
Malam hari pukul 21.00 malam Boss muda baru keluar dari kantornya bersama dengan sekertaris dan juga beberapa karyawan penting lainnya yang terpaksa harus lembur hari ini akibat pekerjaan yang menumpuk.
Boss muda menuju kemobilnya dengan mata yang sudah sayu dan badan yang pegal seperti tertindas truk tronton.
"Astaga aku lelah sekali hari ini, Zoi sedang apa ya apa dia sudah tertidur sudah larut malam begini soalnya, Haduh sabar ya kecebong-kecebong ku malam ini sepertinya kalian belum bisa mendarat ketempat yang kalian mau" ucap Boss muda berbicara sendiri didalam mobilnya.
Sesampainya dirumah Boss muda membuka pintu rumahnya, dilihatnya Zoi tengah duduk diruang televisi yang membuat Boss muda menelan ludahnya Zoi duduk manis sambil meminum jus jeruk. Tapi bukan jus jeruk yang membuat Boss muda sampai menelan ludahnya melainkan penampilan Zoi.
Zoi mengenakan piyama pink yang dulu pernah dipakai nya ketika mereka belum resmi menikah, Boss muda hanya terdiam menatap betapa indahnya lekuk tubuh langsing Zoi, bagian dadanya yang terlihat sebagian karena piyama pink itu tak mampu menutupi seluruhnya.
Rambut hitam lurus Zoi yang terurai masih sedikit basah karena sepertinya Zoi baru saja keramas, membuat Zoi terlihat lebih menyegarkan dibandingkan dengan jus jeruk yang sedang diminumnya.
"Boss muda kenapa malam sekali baru pulang" tanya Zoi.
Membuat Boss muda tersadar dari lamunan nakalnya.
"Kamu ngapain pake piyama pink itu, kamu lupa peraturan dirumah ini tidak boleh memakai piyama pink" jawab Boss muda.
"Tapi saya suka piyama ini Boss muda" ucap Zoi.
"Ah sudah cepat ganti sana, sebelum aku benar-benar kehilangan akal sehat ku malam ini" celetuk Boss muda.
"Iya baiklah kalau begitu saya akan ganti" jawab Zoi.
Boss muda masuk kekamar nya.
"Kenapa aku harus lembur si malam ini, padahal Zoi sudah berpakaian sangat menggoda malam ini, tapi hari ini aku benar-benar sedang kelelahan dan tak bisa melakukan nya sekarang. Zoi hari ini kamu berhasil lolos tapi nanti aku tidak akan membiarkan nya" dalam hati Boss muda.
Karena kelelahan akhirnya Boss muda tidur lebih dahulu, sedangkan Zoi masih ngarep Boss muda akan melakukannya malam ini, sebagai seorang isteri Zoi pun sangat menginginkan nya apalagi bila melihat wajah tampan Boss muda dan juga tubuh tegap Boss muda, bikin pikiran-pikiran nakal menyelimuti otak Zoi.
Pagi hari Boss muda membangunkan Zoi yang masih tidur pulas.
"Zoi bangun, heii ayo bangun" ucap Boss muda.
"Emm ini kan hari Sabtu Boss muda, kita kan libur" jawab Zoi dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
"Iya saya tau kita libur, saya mau ajak kamu untuk olahraga ayo bangun" ucap Boss muda menarik selimut Zoi.
"Ish Boss muda ganggu aja deh saya kan masih ngantuk" Zoi terbangun mengumpulkan nyawanya sebelum akhirnya bangkit dari tempat tidurnya.
"Saya tunggu dibawah" ucap Boss muda.
Rupanya Boss muda mengajak Zoi ketempat car free day didekat kompleks perumahannya. disana banyak sekali anak-anak muda yang berolahraga dihari libur begini, sangat ramai.
"Wah saya baru tau kalau didekat rumah Boss muda ada tempat untuk car free day" ucap Zoi.
"Iyalah kamu baru tau, kalau libur kamu tidur udah kaya kebo susah banget dibangunin nya" celetuk Boss muda.
"Ye Boss muda mana ada kebo seimut aku" jawab Zoi sambil mengimutkan wajahnya.
"Kepedean" ucap Boss muda sambil mulai berlari.
"Boss muda tunggu ih" Zoi mengejar dari belakang.
Ketika sedang jalan santai disana cewek-cewek melirik wajah tampan Boss muda dan mulai saling berbisik-bisik.
"Iya gila keren banget, mana tinggi tegap begitu bikin arghtttttt" jawab cewek lainnya.
Mereka pun tersenyum kearah Boss muda. Zoi yang melihat suaminya digoda oleh cewek-cewek genit langsung tak tinggal diam.
"Aduhh sayangku capek ya abis lari-lari, sini-sini duduk dulu sayang, makanya sayang kamu tuh kebiasaan deh udah lari-lari dijalan eh lari-larian juga dipikiran aku, jadi capek kan" ucap Zoi dengan nada keras agar cewek-cewek itu denger.
"Apaan Zoi, kamu panggil saya sayang" Boss muda tertawa kecil mendengarnya.
Cewek-cewek itu kembali berbisik-bisik.
"Eh masa itu ceweknya cowok ganteng itu si, engga banget deh masih bocil gitu" ucap salah seorang cewek.
"Iya pantesan juga jadi adeknya, atau engga ponakannya entar kalau gw nikah sama tuh cowok kan jadi ponakan gw juga ya" jawab cewek lainya.
Mereka pun tertawa kegirangan. Zoi semakin kesal mendengar omongan-omongan cewek-cewek gak jelas ini, sementara Boss muda malah senyam-senyum melihat expresi wajah kesal Zoi.
__ADS_1
"Sayang, semalam kamu liar banget si sampai-sampai aku masih kelelahan begini akibat ulah kamu semalam" ucap Zoi semakin keras berbicara.
"Ye Zoi malu tau, ish ngapain ngomong gitu" jawab Boss muda.
"Aduh sayang kamu jangan malu-malu gitu hal kaya gini udah jadi hal biasa untuk pengantin baru kaya kita, nanti malam kamu mau nyobain gaya apa lagi sayang?" ucap Zoi.
"Ih Zoi, udah jangan bicara aneh-aneh lagi" jawab Boss muda.
"Oh kamu mau gaya yang aneh-aneh ya sayang, boleh banget kok sayang nanti kita coba gaya aneh-aneh nya nanti malam sampai pagi ya sayang uhh gemes deh" ucap Zoi sambil melirik cewek-cewek itu.
Mendengar Zoi berbicara seperti itu membuat cewek-cewek itu akhirnya mundur dan tak lagi genit sama Boss muda, malah akhirnya mereka pun pergi menjauh.
Missi Berhasil . .....
"Kamu gak malu apa ngomongin begituan?" tanya Boss muda.
"Abisnya mereka genit banget si ngeselin ngapain coba goda-godain Boss muda" jawab Zoi dengan cemberut.
"Cie cemburu ya" ledek Boss muda.
"Ih tau ah" jawab Zoi.
"Tapi boleh tuh dicoba nanti malam, gaya aneh yang tadi kamu bilang kita praktekkan" ledek Boss muda sambil tersenyum nakal.
"Engga ya, orang saya becanda" jawab Zoi tersenyum malu-malu.
"Masa si bercanda, kayanya emang itu keinginan dari dalam hati kamu deh" ucap Boss muda.
"Ihh udah ah ayo pulang" jawab Zoi dengan muka memerah menahan malu.
"Yasudah ayo, saya jadi penasaran gaya aneh yang kamu maksud itu gaya kaya gimana ya?" Boss muda masih terus meledek Zoi.
"Ih rese deh masih ledekin saya terus" jawab Zoi menahan malu.
Boss muda dan Zoi pun pulang kerumah untuk membersihkan diri setelah berolahraga, kemudian Zoi membuatkan sarapan untuk mereka sarapan bersama, sambil senyum-senyum Zoi mengingat kembali kata-kata dia tadi dicar free day benar-benar memalukan batinya.
__ADS_1