boss besar akan sangat kecewa tapi jika Boss besar tau apa yang sudah dilakukan Boss muda pastilah dia juga akan mengerti" Zoi mulai berusaha tegar saat ini.


"Yasudah sore nanti akan saya antar kesana, apa kamu masih sedih Zoi?" Pak Nio mencoba menghibur Zoi.


"Sedikit lagi, sudah lebih baik setelah menangis dan mengatakan semuanya apda Pak Nio, terimakasih banyak Pak Nio sudah mau mendengarkan saya" Zoi tersenyum.


"Kalau begitu saya akan buat kamu tidak lagi sedih sama sekali karena saya punya cara untuk menghibur kamu" senyum Pak Nio.


"Apa? jangan bilang Pak Nio mau bernyanyi dan berjoged lagi?" Zoi menebak apa yang akan dilakukan Pak Nio.


"Yap benar banget saya akan menyanyi lagi untuk menghibur kamu seperti waktu itu, gimana?' Pak Nio percaya diri untuk menyanyi lagi.


"Tidak,,, tidak usah astaga kuping saya bisa-bisa berasap lagi saya sudah tidak sedih lagi kok Pak Nio kalau Pak Nio mau menghibur saya cukup diam saja dan jangan coba-coba bernyanyi" Zoi sedikit ketakutan jika harus mendengar suara fals Pak Nio lagi.

__ADS_1


"Iya iya kamu tuh jujur banget si Zoi seolah-olah suara saya sangat tidak enak didengar" ledek Pak Nio.


"Hehehe maaf Pak Nio tapi nyanyian Pak Nio sedikit membuat kuping saya trauma" Zoi sudah bisa kembali ceria meski dalam hatinya Zoi masih terluka sangat dalam.


__ADS_2