
Dengan cepat Boss muda menarik tangan Zoi hingga tubuh Zoi jatuh kepelukan nya, Boss muda pun menatap kedua mata indah Zoi dengan tatapan penuh rasa cinta, tak lama Boss muda menggendong tubuh mungil Zoi dan berjalan menuju sofa diruanganya.
Boss muda pun menurunkan tubuh mungil Zoi disofa dan mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir merah Zoi, saat hendak melahap bibir Zoi tiba-tiba Zoi menutup bibir Boss muda menggunakan kedua tangannya.
"Ishh Zoi kenapa dihalangi?" tanya Boss muda dengan wajah kecewa.
"Tau engga si Boss muda itu kaya gigolo aja sebentar-sebentar sama aku tapi nanti mau juga sama Claudia" jawab Zoi.
"Apa? gigolo kamu bilang? kamu pikir saya cowok apaan?" tanya Boss muda.
"Pokoknya selagi Boss muda masih terus menemui Claudia, jangan harap saya mau disentuh sama Boss muda titik" jawab Zoi.
Zoi segera bangkit dari sofa dan meninggalkan Boss muda yang masih terdiam.
"Apa iya aku macam gigolo?" ucap Boss muda bergidik geli.
Tiba-tiba Sekertaris Boss muda mengetuk pintu ruangan Boss muda.
Tokkk tokk tokkk.
"Masuk" ucap Boss muda.
"Permisi Boss muda saya mau memberikan ini" ucap Sekertaris sambil menyodorkan sepucuk surat.
"Surat apa nih?" tanya Boss muda sembari membukanya.
"Saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini" jawab Sekertaris.
"Apa?" seketika Boss muda merobek surat itu.
"Boss muda saya tidak mau jadi perawan tua, kalau saya kerja dikantor terus kapan saya bisa menikah?" ucap Sekertaris.
"Kamu berbicara begitu seolah-olah saya memperkerjakan kamu secara kerja rodi dizaman penjajahan saja, tidak pokoknya saya tidak akan tanda tangan" jawab Boss muda.
"Saya akan carikan Sekertaris yang jauh lebih profesional lagi daripada saya Boss muda saya mohon, saya sudah ingin merasakan honeymoon bersama suami saya kelak" jawab Sekertaris.
"Kamu bisa menikah dihari Minggu" jawab Boss muda.
"Terimakasih Boss muda mulai hari ini saya akan buka lowongan kerja untuk posisi Sekertaris" ucap Sekertaris.
"Terimakasih apa? hey kapan aku bilang setuju?" teriak Boss muda.
Namun Sekertaris sudah ngibrit lari dari Boss muda.
"Kenapa si hari ini semua orang bikin kesal, benar-benar membuat pusing kepala" ucap Boss muda.
Tiba-tiba handphone Boss muda berdering, telepon dari nomor baru, Boss muda pun mengangkat telepon itu.
"Ya hallo" jawab Boss muda.
__ADS_1
"Hallo Pak, kami dari deller mobil mau menyampaikan mobil yang Bapak pesan sudah kami antar ke parkiran kantor anda" ucap pegawai deller mobil.
"Ya berikan saja kuncinya pada karyawan saya yang ada disitu" ucap Boss muda.
Sore hari Zoi hendak pergi kuliah dia baru saja keluar dari ruangan kerjanya namun seorang karyawan Boss muda menghentikan langkah kakinya.
"Astaga, ada apa?" tanya Zoi yang kaget tiba-tiba ada orang didepan nya.
"Nona Zoi, mari ikut saya ini perintah Boss muda" jawab si karyawan.
Zoi pun menurut dan mengikuti karyawan itu, sampailah Zoi diparkiran kantor disana sudah ada Boss muda sedang berdiri menunggunya.
"Ada apa?" tanya Zoi.
"Ini" jawab Boss muda sambil menunjukkan mobil baru.
"Boss muda pamer beli mobil baru ke saya?" tanya Zoi.
"Astaga Zoi, bisa-bisa saya darah tinggi lama-lama dekat kamu" ucap Boss muda.
"Ih Boss muda ya jangan dong kalau darah tinggi nantinya cepet.." jawab Zoi.
"Untung cantik kamu ya jadi berterimakasih lah sama wajah kamu kalau engga udah saya karungin kamu terus saya lempar ke kali" ucap Boss muda.
"Ya terus apa dong Boss muda kalau bukan pamer namanya?" tanya Zoi.
"Ini ambil" ucap Boss muda memberikan kunci mobilnya pada Zoi.
"Saya benar-benar gak percaya kamu adalah isteri saya Zoi" Boss muda menggelengkan kepalanya.
"Ya apa Boss muda pamer mobil baru bukan, liatin kunci bagus juga bukan terus apa dong?" tanya Zoi masih kebingungan.
"Ini saya belikan kamu mobil baru Zoi, paham" jawab Boss muda.
"Oh belikan saya mobil baru, hehehe Hah apa? ini mobil buat saya Boss muda?" tanya Zoi seakan tak percaya.
"Iya" jawab Boss muda.
Hahhahahah,,,,,hahahahaha
Zoi tertawa terbahak-bahak menertawakan Boss muda, tertawa yang membuat nya sampai memegangi perutnya sendiri.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Boss muda.
"Karena becandaan Boss muda lucu" jawab Zoi.
"Saya tidak becanda memang saya belikan untuk kamu" jawab Boss muda.
"Boss muda meledek saya?" tanya Zoi.
__ADS_1
"Tidak" jawab Boss muda.
"Boss muda kan tau saya tidak bisa menyetir lalu kenapa memberikan mobil ini untuk saya?" tanya Zoi.
"Makanya hari ini kamu tidak perlu kuliah, saya akan ajari kamu menyetir" jawab Boss muda.
"Asikkkkk,,, iya mau mau makasih ya Boss muda" ucap Zoi sambil tersenyum manis.
Boss muda pun pergi bersama Zoi menggunakan mobil baru untuk mengajar kan Zoi menyetir. Boss muda mencari jalanan yang sepi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sampailah mereka dijalanan yang cukup sepi, Boss muda pun bertukar tempat duduk dengan Zoi dan akan mulai mengajarkan nya menyetir mobil.
"Tunggu Boss muda" ucap Zoi.
"Ada apa?" tanya Boss muda.
"Saya gerogi nih" jawab Zoi.
"Tidak usah gerogi nanti juga kamu bisa" ucap Boss muda.
"Tunggu dulu Boss muda" ucap Zoi.
"Apa lagi Zoi?" tanya Boss muda.
"Tapi saya susah menghafal pasti nanti akan susah mengingat dengan apa yang diajarkan Boss muda" jawab Zoi.
"Tenang saja saya orang paling penyabar kalau untuk mengajar menyetir" jawab Boss muda.
"Oke" ucap Zoi.
"Begini dengarkan saya baik-baik pahami baru nanti kamu boleh mulai menghidupkan mesin nya" ucap Boss muda.
"Baik Boss muda" jawab Zoi.
Boss muda pun menjelaskan semua fungsi tuas yang terdapat dalam mobil matic ini, kegunaan dan fungsinya kemudian memberitahu cara menghidupkan dan mematikan mesin, dan semuanya sampai jelas.
"Kamu paham?" tanya Boss muda.
"Iya paham Boss muda" jawab Zoi.
"Yasudah mulai hidupkan mesinnya" ucap Boss muda.
"Em ini tadi tuasnya diposisi apa ya? em???" Zoi pun lupa dengan semua yang dijelaskan Boss muda.
Boss muda pun menjelaskan ulang sampai berkali-kali sampai mulut Boss muda keluar busa, tetapi Zoi tidak juga paham dan lupa terus.
"Zoiiiiiiiiiiiii" teriak Boss muda yang sudah tumbuh tanduk dikepalanya serta wajah yang terbakar api amarah sampai memerah seperti udang goreng.
"Kenapa Boss muda marah? bukankah tadi Boss muda bilang Boss muda orang paling sabar?" ucap Zoi.
"Ya aku orang paling sabar, tapi orang paling sabar didunia sekalipun bisa-bisa pilih lompat dari menara Eiffel dibandingkan harus mengajari kamu Zoi" teriak Boss muda.
__ADS_1
Zoi hanya diam dan menundukkan kepalanya, mendengar Boss muda bicara begitu.