My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Keusilan Boss muda


__ADS_3

Sesampainya dirumah Zoi rebahan diatas kasurnya, sedangkan Boss muda masih berada dikantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Hingga malam hari Boss muda baru bisa pulang kerumah, dengan terburu-buru karena sudah rindu ingin bertemu Zoi, Boss muda melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya dirumah Boss muda menuju kamarnya, dilihatnya Zoi sudah tertidur pulas dengan masih memakai pakaian kerjanya, Boss muda pun mendekati Zoi dan menyelimuti tubuh mungil Zoi.


Keesokan harinya Boss muda dan Zoi sudah bersiap-siap untuk berangkat kekantor, Zoi selesai menyiapkan sarapan untuk Boss muda, namun tidak Zoi tidak ikut sarapan dengan terburu-buru Zoi membawa bekal sarapannya.


"Kamu gak sarapan bareng saya?" tanya Boss muda.


"Aduh engga keburu Boss muda, takut macet terus kelewat bis yang jam paginya" jawab Zoi sambil meminum susunya.


"Yasudah kamu berangkat bareng saya saja!" ucap Boss muda.


"Ga usah Boss muda, saya berangkat duluan ya dah!" ucap Zoi dengan berlalu pergi.


"Ish ngeselin banget si ini anak, ga tau apa kalo saya kangen dari kemaren cuma ketemu sebentar doang, mana semalem ditinggal tidur" celetuk Boss muda.


Sesampainya dikantor, Zoi sarapan dimejanya dan mulai bekerja ketika jam kerja sudah dimulai, benar-benar hari yang sibuk begitu banyak dokumen yang harus dipersiapkan Zoi hari ini.


Boss muda lewat keruangan kerja Zoi, semua staff lain menyapa Boss muda kecuali Zoi yang terus saja menunduk untuk mengurus pekerjaannya dengan sungguh-sungguh.


"Ngeselin banget si tuh gadis kerdil, serius banget kerja sampe saya lewat aja dia ga perduli, saya dicuekin dari semalam perlu dikasih pelajaran nih" ucap Boss muda.


Setelah meminta sekertarisnya membawakan job description Zoi, Boss muda melakukan panggilan telepon kemeja kerja Zoi.


Kringgg,,,,,


Kringggg,,,,


"Ya Hallo" ucap Zoi.


"Em em, bawakan saya progres report realisasi program kerja, pencapaian target penjualan, evaluasi, dan usulan program kerja berikut dengan perubahan program kerja selama seminggu terakhir, bawa keruangan saya" pinta Boss muda yang langsung menutup teleponnya.


"Idih nih orang ngeselin banget si emangnya dia ga bisa apa nyuruh orang itu satu-satu aku kan baru juga adaptasi sehari bekerja disini" Zoi marah-marah.


"Kenapa Zoi?" tanya Celine.


"Ini Cel, Boss muda telepon minta laporan yang aku kerjain seminggu terakhir, suruh bawa keruangannya" jawab Zoi dengan wajah kesal.


"Oh itu aku yang kerjain Zoi sebelum kamu kerja disini, nih berkas-berkasnya, seminggu terakhir kan Boss muda minta nya?" tanya Celine.


"Iya Cel, wah makasih banyak ya Cel untung ada kamu" ucap Zoi.


"Santai Zoi, eh tapi kan biasanya divisi kita ga langsung setor laporan ke Boss muda tapi ke direktur marketing kita" jawab Celine.

__ADS_1


"Lagi pengen cek sendiri kali dia Cel" ucap Mumut yang ikutan nimbrung.


"Yasudah Cel aku keruangan Boss muda dulu ya!"


"Iya dia dilantai dua naik terus dari lift kamu belok kanan Zoi" jawab Celine.


"Ok Cel" ucap Zoi sambil buru-buru pergi menuju ruangan Boss muda.


Sesampainya diruangan Boss muda Zoi mengetuk pintu ruangannya.


Tokkkkk tokkk tokkkk...


"Masuk" ucap Boss muda yang tengah duduk dikursi kerjanya.


"Permisi Boss muda saya bawakan laporan yang Boss muda minta" ucap Zoi dengan berdiri dihadapan meja kerja Boss muda.


"Oh, ya" jawab Boss muda singkat, langsung meraih dokumen-dokumen itu.


Zoi pun segera berpamitan untuk kembali keruangannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Boss muda" ucap Zoi.


"Eh eh, emangnya saya sudah izinkan kamu pergi dari ruangan saya?" jawab Boss muda.


"Tapi pekerjaan saya sedang banyak sekali Boss muda, kalau sudah tidak ada yang penting lagi saya permisi untuk balik keruangan saya" jawab Zoi.


"Boss muda yang ngeselin, ganggu saya kerja aja" jawab Zoi dengan cemberut.


"Apa-apaan kamu marah sama saya? kamu ga tau siapa saya?" ucap Boss muda.


"Iya maaf Boss muda suka keceplosan, yasudah saya harus buru-buru kembali keruangan saya permisi" jawab Zoi sambil buru-buru meninggalkan ruangan Boss muda.


"Eh Zoi, tunggu" teriak Boss muda yang tidak digubris Zoi.


Berkali-kali Boss muda menelpon Zoi dan menyuruhnya segala hal, berkali-kali juga Zoi bolak-balik dari ruangannya ke ruangan Boss muda dilantai dua.


Sampai diruangan Boss muda entah ini yang keberapa kalinya Zoi masuk keruangan Boss muda, dengan setumpuk berkas yang dibawanya Zoi kembali mengetuk pintu ruangan Boss muda.


Tokkkkk tokkk tokkkk..


"Masuk" ucap Boss muda.


Zoi masuk keruangan Boss muda dengan wajah penuh dendamnya dan.


Braghtttt...

__ADS_1


Zoi menaruh setumpuk berkas-berkas yang dibawanya itu dengan kencang diatas meja kerja Boss muda.


"Astaga, kamu ga bisa pelan apa naro nya!" ucap Boss muda.


"Sebenarnya apa si mau Boss muda, ngerjain saya gitu?" jawab Zoi.


"Kamu semenjak jadi nyonya Boss muda jadi galak ya Zoi" ucap Boss muda tersenyum tipis.


"Wah, saya galak? Boss muda ga sadar daritadi saya sudah bolak-balik keruangan Boss muda berapa kali?" celetuk Zoi kesal.


"Suka-suka saya lah" jawab Boss muda.


"Dasar Boss muda ngeselin, bikin emosi, ga bisa liat orang tenang kerja, Boss galak, sukanya nyuruh-nyuruh doang, seneng liat orang capek" Zoi mengumpat Boss muda didepan wajahnya.


"Kamu barusan mengumpat saya" tanya Boss muda.


Zoi hanya terdiam sambil menundukan kepalanya.


"Kenapa ga jawab?" tanya Boss muda.


"Ya saya kesal, saya gak ngerti kenapa staff lain gak ada yang disuruh bolak-balik seperti saya, Boss muda selalu ngerjain saya" jawab Zoi.


Boss muda pun bangkit dari kursinya, kemudian mendekat kearah jendela lalu menutup tirai kaca jendela diruangan Boss muda.


Kemudian Boss muda menghampiri Zoi yang sedari tadi berdiri mematung didepan meja kerja Boss muda, Boss muda pun mendekat.


"Mau apa Boss muda?" tanya Zoi.


Tanpa menunggu aba-aba Boss muda memangku tubuh mungil Zoi keatas meja kerjanya, dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Zoi, membuat Zoi tersipu malu dan membuat jantungnya berdegup kencang.


"Ish Boss muda turunin saya" ucap Zoi.


"Kamu bisa diem engga?" jawab Boss muda dengan menatap wajah cantik Zoi.


"Boss muda ini dikantor nanti kalau ada yang liat gimana?" ucap Zoi.


"Memangnya kenapa?" jawab Boss muda.


Boss muda semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Zoi, hingga kini bibirnya hanya berjarak satu inci dari bibir mungil Zoi, Boss muda hendak mencium bibir Zoi, tiba-tiba Zoi meletakan tangannya menutup bibirnya.


"Kamu, ngapain tutupin begitu" tanya Boss muda.


"Ish ini tuh tempat kerja, mesum banget si jadi cowok" jawab Zoi sambil mendorong tubuh Boss muda lalu turun dari kursinya.


Boss muda yang kecewa hanya terdiam menatap wajah Zoi dengan tatapan penuh cinta, Zoi yang malu diliatin Boss muda dengan begitu tajam, buru-buru kabur dari hadapan Boss muda untuk kembali keruangannya.

__ADS_1


Boss muda yang melihat Zoi ngibrit kabur darinya begitu tersenyum ceria.


__ADS_2