My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Persyaratan Pernikahan


__ADS_3

Boss muda yang mendengar ditelepon bahwa Zoi lututnya terluka meminta izin pada Claudia untuk pulang terlebih dahulu, alasanya untuk membicarakan pernikahannya dengan Zoi sesuai keinginan Claudia yaitu hanya didatangi keluarga inti, tidak ada resepsi, bahkan merahasiakan nya dari semua orang.


Padahal kan bisa saja besok membicarakan nya tapi berhubung Boss muda sudah kebelet khawatir dengan Zoi makanya nyari-nyari alasan untuk pulang dulu.huhuhu


Saat Boss muda tiba dirumah Boss besar, untungnya Zoi belum pergi dari rumah Boss besar malah sedang asyik makan siang bersama Boss besar dimeja makan, Boss muda pun berlari menghampiri.


"Boss muda kok sudah kembali katanya besok baru pulang dari Rumah sakit, pasti karena khawatir sama aku ya" ucap Zoi dengan tersenyum ceria.


"Pede banget kamu, ngapain juga saya khawatir sama kamu" jawab Boss muda sambil melarak lirik mencari lutut Zoi yang terluka.


Zoi yang mendengar jawaban Boss muda sedikit kecewa, dan menundukan wajah sedihnya.


"Alah Han kamu tuh gengsi banget si buat ngakuin, Papah sudah obati luka dilutut nya Zoi tadi" ucap Boss besar menjawab rasa penasaran Boss muda.


"Lagian udah kaya anak kecil aja lari-larian, jatuh kan akhirnya. Han kesini bukan untuk lihat Zoi Pah, emang Han mau bicara aja sama Papah" ucap Boss muda sambil duduk dikursi meja makan.


"Yasudah bicara saja" jawab Boss besar santai.


"Han mau menikah dengan Zoi tapi Han ada syarat Pah, apa Papah bisa kabulkan itu?" ucap Boss muda sambil melirik ke arah Zoi yang daritadi hanya makan sambil menunduk saja.


"Ngomong-ngomong soal syarat tadi Zoi juga meminta hal yang sama, dia ingin tetap kuliah dan bekerja meskipun kelak sudah menikah, kalau kamu punya syarat apa Han?" tanya Boss besar.


"Yasudah itu si terserah Zoi saja Pah, Han gak mau tau" sinis Boss muda.


"Kamu ini kok gak mau tau, Zoi ini nantinya akan menjadi isteri kamu jadi bersikap baiklah sama dia" Boss besar sedikit marah.


"Boss besar jangan marah-marah saya engga apa-apa kok nanti saya bisa daftar kuliah sendiri, atau diantar Bagas dia juga mau berhenti dari restoran dan kuliah bersama saya" ucap Zoi.


Mendengar Bagas akan kuliah dengan Zoi, seketika otak Boss muda mendidih.


Hareudang..


Hareudang.


Itu kepala kenapa berasep begitu Boss muda, hahaha.


"Han akan antar dia Pah untuk daftar kuliah, secepatnya nanti Han akan carikan dia kampus yang paling bagus " ucap Boss muda sambil masih kepanasan.


"Tapi Boss muda saya sudah ada kampus tujuan" Zoi sedikit membantah.


"Kamu tuh harus belajar nurut sama saya, nantikan saya akan menjadi suami kamu bukan si Bagas Bagas itu" ucap Boss muda sinis.


Boss besar yang mendengarkan percakapan Zoi dengan anaknya tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Baik Boss muda" jawab Zoi menurut.


"Ngomong-ngomong apa syarat dari kamu Han?" tanya Boss besar.


"Itu, Hmm Han ingin pernikahan nya tertutup dulu Pah hanya didatangi keluarga inti saja orang lain tidak perlu tahu dulu, nanti ketika Han sudah siap baru kita adakan resepsi" jawab Boss muda.


"Ide gila apa lagi yang wanita itu suruh sama kamu Han" sindir Boss besar.


"Pah ini engga ada hubungannya dengan Claudia, Han hanya belum siap aja ini terlalu mendadak" ucap Boss muda.


"Iya Boss besar gapapa kok Zoi gak keberatan kalau harus dirahasiakan dulu lagi pula kan Zoi masih kuliah nantinya" ucap Zoi.


"Yasudah Han, tapi jangan lama-lama kita harus secepatnya mengadakan resepsi pernikahan kamu, mengerti?" tanya Boss besar.


"Iya Pah, Han janji gak akan terlalu lama" jawab Boss muda tersenyum lega.


Pertemuan hari ini selesai, Zoi pun pamit pulang dari rumah Boss besar, sementara Boss muda hendak kembali ke Rumah sakit untuk menjaga Claudia.


"Boss besar saya pamit dulu, terimakasih untuk semuanya, terimakasih juga Boss muda sudah memilih saya.


Kalau begitu Zoi pamit pulang dulu" ucap Zoi sambil tersenyum.


"Han juga pamit ya Pah harus kembali ke Rumah sakit soalnya". timpal Boss muda.


Zoi dan Boss muda pun keluar bersamaan, namun hanya saling terdiam.


Batin Boss muda ingin sekali mengantar pulang Zoi karena melihat lutut nya yang terluka, tapi gengsi nya selangit nih cowok masih diem aja ga mau ngomong.


Sampai dihalaman rumah Zoi tetap tidak bicara dan memilih berlalu melewati mobil Boss muda.


"Eh tunggu, ehem" Boss muda memanggil Zoi.


Langkah kaki Zoi pun terhenti, dan menengok kearah Boss muda tapi masih dengan diamnya.


"Saya antar kamu pulang, ayo masuk mobil" ucap Boss muda dengan malu-malunya.


"Tidak usah Boss muda saya mau pulang sendiri aja" Zoi menjawab singkat dan segera berlalu pergi.


Setelah beberapa langkah kaki Zoi melangkah menjauh dari Boss muda, tiba-tiba...


Boss muda menghampiri nya dan langsung menggendong tubuh mungil Zoi untuk masuk kedalam mobilnya.


Zoi pun berteriak.

__ADS_1


Lepasin Boss muda..


Lepasin saya...


"Ih lepasin Boss muda apa-apaan si malu tau kalo dilihat orang" ucap Zoi dengan nada keras.


Boss muda yang tidak menghiraukan ocehan Zoi masih menggendongnya dan memasukan Zoi kedalam mobil, lalu Boss muda pun segera masuk kedalam mobilnya.


Zoi yang sebal dengan pemaksaan ini, memasang wajah cemberut nya dan terdiam didalam mobil.


Tak lama Boss muda mendekatkan wajahnya kekuping Zoi memasangkan seat belt Zoi dan membisikan sesuatu ditelinga Zoi.


"Nanti setelah menikah dengan saya kamu akan terbiasa dengan paksaan-paksaan itu" bisik Boss muda.


"Dasar pria mesum" ucap Zoi sambil menatap wajah Boss muda.


Boss muda yang mendengar Zoi memanggilnya dengan sebutan pria mesum, menarik tangan Zoi yang membuat Zoi lebih dekat lagi dengan wajah Boss muda.


"Kamu mau tau saya mesumnya kaya apa?" bisik Boss muda.


"Ish udah ayo jalan" ucap Zoi yang masih cemberut.


"Nanti akan saya tunjukan bagaimana saya mesumnya" ucap Boss muda tersenyum.


"Aduh gimana nih kalo pas udah nikah nantinya bisa-bisa Boss muda ngapa-ngapain aku" ucap Zoi dalam hatinya.


Diperjalanan Zoi ingin sekali menatap wajah tampan Boss muda, tapi Zoi sadar diri Boss muda pasti tak ingin Zoi menatapnya.


Sesampainya dikosan Zoi, Boss muda ikut turun dari mobil.


"Sebaiknya kamu kembali kerumah saya, toh sebentar lagi kita akan menikah" ucap Boss muda.


"Tidak usah Boss muda, nanti setelah menikah pun saya tetap akan tinggal disini" jawab Zoi.


"Kamu tuh apa-apan si" ucap Boss muda kesal.


"Bukankah itu yang Boss muda dan Claudia inginkan, kita menikah secara diam-diam dan Boss muda tidak perlu menyentuh saya" jawab Zoi dengan nada sedihnya.


Boss muda yang mendengar kata-kata itu dari mulut Zoi hanya terdiam menatap Zoi.


"Kalau begitu saya masuk dulu, terimakasih Boss muda sudah mengantar" ucap Zoi sambil masuk kedalam rumah.


Boss muda yang masih terdiam seakan ikut merasakan sedih hatinya Zoi dan memikirkan bagaimana pernikahan nya kelak dengan Zoi.

__ADS_1


__ADS_2