
Sosok wanita yang datang disaat pesta ulang tahun Boss muda kini tepat dihadapan Boss muda, dengan mata berkaca-kaca Boss muda menatap wanita yang kini dihadapan nya dan mulai berbicara.
"Claudia, ka ka kamu?" langsung memeluk erat Claudia dihadapan Zoi yang berada disampingnya.
Zoi yang melihat Boss muda memeluk wanita lain dihadapannya mendadak merasakan sesak didada nya tak tau harus bersikap seperti apa.
Ya Claudia sosok wanita sempurna, dia pintar, berambut panjang, berkulit sawo matang, tinggi sekitar 160 cm berpakaian elegan membuat siapapun laki-laki yang melihatnya langsung jatuh cinta.
Boss muda yang sedari tadi memeluk Claudia dengan erat mulai mengeluarkan air mata begitupun Claudia seperti kedua nya benar-benar saling merindu.
Boss besar yang melihat pemandangan itu jelas tidak senang atas kedatangan Claudia yang tak diundang, Akhirnya pesta usai dan para tamu undangan satu persatu meninggalkan gedung.
Boss besar menghampiri Boss muda yang masih memeluk Claudia disampingnya terlihat jelas raut wajah Zoi yang sudah tidak bisa membendung lagi air matanya melihat laki-laki yang ia cintai begitu erat memeluk wanita lain,
Boss besar menghampiri Boss muda.
"Han, cukup! mau sampai kapan kamu memeluk wanita ini?"
Boss muda perlahan melepaskan pelukan nya.
"Pah, Han minta Papah tinggalin kita berdua Pah kasih kesempatan Claudia untuk bisa bersama Han" ucap nya sedih.
"Baik, tapi kamu harus ingat Han wanita ini tidak akan pernah mau benar-benar menetap sama kamu, camkan itu!" ucap Boss besar.
"Saya minta kamu pulang duluan Zoi, saya masih ada urusan disini" ucap Boss muda.
Dengan kesal Boss besar memegang tangan Zoi dan membawa nya dari situ, Zoi yang sudah tidak bisa menahan air matanya mulai meneteskan air mata, Boss besar yang melihat itu merasa bersalah terhadap Zoi karena ulah anaknya dan berusaha menenangkan nya.
"Zoi saya dan seksertaris Yo akan antar kamu pulang kerumah Han yah?"
"Iya Boss besar" ucap Zoi sedih dan pipinya sudah basah oleh air mata.
__ADS_1
Didalam mobil Boss besar mengajak bicara Zoi.
"Zoi saya paham betul perasaan kamu terhadap anak saya, jadi saya yakin saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja, kalo menangis bisa melegakan hati kamu maka menangislah didekat saya, jangan dipendam anggap saya papah kamu jadi kamu tidak perlu berpura-pura!" ucap Boss besar.
Seketika Zoi menangis tersedu-sedu hikkkzz,,,hikZzzzzzzz sambil memukul-mukul dadanya Zoi menangis sejadi jadinya, Boss besar hanya bisa mengusap-usap kepala Zoi agar dia bisa sedikit lebih baik.
"Maafin Zoi ya Boss besar gak seharusnya Zoi mencintai Boss muda seperti ini" Ucap Zoi sambil terisak tangis.
"Percayalah sama saya, wanita itu tidak akan pernah bisa menjadi pendamping Han dia bukan wanita yang layak untuk Han, dan saya berjanji akan berusaha meyakinkan Han kalo kamu jauh lebih baik dari wanita itu" jawab Boss besar dengan sedihnya melihat kondisi Zoi seperti ini.
Sesampainya dirumah Boss muda, Zoi mengucapkan terimakasih pada sekertaris Yo dan Boss besar karena sudah mengantar nya pulang, mobil Boss besar dan sekertaris Yo pun berlalu pergi.
Zoi masuk kerumah dan langsung ke kamar lalu merobohkan dirinya ke kasur, berusaha menghentikan air matanya.
Sementara di taman gedung pesta Claudia dan Boss muda duduk di bangku bersama, mereka masih terus saling menatap dan saling berpegangan tangan satu sama lain, mulai berbincang.
"Kenapa kamu tidak mengabari saya kalo kamu pulang ke Indonesia Clau? saya kan bisa jemput kamu" tanya Boss muda.
"Kamu sudah menolak lamaran saya Clau, tapi kamu juga menyuruh saya untuk menunggu kamu bertahun-tahun kamu tau betapa beratnya hari-hari yang saya lalui ketika saya harus menunggu wanita yang sangat saya cintai tanpa sebuah kepastian" jawab Boss muda.
"Yes I now, aku paham sekali Han apa yang kamu rasakan aku juga rasakan, tapi aku engga bisa menolak kontrak kerja aku dengan perusahaan Jerman karena ini merupakan awal yang bagus untuk karir aku Han, kamu harus tau itu" ucap Claudia.
"Ok ok Clau saya engga mau bahas yang sudah berlalu, saya ingin memulai semuanya kembali sekarang, saat ini kamu sudah berada dihadapan saya dan saya tak akan pernah melepaskan kamu lagi Clau" jawab Boss muda dengan penuh harap.
"Sebenarnya aku masih terikat kontrak di Jerman 1 tahun lagi Han dan sekarang aku hanya mengambil cuti 1 Minggu kedepan untuk bisa menghadiri ulang tahun kamu, sekarang aku mau tanya, apa bisa kamu menunggu aku sebentar lagi saja Han, hanya 1 tahun" tanya Claudia.
"Ya tentu hanya 1 tahun saja, aku akan bicara sama Papah kalo aku bersedia menikah tidak tahun besok melainkan 2 tahun lagi, saya rasa Papah bisa menerima nya karena dia sudah melihat kamu dihadapan nya hari ini Clau" senyum Boss muda.
"Tapi Papah kamu masih sangat tidak suka saya Han, bahkan dia seperti nya menyukai gadis disamping kamu tadi" ucap Caludia penasaran.
"Oh itu, Mmm dia Zoi karyawan restoran dan sekaligus bekerja dirumah saya untuk membereskan rumah" jawab Boss muda gugup.
__ADS_1
"Apa hanya itu sebatas itu hubungan kamu dengan gadis itu Han?" tanya Claudia sedikit ragu.
"Ya tentu," jawab Boss muda.
"Sekarang sudah malam kamu tinggal dimana sekarang Clau?" tanya Boss muda.
"Aku tinggal di apartemen dekat sini ya hanya 10 menit dari sini, kamu mau antar saya pulang Han atau kamu membiarkan wanita yang kamu cintai ini pulang sendirian?" canda Claudia.
"Let's go" jawab Boss muda.
Sambil menggandeng Claudia untuk mengantar nya pulang.
Sesampainya di apartemen Claudia mengajak masuk Boss muda.
"Em cukup nyaman Disni" ucap Boss muda sambil duduk di kursi.
"Kamu mau minum apa mau aku Han?" goda Claudia.
"Kalo aku mau kamu, apa kamu akan kesini duduk didekat saya?" tanya Boss muda.
Claudia duduk didekat Boss muda dan mulai menciumi leher Boss muda, Boss muda pun memegangi dagu Claudia dan mencium bibir nya, keduanya berciuman dengan sangat cepat seperti rindu yang selama bertahun-tahun ditahan meluap dimalam ini.
Boss muda menidurkan Claudia dikursi kemudian kembali menciumnya, Claudia pun mengelus-elus dada Boss muda membuat Boss muda semakin ganas mencium bibir nya dan sesekali mencium leher Claudia.
Setelah beberapa saat Boss muda dan Claudia melepas rindu mereka pun berhenti berciuman dan kembali duduk dikursi, dilihat nya jam sudah menunjukan pukul 21.00 malam Boss muda memutuskan untuk segera pulang.
"Clau besok saya kesini lagi dan lusa kita kerumah Papah ya untuk bicarakan rencana kita kedepan" tanya Boss muda.
"Yasudah Han aku setuju dan aku percaya sama kamu" senyum Claudia.
Boss muda pun pergi dari rumah Claudia diperjalanan Boss muda mendadak melamun memikirkan Zoi, rasa bersalah muncul dibenak Boss muda kala dia tadi menghabiskan waktu dengan Claudia.
__ADS_1